MENANTU

MENANTU
LIMA PULUH TUJUH



Adzan subuh telah berkumandang, Frans menggeliat bangun, dilihat wajah cantik dan ayu tengah memeluknya, gairahnya pun bangkit kembali.


Tangan Frans mulai bergerilya dibagian dada yang indah, memilin dan menghisapnya dalam-dalam. Delima yang merasakan sentuhan terbangun dan mendesah kenikmatan.


" Sayang Kita lanjutin yang semalam, habis itu Kita mandi dan shalat subuh, " pinta Frans.


Delima pun mengangguk tanda setujuh dengan permintaan Frans. Penyatuan di pagi hari membuat tubuh yang tadinya kedinginan kini penuh dengan peluh.


Usai olah raga panas, Mereka pun mandi bersama, Frans menggendong tubuh Delima karena Frans tahu pasti daerah inti Delima terasa perih.


Setelah shalat subuh Mereka kembali ke atas tempat tidur, diluar sedang gerimis, menambah suasana semakin romantis.


*


Delima keluar kamar sebentar, membuatkan teh hangat untuk Frans dan membawa beberapa potong sandwich kedalam kamar.


Delima juga melihat Fellia masih tidur dengan lelap di temani Neneknya Ibu dari mendiang Istri Frans yang kini ikut tinggal bersama Frans dan Delima.


Delima kembali masuk ke kamar, menikmati teh hangat dan sandwich bersama Frans.


Kini Mereka duduk berdua di atas sofa menonton tayangan televisi.


Tangan Frans mulai membuka kancing dress milik Delima, " kalau lagi di rumah gak usah pakai bra sayang, " ucap Frans.


" Memangnya kenapa sayang? " tanya Delima.


" Biar gampang mimik susunya, " Frans mulai menyesap dalam-dalam area favoritnya itu.


Seperti bayi yang sedang kehausan terus menyesap, mengecapnya. Delima hanya bisa pasrah menikmati apa yang dilakukan Frans.


" Sayang, ini hal wajib yang akan Aku lakukan setiap harinya, waktunya juga kapan saja, " ucap Frans sambil mengedipkan matanya.


" Iya sayang, " rasanya area inti ini sudah basah namun untuk meminta itu lagi, tubuh ini sudah lelah, gumam Delima.


Ternyata dia sosok Laki-laki yang manis, lembut dan perhatian. Dia juga sangat gagah, Delima meraba bagian milik Frans yang menyembul dari balik boxernya.


Perlahan membukanya karena penasaran dengan isinya. Semalam Delima ingin melihatnya tapi malu, kini Ia malah ingin melihatnya saat Frans sedang tertidur.


" Woow..., " Delima cepat- cepat menutup mulutnya, terkejut dengan pemandangan didepannya. Frans yang sebenar nya sudah bangun pura-pura sedang tidur, Ia memperhatikan wajah Delima yang tampak terkejut melihat milik nya berdiri kokoh dengan ukuran yang luar biasa.


Tak ingin melewatkan kesempatan. Frans langsung menyesap dalam-dalam bagian terindah milik Sonya, kini keduanya menyatu kembali dalam deru napas yang mengebu.


Rinai hujan di luar seakan merestui penyatuan Mereka.


Di tempat lain Sonya sedang menikmati sepiring nasi goreng dan susu coklat panas. Bersiap-siap menuju kantor, hari ini Ia hanya berdua dengan Albert di ruangannya.


Tiba di ruangan tampak Albert sedang duduk manis menyambut kedatangan Sonya dengan senyuman manis menggoda.


Aroma parfum khas Laki-laki lembut dan menenagkan jiwa.


Sonya tampak asik menyesaikan pekerjaannya. Albert mendekat kearah meja Sonya, kepala di condongkan ke arah samping muka, Albert menanyakan beberapa point laporan yang belum iya pahami.


Hembusan napas Albert terasa menggelitik telinga Sonya. Albert sengaja menanyakan sesuatu hingga hidung Sonya menyentuh bagian bibir Albert.


Keduanya terdiam, deru napas keduanya kini bersahutan, Albert sudah tidak bisa mengontrol dirinya. Ia langsung mencium bibir Sonya.


Kini keduanya berpagut mesra, ciuman mereka pun semakin dalam, kedua tangan Albert pun sudah menelusup masuk kedalam blouse yang dikenakan Sonya.


" Bruuuuk, " Sonya tak sengaja menjatuhkan beberapa map file, Albert pun terkejut. " so sorr sorry udah bikin kaget ya ? " ucap Sonya membuyarkan khayalan mesum Albert.


Ternyata cuma khayalan saja, author suka jahil nih. Malah godain para pembaca setia.


Baiklah Kita lanjut lagi nanti ceritanya. Author sudah UP 3 episode sekaligus.


Salam sayang untuk pembaca setia 🙏😘🤗.