MENANTU

MENANTU
ENAM PULUH SATU



Akhirnya rumah baru Sonya sudah bisa di tempati, setelah selesai acara syukuran, Sonya dan Bik Heni mulai menempati kamar masing-masing.


Mami, Oapi dan Raffael ikut menginap di rumah Sonya malam ini.


Mang Amin keponakan dari Bik Heni juga tinggal di rumah ini tapi menempati ruang dibagian paling belakang rumah. Tugas Mang Amin sebagai tukang kebun merangkap keamanan dan Sopir bagi Bik Heni.


*


Sonya masih berdiri di depan jendela kamarnya yang menghadap persis bagian balkon rumah Fiona, samar-samar Ia melihat sosok Pria tampan sedang duduk sambil bermain gitar dibawah pantulan sinar rembulan.


Sonya sedikit membuka jendela, sayup-sayup terdengar merdunya suara Ferdian. Menyadari dirinya sedang ada yang memperhatikan Ferdian melihat ke arah bayangan tubuh Sonya dari balik kaca.


Ferdian tersenyum tipis, merasa senang karena pujaan hatinya sedang memperhatikannya. Ia pun mulai menyanyikan tembang lawas " oh menikahlah dengan Ku, oh bahagialah dengan Ku, " meski terlalu cepat dan terkesan memaksakan. Ferdian ingin hubungan dengan Sonya langsung ke jenjang pernikahan.


Belum juga PDKT udah mau ngajak nikah aja dokter Ferdian, kehaluannya tingkat Dewa kalau kata author ya 😁.


Ada debaran aneh menelusup ruang hati Sonya saat mendengar alunan lagu dari Ferdian, Sonya pun segera menutup rapat jendela kamarnya. Kemudian berbaring merebahkan tubuhnya.


2 Bulan kemudian, Rino dan kedua Orang Tuanya sudah menempati rumah baru Mereka, ternyata rumah baru Rino persis di belakang rumah Fiona.


Waduuuh, Sonya Tetanggaan nih sama mantan Suami, tapi karena kesibukan kerja Sonya, Ia tak pernah tahu, kalau Ia dan mantan Suaminya kini bertetangga.


Sekolah Seni Rino pun berkembang cukup pesat, Rino lebih banyak menghabiskan waktu di gedung sekolah seninya. Hanya kedua Orang Tua nya yang menempati rumah tersebut dengan seorang asisten rumah tangga.


Yang ada hanya akan menumpuk dosa dan dosa. Semua persiapan untuk pernikahan Sonya dan Ferdian telah siap, tinggal menuju hari H saja.


Keluarga Ferdian sangat menyayangi Sonya Mereka menerima walau berstatus Janda.


Rumah baru telah disiapkan Ferdian untuk Sonya, namun Sonya meminta agar Mereka tetap tinggal di rumah yang saat ini Sonya tempati.


Akhirnya Ferdian mengalah dan setuju tinggal di rumah yang saat ini ditempati Sonya dengan syarat uang pembelian rumah tersebut harus di ganti oleh Ferdian.


Keduanya pun sepakat, kini tinggal menunggu hari-hari yang dinantikan.


Tepatnya hari ini acara ijab kabul di laksanakan, hampir semua Rekan-rekan kerja Sonya menghadiri acara ijab kabul Sonya dan Ferdian. Terutama Delima yang kini sedang hamil besar, yaitu 9 bulan.


Frans kelihatan sangat sibuk sekali meladeni Delima yang sudah mulai susah untuk duduk dan berdiri sendiri.


Sonya sudah bicara pada Delima, " Kak gak hadir gak apa-apa Sonya ngerti kok! " tapi yang namanya Delima tak mau melewatkan moment bahagia Sahabatnya.


Dengan suara tegas, lugas dan satu tarikan napas dari Ferdian, Sonya dan Ferdian sudah sah menjadi pasangan Suami Istri.


Ada tangis haru dan bahagia, semoga ini menjadi pernikahan yang langgeng, sakinah, mawaddah warohmah.


Setelah acara ijab kabul hanya ada acara makan bersama, karena resepsi akan di gelar bulan depan tepatnya di Kota Surabaya.