
" Baiklah, Kalian sudah menikah hampir delapan tahun, hingga saat ini belum di karuniai Anak, lalu apa yang akan kalian lakukan untuk meneruskan keturunan kalian nanti? "
" Plaaakkk, " rasanya satu tamparan keras jauh lebih berarti di bandingkan dengan pertanyaan dari Mama Mertuaku, kata-kata itu hanya bisa terucap dalam hati Sonya
" Maksud Mama! saya tidak paham, " tanya Rino kepada Mama nya.
" Kamu tidak paham atau hanya berpura-pura saja! "
" Mohon maaf Ma, saya tidak bermaksud lancang kepada Mama, tapi apa sebenarnya maksud pertanyaan Mama kepada Kami? " kali ini Sonya berbicara mantap, suaranya pun tidak bergetar.
" Mama mau Rino menikah lagi? agar Rino mendapatkan Anak! "
Suasana menjadi hening, Rino pun akhir membuka suara.
" Aku tidak mau menikah lagi Ma, "
" Kalau begitu, buat Dia hamil, jangan mandul terlalu lama! " jari telunjuk Mama Rino terhujam menunjuk Sonya.
" Ma, tolong jaga kata-kata Mama, belum tentu Sonya mandul! "
" Kalau begitu buktikan kalau Ia tidak mandul "
" Boleh Saya bicara, " ucap Sonya
" Silahkan saja, " ucap Mama Rino dengan nada ketus
" Saya mengijinkan Kak Rino menikah lagi, " kata-kata Sonya sangat tegas, Ia tersenyum penuh ikhlas meski hatinya sangat hancur.
" Bagaimana Rino, perempuan mandul ini sudah menyetujuinya tunggu apa lagi! "
" Tidak Ma, Rino tidak akan menikah lagi meskipun sampai akhir hidup Kami tidak diberikan keturunan, "
" Ooh begitu cara Mu membalas budi kepada Orang Tua Mu! baiklah mungkin Kamu lebih senang dan bahagia dengan kematian Ku! "
" Astarfirllah, cukup Ma, tolong jangan berkata begitu, Saya pastikan Kak Rino mau menikah lagi, " ucap Sonya dengan suara bergetar, ada air mata yang tertahan di sudut matanya.
" Baik Ma, Mama silahkan pilihkan Istri kedua untuk Kak Rino, dan Saya akan siap menyaksikan pernikahannya "
" Tidak Beib, Kamu tidak boleh menuruti kata-kata Mama, Aku tidak mau menikah lagi "
" Kalau Kamu tidak mau menikah lagi, buat Sonya hamil, kalau sampai tiga bulan kedepan Sonya tidak hamil, Kamu harus menikah lagi "
Mama Rino keluar dari kamar dengan muka penuh amarah. Rino memeluk erat tubuh Sonya. Rino menangis dan berteriak sekeras-kerasnya hingga Papa merasa bingung, apa yang telah terjadi dengan Putranya itu.
Saat Papa bertanya pada Mama, Mama hanya menjawab " Ini urusan Mama dan Anak, Papa tidak perlu tahu untuk saat ini! "
Papa hanya bisa menghela napas, Ia sangat paham dengan karakter Istrinya yang sangat keras dan dominan.
*
" Ayo Kita sarapan Kak, kalo memang sudah jalannya Kamu harus menikah lagi, Aku rela, " Sonya mencium kening Rino.
" Tapi Aku sangat mencintai Mu Beib, Aku tak mau menikah lagi "
" Iya Aku percaya itu Kak, semoga saja dalam waktu tiga bulan ini Aku bisa hamil Kak, kalo pun tidak hamil itu merupakan Qodarullah "
" Aamiin, semoga Allah SWT mengijabah do'a Kita Beib "
" Aamiin "
Sonya dan Rino pun keluar dari kamar, Mereka sarapan pagi. Lalu Sonya seperti biasa merawat tanamannya yang sudah berminggu-minggu Ia abaikan.
Melihat Sonya bersikap tenang, Mama Rino tersenyum sinis melihatnya.
Entahlah kenapa Mama Mertua nya, jadi bersikap semakin kasar terhadap Sonya. Padahal selama menjadi Menantu Sonya selalu bersikap baik, patuh dan sopan kepada kedua Mertuanya.
Apakah Sonya bisa hamil Kita lanjutkan di efisode berikutnya ☕