
Aku masih disini
Dengan berjuta harapan
Ingin juga merasakan bahagia yang tak bertepi
Ingin juga meraih semua impian dalam hidup ini
Andai waktu bisa di putar kembali
Yang Ku ingin hanyalah hidup bahagia tanpa menyakiti
Ya Rabb penguasa alam semesta,seluruh kehidupan yang ada di muka bumi ini
Ijin kan Aku, Sonya hidup bahagia tanpa tapi!
*
Sonya sedang menikmati secangkir coklat hangat, sambil mengutak-atik laptop nya, ternyata Ia sedang memilih beberapa warna cat untuk menganti warna interior rumahnya.
Beberapa warna telah Ia pilih, lalu segera mengirimkan pada Anto Sahabat dari zaman smu, Sonya mempercayakan Anto untuk mendesain ulang warna cat, penataan rumahnya, sebelum rumah di tempati.
Tak butuh waktu lama satu minggu cukup untuk menyulap rumah baru Sonya semakin cantik dan nyaman.
**
Rino saat ini dalam perjalanan menuju Bandung, Ia mengendarai mobilnya sendiri ke Bandung tak begitu banyak barang-barang yang Ia bawa karena dua bulan lagi kedua Orang Tua nya akan ikut tinggal bersama Rino di Bandung.
Rino juga sudah membeli rumah, meski dengan cara mencicil karena tabungannya sudah banyak terpakai untuk membuka sekolah seni khususnya melukis.
Setiba di Bandung Rino akan langsung menuju rumah seninya, karena Rino telah membuat beberapa ruangan untuk beristirahat, ruangan salat, ruang makan dan ruang dapur.
Mama ingin Rino menikah lagi tapi tidak rujuk dengan Sonya. Mungkin memang takdirnya seperti ini berpisah dengan Orang yang sangat Rino cintai dan sayangi.
Cukup lelah setelah menempuh perjalanan jarak jauh, Rino mampir di rest area, menikmati capuchino hangat dan semangkuk baso tanpa mie.
Harapan terbesar Rino membangun bisnis di Bandung adalah agar Ia bisa rujuk kembali dengan Sonya. Apapun yang akan terjadi, semuanya atas ijin sangat pencipta yang maha penyayang dan maha pengasih.
Kalo pun memang berjodoh lagi dengan Sonya Alhamdulillah. Kalau pun tidak artinya Rino harus rela mengisi ruang hatinya dengan sosok baru, selain Sonya.
Rino sengaja melintas dan berhenti sejenak di depan rumah yang pernah Ia tempati bersama Sonya, pemandangan harmonis, tampak seorang Pria Dewasa sedang bermain bola dengan seorang Anak Laki-laki Kecil, sementara ada seorang Wanita Muda sedang menyuapi Anak Perempuan Kecil, " aaah, andai saja, " ucap Rino tersadar dari pandangannya.
Rino pun melanjutkan perjalanan menuju gedung sekolah seninya. Ternyata Alvons sudah menunggu di sana. Mereka saling berpelukan, sudah lama sekali Mereka tak bertemu.
Mereka hanya berkomunikasi lewat pesan dan chat, karena kondisi Rino yang tidak bisa bicara.
Setelah Alvons menjelaskan semuanya, Rino pun menuju ruang kamar yang akan di tempatinya.
Sekolah Seni ini akan di buka pekan depan, semua persiapan sudah matang.
Owner dari sekolah seni ini adalah Rino, sementara Alvons dan Rubens sebagai tim managementnya.
Alvons dan Ruben pun masih sama-sama jomblo akut, Mereka semakin selektif dalam memilih pasangan hidup.
Terdengar desas-desus Rubens akan menikahi Anak Kerabat dekat dari Mamanya, namun gagal karena Wanita yang akan di nikahinya sudah tidak virgin lagi, sebenarnya alasan utama bukan karena tidak virgin lagi, tapi sang Wanita terlihat liar dan bebas, baru beberapa minggu di kenalkan, Zahra sudah berani datang ke rumah Rubens dengan berpakaian seksi. Dan mengajak Rubens untuk making love, tentu saja Rubens sangat terkejut di buat Zahra.
Berciuman saja baru beberapa kali dalam hidupnya, apalagi untuk melakukan making love, tentulah hal yang sangat tabu bagi Rubens.
Akhirnya dengan berat hati Ia meminta Mamanya untuk membatalkan rencana melamar Zahra.
Kalau kata Alvons " jomblo akut gak apa-apa asal bahagia ".