MENANTU

MENANTU
DELAPAN PULUH ENAM



Fael dan Sonya sangat menikmati aneka pempek, sudah lama sekali Mereka tak menikmati makanan khas Kota Palembang ini.


" Sepertinya pempek ini akan menumbuhkan rasa yang dulu pernah ada, " mata genit Fael berkedip-kedip sambil mencolek Sonya.


" Jelas iyalah, rasa ketagihan hingga tak mau berhenti melahapnya tak bersisa, "


Fael menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, Neina dan Sarah yang baru pertama kali makan pempek pun menyukai rasanya. Oleh-oleh yang diberikan Rino juga sangat banyak jadi Mereka bisa makan dengan porsi extra.


" Nanti Aku pesenin lagi Kak, ini kan ada no telpon toko pempeknya, recomended banget rasanya, " ucap Fael yang terus mengunyah.


" Neina juga suka Pap, pesan yang banyak ya Pap! "


" Ok sayang, "


Setelah pempek tandas tak bersisa Mereka menuju ruang keluarga sambil menonton tanyangan televisi Fael pun melanjutkan mengunyah aneka kerupuk kemplang ikan yang sangat gurih rasanya.


" Mantan Kakak Ipar memang masih sangat paham betul dengan selera mantan Istrinya, "


" Fael lebaay deh, " ucap Sonya sambil mencubit dagu Adiknya yang panjang.


Sarah hanya tertawa kecil melihat kelakuan Kakak dan Adik yang begitu hangat. Tiba-tiba suara bel berbunyi, Sonya bergegas menuju pintu depan. Seseorang baru saja dibicarakan kini berada di hadapan Sonya.


" Kak Rino! " Sonya tak menyangka kalau Rino yang datang.


" Kamu kenapa kaget begitu! boleh Aku bertemu dengan Raffael? "


" Oh iya tentu saja, silahkan masuk Kak, " Sonya pun langsung menghampiri Fael mengatakan bahwa ada Rino ingin bertemu. "


" Cie cie gak salah nih, mau ketemu Aku? "


" Lah emang kenapa? " wajah Sonya berubah manyun.


" Kayaknya ada yang mau melamar nih, " goda Fael, Ia lalu menemui Rino.


Ada rasa membuncah dalam dada Sonya, kenapa Ia merasa seperti kembali ke masa lalu. Ada debar-debar aneh di dadanya.


Raffael dengan sangat senang hati menerima ajakan Rino. Hari Sabtu dan Minggu pekan ini, Ia akan ikut dalam meeting yang membahas mengenai proyek pembangunan gedung sekolah.


Rino pun pamit pulang, tapi Ia lupa berpamitan dengan Sonya. Sonya yang sedari tadi masih di ruang keluarga menonton televisi, bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang di bicarakan Raffael dengan Kak Rino.


Saat Fael berjalan menuju pantry, Sonya bertanya " Lho kok Kak Rino nya di tinggal ngemil? "


" Kak Rino udah pulang, "


" Mmmm, "


" Kayaknya ada yang nungguin nih, ada yang belum pamitan pulang. "


" Apaan sih Fael, " wajah Sonya bersemu merah muda karena lagi-lagi Fael menggodanya.


.


.


.


Rino yang baru saja sampai di rumah, langsung menuju kamar mandi, tubuhnya terasa lengket. Setelah mandi Ia meminta Minah ART nya untuk membuatkan kopi hitam. Sesaat setelah menyeruput kopi Rino baru ingat kalau Ia tadi pulang tak berpamitan dengan Sonya.


Akhirnya Rino mengirimkan sebuah pesan pada Sonya # Maaf ya tadi, Aku lupa pamitan pas pulang 🙏 #


Sonya yang baru saja merebahkan tubuhnya, tersenyum saat melihat ada pesan masuk dari Kak Rino.


# Tidak apa-apa Kak # pesan balasan dari Sonya. Sejak malam itu Sonya dan Rino jadi sering ber komunikasi meski melalui pesan.


" Eheeem eheem deh, jadi gemesss gimana gitu, " Author nya jadi ikutan seneng deh.


Semoga aja Mereka berjodoh lagi ya!