
Sonya yang tadinya mau pulang ke tempat kos nya, akhirnya makan malam bersama, Sonya dan Anjela pun tampak akrab.
Karena sudah jam 10 malam Sonya akhirnya di antar dokter Ferdian, tadinya Sonya menolak karena di paksa Noa dan Anjela akhirnya Sonya mau di antar dokter Ferdian.
Sepanjang perjalanan menuju tempat kost, tak ada pembicaraan apa pun, suasana begitu hening, keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
Tiba di tempat kost, Sonya turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih karena sudah diantar oleh dokter Ferdian.
*
Sonya masuk ke dalam kamar kostnya, mengganti pakaian yang di gunakannya. Lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur yang tak begitu empuk.
**
Sementara dokter Ferdian menuju rumah sakit untuk mengecek keadaan Rino.
Kondisi Rino masih sama belum ada perubahan. Akhirnya dokter Ferdian menemui kedua Orang Tua Rino yang masih menunggu.
Setelah berbicara dan berdebat yang cukup lama akhirnya, Mama nya Rino menyetujui mulai besok Sonya boleh menemani Rino di rumah sakit.
Dokter Ferdian pun pulang ke rumah karena besok pagi-pagi sekali harus ke rumah sakit.
***
Adzan subuh sudah berkumandang Sonya bersiap-siap mandi, setelah itu melaksanakan shalat subuh.
Usai shalat subuh Sonya menyalakan ponselnya. Matanya berbinar saat membaca pesan singkat yang di kirim oleh dokter Ferdian.
Tak lama ponselnya berdering, ternyata Papa Mertua nya yang menghubunginya, setelah berbincang di telpon, Sonya bersiap-siap menuju rumah sakit.
Saat menuju ruangan tempat Rino di rawat, Ia tak melihat kedua Mertuanya. Sonya hanya bertemu dengan Mas Rifat, itupun tidak ada pembicaraan apa-apa.
Sonya mendekati tubuh Rino yang terbaring tak berdaya, dengan berbagai selang yang terpasang di tubuhnya.
Digenggamnya tangan Laki-laki yang sangat dicintainya itu. Perhalan Sonya mengajak Rino berbicara meski tak ada sahutan apa pun dari Rino.
Sonya memutar beberapa lagu favorite Mereka. Hingga saat dokter Ferdian masuk untuk memeriksa dokter Ferdian tersenyum karena kondisi Rino mengalami perubahan yang sangat pesat, Rino kemungkinan akan cepat sadar dalam kondisi komanya.
****
Mas Rifat yang mendapat kabar dari dokter Ferdian, segera menghubungi kedua Orang Tuanya.
# Biarkan saja si mandul merawat Rino, nanti kalau Rino sudah sembuh Kita tendang Dia jauh-jauh agar tidak membawa kesialan pada Keluarga Kita # ucap Mamanya Rino
# Sudahlah Ma, sebaiknya jangan berbicara seperti itu, Rino dan Sonya saling mencintai, jangan pisahkan Mereka Ma! " ucap Mas Rifat.
" Tuuuut, " telpon sengaja di tutup Mamanya Rino, ternyata Ia kesal mendengar perkataan Mas Rifat.
Karena Mas Rifat akan berkerja, Mas Rifat berpamitan pada Sonya. Mas Rifat memang tak banyak bicara, selama ini selalu patuh pada perkataan Mama dan Papanya.
Apalagi posisi Mas Rifat hanya sebagai Anak Angkat. Sudah dipastikan Ia banyak berhutang budi kepada kedua Orang Tua Rino.
Saat makan siang Sonya kebingungan karena tak mungkin Ia meninggalkan Rino sendirian.
Akhirnya Sonya meminta tolong kepada seorang OB rumah sakit untuk di belikan makan siang.
Makan siang di samping Rino, sambil berinteraksi seolah-olah Ia sedang makan siang bersama Rino. Sonya sangat bersyukur karena Ia masih di beri kesempatan untuk menemani Rino di rumah sakit.