
Sudah hampir dua bulan Fael dan Keluarga berada di rumah Sonya. Tak lama lagi rumah yang Fael beli siap di tempati. Fael membeli rumah di perkampungan tak jauh dari perumahan tempat Sonya Tinggal.
Sebenarnya rumah peninggalan Orang Tua Mereka masih ada, namun saat ini masih di tempati oleh Sepupu Mereka kebetulan Sepupunya memiliki usaha kuliner, sehingga memanfaatkan halaman rumah peninggalan Orang Tua Mereka. Sonya dan Raffael tak keberatan karena Sepupunya benar-benar merawat dan menjaga rumah itu dengan baik.
Ada 4 keluarga yang tinggal di rumah tersebut, semuanya Anak Almarhum Pakde, Kakak Sulung dari Almarhum Papa. Pakde mengalami kebangkrutan saat usaha ekspornya terpaksa di tutup karena ada oknum pegawainya menyelundupkan barang terlarang yaitu narkotika.
Meski Pakde sudah memakai jasa pengacara terkenal tetap saja perusahaan Pakde tutup. Sementara Anak-anaknya yang terbiasa hidup manja dan bergantung pada Orang Tua tidak bisa berbuat apa-apa.
Tak ada harta yang tersisa, atas permintaan Almarhum Papa, Pakde dan Keluarga di minta untuk tinggal di rumah milik Almarhum Papa. Almarhum Papa memberikan modal untuk membuka usaha, berkali-kali gagal, hingga akhirnya berhasil saat membuka usaha kuliner ini.
Baik Sonya dan Raffael tak mempermasalahkan sampai kapan Mereka akan menempati rumah peninggalan itu. Yang terpenting Mereka bisa hidup yang layak.
*
Ketika Kita bisa membantu Orang Lain, mengapa Kita tidak bisa membantu Keluarga terlebih dahulu. Hal baik adalah bantulah Keluarga atau Saudara terdekat Mu lebih dulu. Membahagiakan Orang adalah hal yang baik.
Saat ini usaha olshop Sonya semakin berkembang, apalagi ada model baru yang cantik dan centil Neina. Neina menjadi daya tarik tersendiri di mata para Konsumen. Sarah juga membantu Sonya dalam mengelola olshop, gaji perbulannya pun cukup lumayan dari pada Ia hanya duduk bersantai di rumah.
Bahkan brand SoFie sudah mulai dikirim ke Belanda. Sonya sangat mengagumi sosok Sarah, Adik Iparnya yang ternyata tak memiliki rasa gengsi meski dengan latar belakang pendidikannya yang tinggi.
Sore hari di saat hujan gerimis melanda, terdengar suara bel Neina yang sedang membaca komik kesayangannya segera membuka pintu.
" Assalamualaikum ", ucap Pria tersebut.
" Waalaikumsalam, Uncle cari Siapa? " jawab Neina.
" Bisa bertemu Ibu Sonya? "
" Saya Rino "
" Ok, tunggu sebentar ", Neina berlari menuju ruang keluarga, " Bukde ada yang cari, Uncle Rino namanya ". Sonya masih duduk terpaku. " Bukde, ayo temui "
" Oh iya, makasih Neina ", Sonya bergegas menemui Rino. Ternyata Rino masih berdiri di luar kemejanya sedikit basah.
" Hai Kak kenapa gak masuk? "
" Makasih, Aku disini saja, oh iya ini ada sedikit oleh-oleh kebetulan Aku baru pulang dari Palembang ".
" Aduh jadi enak nih, masuk dulu yuk Kak! Kita ngeteh dulu kebetulan ada Istri Fael dan Anak-anaknya ".
" Lain kali saja, titip salam dulu ya ".
" Ok Kak, makasih banyak lho ".
" Iya sama-sama, Aku pulang dulu ya ".
" Ati-ati Kak ".
Rino pun bergegas menuju mobilnya. Setelah mobil melaju Sonya masuk ke dalam rumah dengan membawa dua tentengan besar. Sementara Mba Tuti membawa satu kardus yang lumayan berat. Ternyata isinya aneka pempek, tekwan dan model makanan khas Kota Palembang. Aneka kerupuk kemplang juga banyak sekali, semuanya adalah makanan kesukaan Sonya.
' Cie cie Rino lagi PDKT gak ya? Apa lagi mengingat masa-masa bersama dulu, wah kira-kira Mereka CBLK gak sih? meski Mereka tak lagi muda tapi seru juga kali ya kalau bisa bersama lagi, sementara ini ngehalu dulu aja kali ya ' 😁.