MENANTU

MENANTU
125



Setelah hari itu, hubungan Nino dan Nina semakin dekat, Nina yang berprofesi sebagai ahli gizi di sebuah rumah sakit, berasal dari Keluarga sederhana hanya memiliki satu Orang Adik Laki-laki yang saat ini masih kuliah di luar kota.


Hubungan perteman Nino dan Nina sudah berjalan 6 Bulan. Belum ada tanda-tanda Nino akan mengutarakan isi hati nya. Keduanya menjalani hubungan secara natural.


Sampai di Bulan kedelapan Nino telah siap mengutarakan isi hatinya, tak butuh waktu lama Nina pun menerima Nino jadi Kekasihnya.


Setelah hari itu Nino mulai berani berkunjung ke rumah Nina, Nino menyempatkan diri untuk ngobrol dengan Kedua Orang Tua Nina. Setelah hubungan terasa akrab, Nino meminta ijin untuk memperkenal kan Nina pada Kedua Orang Tuanya.


Mama Sonya sempat kaget karena tiba-tiba saja Nino membawa Seorang Wanita ke rumah dan memperkenalkan nya sebagai calon Istrinya. Sementara Ayah Rino bersikap santai karena sudah mengetahui semua nya.


Nino selalu curhat pada Ayah Rino mengenai hubungannya dengan Nina, meski berbeda Suku tak jadi masalah, Orang Bandung bertemu dengan Orang Sumatera Selatan lebih tepat nya Orang Palembang.


Semua Suku itu baik, tergantung dari pribadi masing-masing. Meski banyak yang mengklaim bahwa Suku itu lah yang terbaik. Sebuah pemikiran yang keliru. Semua tergantung dari attitude dan didikan dari Orang Tua, lingkungan nya dan pribadi nya masing-masing.


Karena hubungan Nino dan Nina sudah mantap, Ayah Rino dan Mama Sonya memutuskan untuk berkunjung ke rumah Nina, silaturahmi sekaligus akan melamar Nina.


Group Keluarga seketika ramai dan heboh mendengar berita Nino akan melamar Seorang Wanita. Para Keponakan mulai mencecar Nino dengan berbagai pertanyaan.


"Serius Uncle mau married nih? " pertanyaan Yovie seakan tak yakin dengan keseriusan Uncle nya.


"Heee... Yovie, pikiran Mu kemana?" Sofie menanggapi pertanyaan Anak nya Sendiri.


"Mungkin Yovie, kaget Mba! kan selama ini Nino gak ada pergerakkan sama Wanita," Nayaka pun berkomentar.


"Pokok nya Mas Arga setuju,"


"Kapan jadi nikahnya Uncle?" tanya Quina Anak dari Nayaka.


"Sssstttt.... pada kepo ya, tunggu aja undangannya," komentar Mama Sonya mengakhiri obrolan di group Keluarga.


Tak lama sebuah foto muncul di group Keluarga dengan caption "Komentar nya di save dulu, sekarang waktu nya rehat bye,'


Yovie yang sebenarnya udah gak tahan ingin berkomentar dengan terpaksa bermonolog sendiri "ini bukan cantik tapi manis gak ngebosenin, wajah khas Sumatera banget kulit putih, mata sipit, hidung minimalis. Body goal cucok lah sama Uncle Ku yang tampan dan mapan hidupnya,"


Berbeda lagi dengan Nayaka dan Bima, Mereka sudah memikirkan terlalu jauh, " Anaknya bakalan unik banget nih Nay, kalau Cowok atau pun Cewek mirip artis Korea nih!"


"Iya juga sih, tapi Kita kudu ke Palembang kah? untuk melamarnya,"


"Soal itu nanti Kita tanyakan Mama, sekarang saat nya Kita nambah Ponakan buat Nino,"


Lampu di padamkan dan Bima mulai beraksi di tengah malam, adegan 17+ nya mikir masing-masing aja ya! yang pasti kalau lutut belum lemes Bima masih melakukan genjatan senjata. Selamat memproduksi Keponakan buat Uncle Nino.


.


.


Berbagai persiapan lamaran sudah selesai, Mama Sonya dan tim nya yang terdiri dari Anak dan Menantu nya. Benar-benar mempersiapkan secara rinci dan detail karena ini merupakan pernikahan Putra nya yang terakhir. Kalau pun ada pernikahan lagi sudah jelas itu pernikahan Cucu-Cucu dan Keponakannya.