MENANTU

MENANTU
ENAM PULUH TIGA



Setelah sarapan pagi dengan nasi goreng kambing, Ferdian mengajak Sonya berolah raga ringan saja yaitu dengan berjalan kaki mengitari beberapa ruas jalan di perumahan ini.


Melewati beberapa deretan rumah, termasuk rumah Rino, tapi rumah Rino tampak sepi tak berpenghuni.


Sonya juga tak tahu kalau rumah itu milik Rino, hanya saja desain exterior rumah dan warna catnya, mengingatkan Sonya dengan Rino. " aah mungkin hanya kebetulan saja, " kata-kata di dalam hati Sonya.


Beberapa Tetangga yang sedang berolah raga saling menyapa dengan Sonya dan Ferdian, di perumahan ini rata-rata dihuni oleh pasangan Muda dan bekerja.


Hanya di hari libur kerja Mereka berada di rumah, sama persis dengan Sonya dan Ferdian.


Ferdian dan Sonya pun menyudahi olah raga ringan, segera kembali ke rumah, tapi sebelumnya Mereka mampir ke rumah Fiona untuk menyapa Mama dan Papa.


Lusa Mama dan Papa akan kembali ke Singapore dan akan datang lagi ke Indonesia saat acara resepsi pernikahan Sonya dan Ferdian dilangsungkan di Surabaya.


Minum secangkir teh hangat, menikmati camilan keripik bawang buatan Fiona.


Saat pulang Ferdian mengambil dan membawa 1 toples besar yang terisi penuh " Fii makasih ya keripik bawang nya enak! " Ferdian sambil cengar- Cergir nggak jelas.


" Dasar Pakde gak jelas, " ucap Fiona dengan mengacung-acungkan jari jempolnya kebawah.


" Kakak pamit pulang dulu ya Fii, makasih, " ucap Sonya.


" Iya Kakak Ipar Ku yang cantik, " jawab Sonya.


Ferdian dan Sonya pun, bergegas pulang ke rumahnya, Bik Heni yang melihat Ferdian membawa kripik bawang satu toples besar, jadi penasaran lalu bertanya.


" Den Ferdi beli dimana kripik bawang setoples gede begitu? " tanya Bik Heni.


" Beli sama Fiona, kalo Bibi mau pesen langsung aja ke Fiona, yang ini jatah nya Saya, " ucap Ferdian bergegas naik ke lantai atas langsung menuju kamar nya, dengan senyum-senyum jahil.


Bik Heni pun buru-buru keluar rumah, Bik Heni berniat memesan keripik bawang dengan Non Fiona.


" Bik Heni mau kemana? Sonya sedikit berteriak karena melihat Bik Heni berjalan terburu-buru.


" Mau kerumah Non Fiona sebentar Non, " jawab Bik Heni yang sudah menghilang di balik pintu.


Sonya pun naik ke lantai atas menuju kamarnya, saat masuk ke dalam kamar, tidak ada Ferdian disana.


Tubuh Ferdian yang putih, menampakan garis dan lekukan-lekukan indah karena rajin berolah raga.


Sonya dibuat terdiam karena desir aneh mulai menjalar di tubuhnya.


Saat Sonya berjalan menuju kamar mandi, tangan jahil Ferdian menarik kimono yang di gunakan Sonya.


Hingga bagian dua bukit kembar yang indah terpampang nyata.


" Jahil iih, " ucap Sonya yang malah menggelitiki perut Ferdian. Lalu bergegas masuk ke kamar mandi. Membilas tubuhnya sesaat karena terasa lengket habis berolahraga walau hanya jalan santai.


Saat Sonya keluar dari kamar mandi, dengan cepat Ferdian menggendong tubuh Sonya. Membawanya ke atas tempat tidur.


Kini posisi Sonya berada di atas tubuh Ferdian. Milik Ferdian yang sudah berdiri kokoh membuat Sonya menutup matanya seolah malu, padahal semalam iya sudah berkali-kali merasakan nikmatnya dihujam milik Ferdian.


Tanpa membuang waktu Ferdian memulai aksi, menghisap dan menyesap dalam-dalam kedua bukit kembar yang menantang secara bergantian.


Sonya mulai meliuk-liuk memposisikan dirinya sebagai pengendali permainan, milik Ferdi terasa sesak dan menusuk lebih dalam pada bagian inti milik Sonya.


Mereka seolah tak perduli jika suara ******* dan erangan Mereka terdengar sampai keluar ruangan.


Ternyata Ferdian sangat menikmati permainan ini, kalau boleh jujur, Ia besok ingin mengurung Sonya hanya untuk bergumul seperti saat ini, tapi sayang nya besok Ia dan Sonya akan bekerja.


Cuti akan di ambil untuk acara resepsi di bulan depan.


" Istriku sayang, masih boleh nambah gak? " mata Ferdi berkedip-kedip manja.


" Rehat dulu Suamiku sayang, " Sonya mengecup kening Ferdian.


" Tapi boleh sambil Mimik ya? " muka Ferdian memelas manja.


Sonya hanya bisa pasrah, rasanya tak mungkin menolak untuk seorang Suami yang sudah terikat hubungan halal dengan nya.


Awalnya hanya isapan lembut, lama-lama, berubah memanas, dan penyatuan terjadi lagi dan lagi, hingga lutut keduanya terasa lemas.


Moment yang sangat romantis, hot dan menjadi candu bagi keduanya.