
Rangakaian operasi sudah di lakukan, kondisi Ferdian semakin sehat. Ferdian sudah mulai praktek di rumah sakit meski dengan jadwal yang sangat sedikit.
Sedangkan untuk praktek di klinik milik ya sudah ada dokter Ayu dan dokter Dimaz. Ferdian lebih banyak mengahabiskan waktu untuk menulis buku ilmiah yang berhubungan dengan dunia kesehatan.
Hari-hari nya banyak di habiskan bersama Sonya dan Anak-anak, Ferdian berusaha melupakan sisa umur yang Ia punya. Semua atas takdir yang kuasa. Ia hanya bisa memasrahkan Diri nya, kapan kehidupannya akan berakhir.
Sonya adalah sosok Istri yang sangat melengkapi, semua kekurangan yang ada dalam hidup berumah tangga. Sonya selalu berseamangat dalam memberikan support pada Ferdian.
Ferdian pun tak lagi menyetir mobil sendiri jika sedang berpergian jauh, ke rumah sakit Ia juga di antar jemput Sopir.
Sesekali Sonya yang menjemput, sekaligus mengajak Anak-anak untuk sekedar makan, belanja dan nonton di bioskop.
Anak-anak sangat gembira bisa mengisi banyak waktu bersama Mama dan Papa nya.
🌼
Waktu berlalu begitu cepat, 5 tahun sudah sejak Ferdian menjalani rangkaian operasi tampaknya kondisi kesehatan Ferdian baik-baik saja, berkat tekad dan disiplinnya Ferdian dalam menjalani berbagai aktivitas.
Sofie kini sudah beranjak remaja, sudah sekolah menengah tingkat pertama yaitu SMP, sementara ketiga Adik nya masih di sekolah dasar.
Sofie tumbuh menjadi Gadis yang cantik, ramah dan periang. Perpaduan sifat Sonya dan Ferdian.
Sonya sudah berkerjasama dengan sebuah konveksi rumahan yang bertugas menjahit pakaian tidur hasil rancangannya.
Untuk harga memang menengah keatas, lumayan mahal namun sesuai dengan kwalitas bahan dan kwalitas jahitannya. Model dan motif bahannya pun tidak pasaran
Karena kebutuhan semakin meningkat, otomatis perlu menambah penghasilan, meski Ferdian mendapat gaji yang lumayan besar tiap bulan, belum lagi hasil dari klinik, namun semua itu tak membuat Sonya berleha-leha menikmati harta yang ada.
Dengan adanya usaha ini Sonya semakin bersemangat, Ia makin terlihat awet muda, karena waktu nya tidak gunakan untuk bersantai atau bahasanya jadi kaum rebahan.
Ferdian sering kali mengingatkan jangan terlalu sibuk nanti lelah, tapi Sonya yang memang pandai membagi waktu, tetap sehat, makin cantik dengan wajah dan tubuh yang terawat sempurna.
Anak-anaknya juga sering membantu jika pesanan membludak, karena mengerjakan 5 karyawan terkadang masih sering keteteran.
Rencana Ferdian akan membelikan sebuah ruko untuk di jadikan outlet yang menjual pakaian tidur dari Bayi sampai Nenek-nenek.
Sonya belum memutuskan untuk pindah ke ruko, lebih baik memanfaatkan rumah, selain dapat menghemat biaya transport, menghemat waktu dan menghemat dari biaya-biaya tak terduga lainnya. Sonya masih bisa mengawasi dan menemani Anak-anak saat belajar di rumah.
Sonya juga masih bisa merawat tanamannya, memasak untuk Ferdian dan Anak-anak. Jika sudah menempati ruko otomatis Sonya akan lebih banyak menghabiskan waktu di ruko tersebut. Hal inilah yang menjadi bahan pertimbangan bagi Sonya. Ia tak mau karena sibuk dengan usahanya waktu kebersamaan bersama Ferdian dan Anak-anak akan berkurang. Kodratnya sebagai Ibu rumah tangga, jadi Sonya memilih untuk bekerja dari rumah saja.