
Tak terasa sudah jam 10 malam Ferdian pamit pulang, kebetulan Mami dan Papi baru saja akan masuk ke kamar.
Setelah mengantar Ferdian sampai mobil, Sonya pun masuk kerumah, menuju kamar mencuci muka, mengganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya.
Sonya mulai membaca pesan chat yang masuk, ada Kak Del yang sudah kebakaran jenggot, ada Frans yang beberapa kali telepon, ada Bu Melinda yang sudah tak sabar menanti Sonya bekerja kembali.
Semuanya pada kepo kalau bahasa gaulnya, ingin tahu banget tentang hal pribadi Orang.
*
Sonya pun melihat galeri fotonya, yang isi ya tentu saja potret kemersaannya bersama Rino. Sonya tak sedikitpun membeci Rino. Namun entah kenapa hati Sonya mulai dingin, Ia tak lagi merasakan kerinduan pada Rino, padahal sudah cukup lama Ia berjauhan dengan Rino.
Surat perceraian dengan Rino baru saja dikeluarkan, pengacaranya sedang mengurus semua. Kini status Sonya resmi sebagai Janda.
Sonya mulai terbiasa hidup tanpa Rino, lebih baik berpisah dari pada batin ini tersiksa dengan ucapan-ucapan yang sangat menyakitkan.
Rasanya tak ada Perempuan normal yang sudah menikah tapi tak ingin memiliki Anak, tak ada seorang Perempuan di dunia ini yang bisa bertahan dengan gelar Perempuan mandul dan pembawa sial. Sungguh gelar yang sangat buruk.
*
Besok Sonya akan membeli ponsel, ponsel lama akan Ia simpan karena banyak menyimpan kenangan indah bersama Rino.
Dalam heningnya malam Sonya pun akhirnya tertidur, berharap semua yang terjadi hanyalah mimpi, bunga tidur yang tak pasti.
Pov. Ferdian.
Baru saja tiba di rumah Fiona, Adikku yang masih kolokan dan manjah, padahal Ia sudah menikah.
Malam ini Fiona dan Garda mendapat shift malam, keduanya yang berprofesi sebagai dokter tentulah sangat sibuk, hingga waktu bertemu pun jarangn.
Saat Ferdian akan memasuki kamar, ada pesan tertulis diatas kertas yang di tempelkan pada pintu kamar.
* Kak jangan lupa makan! Fio dan Garda, lagi dinas malam *
Aku masuk kedalam kamar, mencuci muka dan mengganti pakaian, menggunakan boxer dan kaos tanpa lengan, mulai berbaring, mulai berselancar di dunia games kegemaran Ku.
*
Sonya nama yang cantik secantik Orangnya. Sungguh malam ini Aku merasa sangat bahagia.
Semoga saja dia jodohku. Aamiin, author ikut-ikutan seneng nih kalau berjodoh
Oh iya pada pengen tahu gak dengan visualnya dokter Ferdian.
Author tampilin ya, jreeeng-jreeng jeng.
Gimana visualnya dokter Ferdian, cocok gak nih kalau di pasangkan dengan Sonya.
Author aja gemes-gemes gimana gitu dengan wajah tampan dokter Ferdian.
**
Ferdian pun akhirnya tertidur pulas, Ia berharap dalam mimpi bisa bertemu dengan Sonya. Ferdian hanya tinggal mendapat restu dari kedua Orang Tua nya. Sebelum melangkah lebih jauh, Ia akan bercerita tentang Sonya, jika kedua Orang Tua nya merestui, maka Ferdian akan menjalin hubungan dengan Sonya.
Ferdian tak ingin menjalin hubungan dengan banyak masalah. Ia ingin menjalin hubungan yang sehat.
Tak ingin menyakiti, tak ingin mengecewakan baik Sonya dan kedua Orang Tua nya.
Langkah awal yang baik menurut author, karena akan lebih baik jika menjalin suatu hubungan harus lebih terbuka, apalagi Kita akan menjalin hubungan dengan seorang yang berstatus single parent, Janda ataupun Duda.
Meski kita hidup di zaman yang sudah modern, namun Kita yang masih memiliki kedua Orang Tua, Saudara, Keluarga dan Merabat, Kita harus saling memperkenalkan calon pendamping hidup Kita, jangan sampai setelah menikah pasangan hidup Kita mendapatkan sindiran, ejekan bahkan dicemooh dari Orang-orang terdekat dengan Kita.