MENANTU

MENANTU
109



Setelah acara lamaran dari Keluarga Besar Bima telah dilaksanakan. Kini berbagai persiapan extra cepat di persiapkan Mama Sonya dan tim suksesnya.


Mama Sonya dan Ayah Rino sebelumnya sudah memastikan bahwa Nayaka memang benar-benar telah siap menikah dengan Bima. Nayaka juga mengatakan bahwa selama ini Nayaka dan Bima sudah saling menyukai hanya saja Mereka memiliki rasa gengsi yang tinggi hingga saling memendam rasa.


*


Moula dan Mouli yang merasa di salip oleh Nayaka selalu saja menggoda Nayaka. Moula dan Mouli juga akan kembali ke rumah Mama Fenita mendekati hari pernikahan Nayaka. Karena setelah menikah Nayaka dan Bima akan menempati rumah peninggalan Almarhum Papa Ferdian.


Meski Nayaka meminta Moula dan Mouli tetap tinggal sampai Mereka menikah tapi Moula dan Mouli memilih akan tinggal di rumah Mama Fenita sampai Mereka menikah.


Moula dan Mouli juga sudah memiliki rumah, Mereka akan menempati rumah baru setelah acara resepsi pernikahan. Membeli rumah di perumahan yang sama, di blok yang sama dan tentunya bersebelahan, alias tetanggaan.


*


Moula akan menikah dengan seorang dokter yang bernama Satria, sedangkan Mouli akan menikah dengan seorang perwira polisi yang bernama Radityo.


*


Fenita yang sedang bingung, apakah Ia harus memberitahu Garda tentang pernikahan Moula dan Mouli akhirnya meminta saran pada Sonya, dengan sangat hati-hati Sonya mengatakan bahwa sebaiknya Fenita memberitahu Garda bahwa Mouli dan Mouli akan menikah, tapi sebelumnya Fenita harus berbicara dengan Moula dan Mouli.


" Sudah saatnya Kamu berdamai dengan hatimu Fe, biar bagaimana pun Garda itu Ayah dari Moula, Mouli dan Mesca, " ucap Sonya.


" Apalagi Fe kan sudah tahu, kalau Garda itu telah di jebak dokter Maya, dokter Maya hanya balas dendam karena tidak bisa menikah dengan Almarhum Mas Ferdian, " tutur Sonya dengan nada lirih.


" Sudahlah Kak, kalau Kak Garda tidak tergoda juga, semuanya tidak akan terjadi! Fe memang menentang keras hubungan Maya dan Kak Ferdi, selain itu Kak Ferdi juga tidak menyukai Maya "


" Fe, Kak Sonya sebelumnya minta maaf jika pertanyaan Kakak sudah lancang! sebenarnya hubungan Mu dengan Eja bagaimana saat ini ? "


Fenita menghembuskan napas panjang, " Gak apa-apa Kak, sebenarnya hubungan Ku dengan Mas Eja tidak baik-baik saja, karena ternyata Mas Eja sudah menikah sirih dengan rekan kerjanya, Aku sudah meminta Mas Eja memilih, kalaupun tidak bisa memilih Aku yang akan mundur "


" Fe apa tidak ada jalan lain selain perceraian? "


" Tidak ada Kak, Fe tidak ingin di madu, Fe gak mau berbagi Suami, " Fe mengatakan dengan lugas, tak ada air mata lagi, sudah cukup baginya menangisi Laki-laki tak setia dengan satu pasangan saja. " Anak-anak juga sudah mengetahui semuanya. Enzi dan Enzo bahkan menyetujui jika Kami bercerai. "


Sonya dan Fenita berpelukan, Mereka bukan seperti Kakak Ipar dan Adik Ipar, Mereka bagai Suadara Kandung yang tak terpisahkan.


Setelah berbicara dengan Sonya, Fenita mengajak ketiga Putri nya berbicara tanpa melibatkan Enzi dan Enzo. Moula dan Mouli menyetujui apa pun keputusan yang di pilih oleh Mama Fenita. Sedangkan. Mesca hanya diam tanpa berkata apa-apa.


Keesokan harinya Fenita menghubungi Garda di rumah sakit tempat Ia bekerja. Mereka membuat janji untuk bertemu tapi sebelumnya Fenita mengatakan bahwa Moula dan Mouli akan menikah dan apakah Kamu peduli tentang itu? Garda mengatakan Aku bahkan tak pantas untuk peduli karena selama ini Aku hanya seorang Ayah tanpa tanggung jawab.


Bagaimana pertemuan Moula, Mouli dan Mesca dengan Ayah Mereka? Aku lanjut di episode berikutnya ya.