
Usaha Nayaka untuk segera resign dari sekolah tempat Ia mengajar belum menemukan titik terang. Bima sebagai direktur utama sekolah tidak mau menandatangani surat pengajuan pengunduran diri dari Nayaka. Beruntung saat ini sedang libur sekolah, Anak-anak baru saja menerima raport.
Nayaka benar-benar naik pitam karena program belajar yang telah Ia susun dengan sangat rapi, detail dan sudah berkoordinasi dengan beberapa Guru bidang studi lainnya. Masalahnya kenapa tidak dari awal saja ditolak jika memang tidak sesuai dengan keinginan dari pihak sekolah.
" Di setujui atau tidak Saya tetap akan resign, " ucap Nayaka dengan suara lembut namun penuh penekanan.
" Apa tidak ada jalan lain Nay? mari diskusikan kembali, " ucap Ibu Een sebagai Kepala Sekolah.
" Saya rasa tidak ada yang perlu Kita diskusikan lagi Bu, Nay pamit dulu Bu, " Nayaka mencium punggung tangan Bu Een kemudian Ia meninggalkan ruangan Kepala Sekolah, menuju area parkir sekolah.
Belum sempat masuk ke dalam mobil, Nayaka di kejutkan dengan suara Laki-laki yang sudah membuat hatinya kecewa.
" Cuma sampai di sini saja, mana nyali Mu, jika program yang Anda buat memang bagus kenapa tidak di perjuangkan, " ucap Bima dengan nada sedikit ketus.
" Saya rasa cukup sampai disini Pak Bima, Saya tidak tertarik untuk berdebat dengan Anda, " jawab Nayaka tak kalah ketus nya.
Bima berjalan mendekati Nayaka, kini jarak Mereka hanya beberapa senti saja , 2 manik mata yang saling memandang tajam. Dan tiba-tiba saja tubuh Bima terhuyung kedepan hingga bibirnya tanpa sengaja mencium kening Nayaka, aroma wangi dari rambut Nayaka membuat Bima terlena, tanpa sadar menghirup nya dalam-dalam.
" Maaf Pak, Saya tidak sengaja! " seorang Anak gendut tanpa sengaja jatuh terpeleset karena bermain kejar-kejaran.
Nayaka dengan cepat mendorong tubuh Bima kemudian Ia masuk kedalam mobil, lalu melajukan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah.
Sementara Bima masih berdiri terpaku memandang mobil Nayaka yang melaju.
" Awas nanti jatuh cinta Kak, jangan lama-lama memandangnya! " ucap Brata Adik bungsu nya.
" Hmmm.... jatuh cinta, Aku bahkan tak pernah berpikir seperti itu, " jawab Bima
" Jangan sampai nyesel ya Kak, kalau Aku tikung, terus Dia akan Aku jadiin pacar. "
" Ambil aja, Dia bukan siapa-siapa. "
Bima segera masuk ke dalam mobilnya, meninggalkan Brata yang masih berbicara.
" Kamu tuh Cowok Play Boy gak guna. " Brata celingak celinguk mencari asal suara, namun Ia tidak melihat siapa-siapa disana.
" Sialan siapa yang bicara tadi, iiiih jangan-jangan dedemit, kaboor. " Brata pun meninggalkan tempat parkir langsung menuju ruangan kerja Papa nya.
Seorang OB Perempuan keluar dari persembunyiannya sambil tertawa cekikikan " kasian deh lhoo. "
" Elo juga kasian deh ah. "
Mode celingak celinguk, segera mengambil langkah seribu meninggalkan tempat parkir.
Nah lho, siapa yang barusan ngomong? makanya jangan suka usil, tuh kan ada yang lewat ikut-ikut ngomong 😀.
Sepanjang jalan menuju rumah hati Nayaka tak karuan ini pertama kali nya Ia dicium oleh Pria Dewasa, walau tidak sengaja.
" Harus mandi wajib ini, biar gak sial, " Nayaka bermonolog sendiri. karena perut Nayaka terasa lapar Ia lalu mampir ke mini restonya, memesan sapi lada hitam, nasi, salad buah dan es teh manis minuman favorite nya.
Saat sedang menikmati makanan yang telah di pesannya. Tanpa sengaja matanya tertuju pada satu meja dimana ada sosok Pria Dewasa yang tadi telah mencium keningnya.
Belum sempat Nayaka memalingkan pandangan matanya, " kenapa liat-liat, naksir ya? " Bima tertawa sarkas.
" Amit-amit naksir sama Kamu, " jawab Nayaka. Saat Bima akan menghampiri, Nayaka segera pergi meninggalkan mejanya dan meminta pelayan untuk membawa makanan dan minuman ke ruang kerja yang terdapat di mini resto.
" Dasar Cewek manjah, " umpat Bima.
Makasih untuk like dan koment nya kakak2 tercinta.
Makasih juga hadiahnya, walau menurut Saya belum pantas mendapat hadiah 🙏.
Next lanjut up lagi ya. 😘😘😘