MENANTU

MENANTU
130



Kondisi Mama Sonya sedikit membaik untuk itu Ayah Rino dan Anak-anak sepakat untuk merawat Mama Sonya di rumah, karena kurang baik juga terlalu lama di rawat di rumah sakit. Sementara ada Anak dan Menantu nya yang bisa mengecek kondisi kesehatan Mama Sonya.


Saat tiba di rumah mata Mama Sonya berbinar, terpancar rasa senang, Ayah Rino semakin yakin bahwa dengan merawat Mama Sonya di rumah akan mempercepat kesembuhan Mama Sonya. Baru saja memasuki rumah Mama Sonya di sambut dengan tagisan Hicho yang sangat nyaring, ternyata Hicko haus sementara Nina sedang sarapan pagi.


Nina pun bergegas mencuci tangan nya, mengendong Putra kesayangan nya lalu menyusui nya, Mama Sonya pun berdiri dan berjalan mencari suara tangisan Hicko, betapa terkejut nya Nina saat melihat Mama Sonya kini sedang bediri di dekat nya.


"Mamaa", spontan saja Nina akan berdiri namun Mama Sonya memberi kode agar Nina duduk saja. Mama Sonya membelai rambut Hicko yang hitam, lebat dan tebal. Air mata mata Mama Sonya pun menetes, dalam hati nya Ia sangat berterima kasih pada yang maha kuasa karena masih di beri kesempatan hidup agar bisa melihat Cucu nya.


Ayah Rino dan Sofie memberi waktu Mama Sonya melepas kerinduan dengan Hicko dan Nina. Hari-hari pun berlalu kini Mama Sonya sudah sehat, sudah bisa bicara dan ngobrol meski tak bisa berlama-lama. Sudah bisa menggendong Hicko meskipun tak bisa lama.


Pov. Mama Sonya


Tuhan masih memberikan kesempatan kedua untuk Ku. Meski Aku tak tau berapa lama lagi Aku bisa bersama Anak-anak Ku, Suami Ku dan Cucu-cucu Ku. Usia Ku sudah Tua bahkan renta. Namun Aku masih egois karena masih menginginkan hidup lebih lama.


.


.


.


Sejak sakit Mama Sonya sudah tak bisa lagi seaktif seperti dulu, bisnis nya pun kini di kelola oleh Nayaka. Ia sudah tak sekuat dan setangguh seperti dulu. Hari-hari nya di isi dengan bermain bersama Hicko. Hicko benar-benar obat mujarab untuk kesembuhan Mama Sonya.


Sejak pasca melahirkan Nina memutuskan untuk resign dari pekerjaan nya, Ia memilih menjadi Ibu rumah tangga saja. Nina benar-benar tak bisa jauh dari Hicko.


Entah berapa lama lagi Ayah Rino dan Mama Sonya hidup, tidak ada yang tahu, yang pasti Mereka berdua sudah sangat Tua. Sofie, Nayaka, Arga dan Argi sangat mendukung Nino untuk mengelola bisnis Ayah Rino karena sangat sayang jika harus Orang lain yang mengelola nya.


10 tahun pun berlalu di pagi yang sangat damai Mama Sonya telah menghebuskan napas terakhir nya, di dampingi Ayah Rino dan Nino, Mama Sonya pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan Ayah Rino dan Anak-anak nya menuju surga keabadian. Tangis dan kesedihan terdengar dan terlihat jelas, hujan rintik-rintik saat pemakaman Mama Sonya menambah suasana haru.


Sudah hampir dua Minggu sejak meninggal nya Mama Sonya, terlihat Ayah Rino duduk sendiri di teras kamar nya, hanya ada secangkir kopi hitam yang menemani nya, tak ada senyuman, tawa serta canda dari Sonya, Ia begitu merindukan Sonya, Ia berharap akan segera menyusul Sonya, karena separuh hidup nya kini telah pergi untuk selama-lamanya.


@@@


Tuhan ... Aku menunggu saat itu tiba


Saat Aku bisa bersama Dia


Aku sudah lelah sendiri tanpa Dia


Tuhan ... Tolong satukan Kami berdua


Sonya Cinta Hidup Ku Cinta Mati Ku


@@@


____ TAMAT____