MENANTU

MENANTU
101



Di siang hari yang sangat terik Empat Orang Wanita hamil sedang berebut sesuatu, ternyata Mereka sedang makan rujak, Mama Sonya, Tante Sarah, Sofie dan Mba Tuti.


Ayah Rino baru saja turun dari mobil memesan 10 paket rujak yang di pesan Mama Sonya, tadi nya Pak Hanafi sopir proyek sudah mengantarkan 4 jus mangga dan 4 paket rujak tapi ternyata masih kurang.


Mama Sonya lalu menelpon Ayah Rino untuk membeli nya lagi dan meminta Ayah Rino yang membawa nya langsung. Ayah Rino yang sedang menghadiri peresmian gedung yang baru diselesaikan oleh tim nya, dengan berat hati meninggalkan acara tersebut padahal acara tersebut belum selesai.


" Tidak apa-apa Pak Rino, untuk Anak Pertama jangan sampai di tunda apalagi di tolak, " ucap Pak Wibisino selaku pemilik gedung


" Baik terima kasih kalau begitu Pak Wibi, "


Rino pun bergegas pergi menuju tukang rujak, membeli 10 paket sekaligus. Ayah Rino baru saja tiba di rumah lama Mama Sonya, menenteng kresek besar.


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikumsalam " di jawab secara berjamaah oleh keempat Wanita hamil yang penuh keringat sambil menahan pedas " huha... huha ".


" Kok banyak banget Ayah Rino bawanya " kata Sofie


" Gak papa, biar gak rebutan "


" Hihiiiii.... Tuan tau aja kalau Kita dari tadi rebuatan, " jawab Mba Tuti dengan polosnya.


Ayah Rino mengelus perut Mama Sonya sambil berkata " Jagoan Ayah masih kurang rujaknya? "


" Kok jagoan sih Ayah! kan masih rahasia jenis kelaminnya "


" Siapa tau aja Laki-laki "


" Masak apa Ma? Ayah laper belum makan siang tadi "


" Aduuuh, Mama belum masak, pesen aja ya, Mama pesenin deh "


" Ayah maunya masakan Mama"


" Cie... ciee yang manja yang manja, goda Sofie "


" Ya udah Mama masakin dulu "


" Gak jadi deh Ma, Ayah pesen di mini resto resah ku hilang aja, biar dianter ke rumah, Mama mau pulang sekarang apa nanti sore? "


" Sekarang ajalah "


" Rujakan nya gimana Mba? " tanya Sarah


" Simpen aja di kulkas besok Kita lanjut lagi, okey "


" Okey " jawab Sofie, Tante Sarah dan Mba Tuti.


Tim rujakan akhir nya bubar. 10 menit sampai di rumah pesanan datang, Mama Sonya dan Ayah Rino mulai menikmati makan siang nya.


" Dede kangen ya sama Ayah? nanti Ayah nengokin Dede ya "


" Modus deh Ayah, bilang aja pengen "


" Emang Mama gak kangen nih sama si phyton! "


" Apaan sih Ayah "


Mama Sonya mencubit lengan Ayah Rino tak henti-hanti. " aww awww teriak Ayah Rino membuat para ART menahan senyum melihat kelakuan majikannya.


Setelah selesai makan Ayah Rino dan Mama Sonya menonton siaran televisi, dengan berbisik Ayah Rino mengatakan " udah siap di gempur phyton? "


" Ayaaaah.... "


* Cuuuuuup * satu kecupan mendarat di bibir Mama Sonya untuk membungkam jeritan selanjutnya. Mengendong Mama Sonya dengan perutnya yang semakin besar. Saat phyton bertamu juga harus extra hati-hati karena sarang nya semakin sempit untuk di masuki.


Kali ini Mama Sonya hanya bisa pasrah, menikmati semua kenikmatan yang nyata. Mama Sonya masih lelap tidurnya, sementara Ayah Rino sudah bangun bersiap-siap mandi. Namun niatnya mandi nya di tunda saat pemandangan indah menyilaukan kedua mata nya. Layak nya seperti Bayi mungil Ia menghisap dan menyesap dalam-dalam bagian terindah itu. Napas Mama Sonya terengah-engah, kemudian terbangun karena jari tangan Ayah Rino menggelitik sarangnya.


" Hmmm... Ayah, udahan yuk, mau mandi "


" Hmmm "


" Hayuuk cepetan "


Dengan penuh semangat Ayah Rino menyerang sarang kembali, Mama Sonya pun berkata " Hayuuk Mandi! "


" Sudah tanggung, Kita selesain dulu "


" Astagah punya Suami aji mumpung " akhirnya Mama Sonya lagi-lagi memasrahkan tubuh dan sarang nya untuk di masuki si phyton yang gagah berani.


Untuk Mama Sonya gunakan bahasa dan kata-kata yang jelas, agar Ayah Rino gak salah mengartikan nya 😀.


Ayah Rino mah hayuuuk waee' 🤣.


Terima kasih kakak2 yang udah like dan komentar 😘.


Terima kasih juga yang udah kirim hadiah2 🙏😍


Salam terlove love dah ❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Oh iya baca juga ya, cerita sederhana Ku yang lainnya :



Bukan Jodoh Ku (End)


Kembalikan CintaKu (End)


Shakurra (End)


Jangan Sebut Aku Pelakor (End)


Sebodoh inikah Cinta ( On Going)


Cinta tanpa batas ( On Going)


Kita bagai sepasang sepatu sandal ( On going )


Terjerat Cinta CEO ( On Going )



😍🙏🤗