
Menjelang akhir tahun, saat-saat yang paling sibuk bagi Nayaka dan Mesca yang saat ini masih sibuk mengelola mini resto. Sudah ada beberapa event yang akan di adakan menjelang akhir tahun dan saat malam tahun baru tiba.
Moula dan Mouli saat ini tengah sibuk mempersiapkan pernikahan, Mereka akan menikah dihari yang sama. Nikah bareng maksud nya. Bulan Februari, tepatnya tanggal 10 Februari, dan untuk pesta pernikahannya di pilih tanggal 14 Februari.
Setelah pesta pernikahan Mereka akan berbulan madu ke Eropa, kebetulan Mereka mendapatnya secara gratis dari Ayah Rino, Mama Sonya, Om Raffael, Tante Sarah dan Manajemen mini resto resah ku hilang. Mouli dan Mouli punya keinginan sejak kecil ingin mengunjungi Eropa dan hal tersebut akan terwujud kekita Mereka sudah resmi menikah.
Target menikah di umur 25 tahun, tapi jodoh nya sudah bertemu di saat umur 24 tahun lebih cepat lebih baik, tah Moula dan Moula sudah hampir 2 tahun menjalin kasih dengan calon suami.
*
Mama Fenita mulai merasa tidak nyaman karena saat menikah nanti Moula dan Mouli memerlukan seorang wali, Ferdian sudah tiada haruskah Garda yang menjadi walinya, rasa sakit semakin mendera di hati Mama Fenita. Moula dan Moulo yang sangat mengerti perasaan Mamanya memilih menikah dengan Wali hakim. Bukan Mereka tak menghormati Garda sebagai Ayah biologis tapi Mereka juga tak tahu di mana keadaan Garda dan seperti apa wajahnya.
Meski waktu pernikahan tinggal 2 bulan lagi, namun segala persiapan sudah mendekati 85 persen. Moula dan Mouli masih tetap bisa bekerja tanpa banyak terganggu dengan segala persiapan pernikahan.
Hanya ada sedikit kehebohan saat pemilihan dress code Keluarga, karena 3 bumil menemukan model yang cocok untuk Mereka. Meski Mereka sedang hamil besar tetap saja ingin tampil cantik dan modis.
*
Menjelang sore saat Nayaka dan Mesca akan pulang ke rumah, Pak Bima datang ke mini resto memesan beberapa dessert dan minuman saja. Nayaka yang berpapasan dengan Pak Bima hanya diam saja tanpa ekspresi apapun sementara Pak Bima yang tadi nya sudah tersenyum menarik lagi senyuman nya ( alias gak jadi senyum ya). Memilih duduk di meja yang paling sudut dekat dekat kolam ikan koi.
Sepanjang perjalanan Nayaka menyesalkan sikap nya tadi terhadap Pak Bima, Nayaka tahu Pak Bima sudah mengulas senyum tapi Ia tarik kembali karena melihat respons Nayaka yang bersikap biasa saja.
Sementara Bima menikmati dessert dan minuman yang Ia pesan dengan santai sambil memeriksa laporan melalui tablet yang Ia bawa. Jauh dalam hati nya merasa rindu bertegur sapa dengan Nayaka namun melihat ekspresi Nayaka yang biasa, membuat nyali nya menciut entah kenapa.
Mama Sonya yang masih berada di rumah lama, sedang sibuk membantu Mba Tuti packing pesanan langganannya. Sarah untuk sementara waktu di istirahatkan karena kehamilannya yang sudah besar.
Bulan depan Mba Tuti juga akan istirahat selama 3 bulan, setelah itu boleh bekerja kembali, jika memang tak repot karena sudah memiliki Anak dan masih bayi lagi.
Minggu ini Mama Sonya merekrut pegawai baru yaitu Mba Dita dan Mba Zila kedua nya masih Saudara Mba Tuti. Baru lulus SMK 6 Bulan yang lalu.