
Hari-hari yang di jalani Sonya terasa begitu berwarna, kini ada sosok Oma yang sering kali bersama Anak-anaknya.
Sejak kejadian tragis yang menimpa Mama Rino kini hubungan Mereka harmonis, Mama Rino menjadi sosok Oma yang baik dan perhatian.
Terkadang Beliau menahan tangis, menyesal akan perbuatannya dahulu pada Sonya. Berkali-kali Mama Rino meminta maaf dan mengucapkan kata penyesalan.
Karena Sofie dan Nayaka menyukai seni melukis, Mereka mengikuti kelas melukis di sekolah seni milik Rino. Rino sangat menyukai Anak-anak Sonya, semuanya sangat manis dalam bersikap, santun dalam berbicara dan menjadi pendengar yang baik.
Karena Sonya juga sibuk mengurus Arga dan Argi. Rino sering kali mengantar Sofie dan Nayaka pulang ke rumah saat mengikuti kelas melukis.
Awalnya Sonya melarang karena khawatir akan merepotkan tapi karena alasan Rino tepat, sekalian pulang ke rumah. Akhir nya Sonya setuju asal tidak merepotkan.
Malam ini Ferdian baru saja pulang dari luar kota, Ia baru saja mengikuti seminar. Raut wajahnya tampak sangat lelah, tak biasanya Ferdian langsung tidur tanpa mandi.
" Sayang bangun, sudah makan belum? " Sonya menepuk-nepuk pipi Ferdian.
" Aku ngantuk sekali sayang, biarkan Aku tidur, " jawab Ferdian lalu memejamkan matanya lagi.
" Baiklah sayang, jika tengah malam terbangun karena lapar, bangunin Aku ya? " Sonya mengecup lembut bibir Ferdian. Kemudian berbaring di samping Suaminya untuk tidur juga.
Sonya pun tertidur lelap. Tiba-tiba saja napas Ferdian tersengal-segal, sepertinya sesak. Sonya berusaha untuk tidak panik. Ia menelpon Fenita Adik Ipar nya untuk datang ke rumah memeriksa keadaan Ferdian.
Kebetulan mobil Ambulance selalu ada di klinik, sang Sopir pun bergegas menyalakan mobil setelah mendapar perintah dari Fenita, jalan cukup sepi karena ini sudah tengah malam.
Fenita dan Sonya yang saat ini memakai piyama tidur hanya menutupi dengan cardigan seadanya.
Anak-anak masih tidur pulas tak ada yang tau kalau Papa nya sedang sakit, si Mbok dan si Mbak masih tertegun di meja makan. Sementara Pak Satpam dan Pak tukang kebun masih duduk lemas di pos keamanan rumah.
Tiba di rumah sakit Ferdian langsung di bawa ke ruang ICU, sekitar 20 menit berlalu salah satu dokter keluar dari ruang ICU dan menjelaskan keadaan Ferdian saat ini.
Besok akan di periksa lebih lanjut ketika kondisi Ferdian sudah stabil. Dari hasil sementara ada pembengkakan pada area jantungnya.
Fenita memberi semangat pada Sonya bawah Ferdian akan sembuh dan baik-baik saja. Sonya berusaha untuk kuat dan tegar menghadapi semua ini.
Tak terasa hari pun sudah pagi, Anak-anak sudah bangun dan akan bersiap-siap pergi ke sekolah, Sonya sudah menelpon Anak-anak menjelaskan pada Anak-anak bahwa saat ini Papa nya sedang di rawat di rumah sakit karena lelah setelah pulang dari luar kota.
Anak-anak pun menurut dengan perkataan Sonya, Mereka sekolah seperti biasanya. Mata Ferdian masih terpejam belum ada tanda-tanda akan membuka matanya.
Sonya kini sendirian berada di rumah sakit karena Fenita harus pulang mengurus Anak-anaknya. Fenita merupakan single parent, Ia bercerai dengan Suaminya yang ketahuan selingkuh dengan Rekan kerjanya sesama dokter.
Fenita mengurus 3 Anaknya dibantu oleh 2 pengasuh, jadi Fenita masih bisa bekerja tanpa khawatir lagi meninggalkan Anak-anaknya di rumah dan di sekolah.