MENANTU

MENANTU
107



Bima tersentak saat pipi kanannya mendapat tamparan yang cukup keras dari Nayaka, bukan nya marah, Bima malah menarik tubuh Nayaka dalam pelukan yang sangat erat. Dengan rakus Bima kembali ******* bibir Nayaka, mengabsen tiap inci bagian dalam mulut nya.


Nayaka seperti kehabisan napas, Bima pun melepas ciumannya, beralih pada leher jenjang Nayaka meninggalkan beberapa tanda merah disana. Nayaka hanya bisa terdiam, kedua sudut mata nya mengeluarkan titik bening, " Dasar Laki-laki tak berperasaan, " ucap Nayaka sambil terisak.


" Aku akan bertanggung jawab dengan semua perbuatan Ku, " jawab Bima sarkas


" Aku tidak pernah meminta Mu untuk bertanggung jawab "


" Aku tauu, ini ciuman pertama bagi Mu, Aku akan menemui Orang Tua Mu "


" Aku rasa tidak perlu! "


Bima yang sudah terbakar panasnya gejolak seorang Laki-laki normal dan Dewasa, kini memeluk dan merapatkan tubuh nya, mulai mencium kembali bibir Nayaka yang terasa sangat manis dan menjadi candu bagi nya. Kali ini tak ada penolakan dari Nayaka, hati nya menolak tapi tubuh nya menerima sentuhan dari Laki-laki yang selama ini selalu membuatnya kesal.


Bima melepaskan ciuman panas, karena sesuatu yang tertidur dibawah sana mulai menggeliat bangun, mendesak keluar ingin memasuki sarang yang selama ini belum pernah Ia rasakan.


" Maaf Aku lepas kendali, " ucap Bima tersadar dengan perbuatannya yang telah melampaui batas.


Nayaka hanya menunduk, kemudian pergi meninggalkan Bima sendiri di meja, suasana di dalam mini resto cukup sepi karena para pengunjung dan Keluarga besar sedang berada di luar, meniup terompet dan menyalakan kembang api.


*


Sebenarnya sudah sejak awal Bima menyukai Nayaka, hanya saja Ia belum menyadarinya. Gadis yang Ia anggap manja itu sebenarnya sosok gadis yang sangat mandiri, hanya saja belum menjadi Gadis yang tangguh.


Nayaka merasa apa yang di ucapkan Bima hanyalah bualan belaka. Bukti nya setelah kejadian malam itu Bima belum sama sekali menghubunginya.


*


Di Minggu pagi yang cerah, satu pesan masuk di ponsel Nayaka * Jam 10 pagi Aku akan meminta ijin pada Orang Tua Mu untuk menjadikan Mu Istriku *


" Triiiiiing " bunyi tanda masuk pesan.


" Astagah, " Nayaka sangat kaget setelah membaca isi pesan dari Bima. Dengan langkah terburu Nayaka segera mandi, memoles tipis muka dan bibir nya. Menelpon Mesca bahwa hari ini Ia tidak bisa datang ke mini resto.


Bima baru saja tiba di kediaman Ayah Rino dan Mama Sonya. Ayah Rino sedikit bingung dengan kehadiran Bima karena seingatnya, Dia tidak ada janji dengan siapapun hari ini. Setelah Bima memperkenalkan diri barulah Ayah Rino tahu kalau Bima adalah Rekan kerja Nayaka. Bima pun dengan lugas mengatakan maksud kedatangan nya hari ini adalah untuk melamar Nayaka untuk di jadikan Istrinya, Ayah Rino dan Mama Sonya saling berpandangan, saat Mama Sonya baru saja akan menelpon Nayaka. Nayaka sudah berdiri di ambang pintu dengan mengucapkan salam.


" Karena Nay sudah datang, Om dan Tante akan menanyakan pada Nay apakah Nay bersedia menjadi Istri Nak Bima.


Nayaka yang mendengar perkataan Ayah Rino, sangat terkejut, Ia menutup mulut nya dengan tangan nya.


Lalu apa yang terjadi selanjutnya apakah Nay bersedia menikah dengan Bima. Kita lanjut di episode berikutnya ya.