
Sepekan telah berlalu kini Delima dan Frans sudah kembali beraktivitas dikantor.
Delima yang sudah berpindah ke divisi lain menempati ruangan barunya.
Kini Sonya dan Albert tak berdua lagi di ruangan kerja, Frans telah menempati meja kerjanya di posisi tengah, Sonya sengaja meminta office boy untuk mengatur ulang letak meja di ruangan ini.
Entah kenapa akhir-akhir ini Sonya kurang nyaman duduk bersebelahan dengan Albert. Terkadang Albert sengaja mendekati Sonya hanya untuk bertanya yang tidak penting. Belum lagi tatapan aneh dari Albert.
Sonya pun meminta Frans agar menyetujui perubahan di ruangan kerja ini.
Sonya juga menceritakan beberapa kejadian antara dirinya dan Albert selama satu Minggu ini.
Frans sedikit menggoda Sonya dengan mengatakan " sebaiknya Kamu mulai membuka diri, mungkin Albert menyukai Mu? "
Tapi Sonya mengatakan, Ia sama sekali tidak menyukai Albert. " Dia seperti Pria maniak ****! tatapan matanya membuat Aku merinding. "
*
Kejadian di lift.
Dipagi hari jam masuk kerja biasa nya lift dipenuhi para karyawan yang hendak menuju ruangan kerja masing-masing.
Dengan langkah terburu Sonya masuk ke dalam lift yang kebetulan sudah terisi penuh.
Ia tak tahu kalau posisinya saat ini berada di depan Albert, hembusan napas seseorang di belakangnya terasa sangat aneh, beberapa kali bagian pribadinya menyentuh area belakang Sonya.
Entah sengaja atau tidak karena terjadi saat ada Orang yang akan keluar dari lift.
Sonya juga kehilangan kesimbangan saat seorang Pria berbadan tambun, menyenggol lengannya cukup keras, dan dengan sigap seseorang di belakangnya menangkap tubuhnya.
Ia sontak memajukan tubuhnya untu menjaga jarak. " Kamu tidak apa-apa Sonya, " ucap Pria itu yang ternyata Albert.
" Oh Kamu Al, tidak apa-apa, "
Sonya dan Albert pun keluar dari lift bersama-sama, saat akan menuju ruangan Albert sedikit berlari menuju toilet, Sonya pun menuju toilet ritual sebelum masuk ruangan Ia harus buang air kecil dan merapikan pakaian nya.
" Aaarrgggh... suara erangan Pria terdengar dari toilet Wanita"
Sonya sedikit bingung, kenapa ada Pria yang berada di dalam toilet Wanita.
Sonya pun mengurungkan niat nya untuk buang air kecil dan merapikan pakaiannya.
Tak lama Albert keluar dari toilet Wanita, " Kamu salah masuk toilet Al? "ucap Sonya.
" Aah masak sih! " Albert seperti salah tingkah, lalu senyum-senyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Tapi cuma Kamu kan yang tau kan Babes? " matanya berkedip-dekip seperti Orang cacingan.
" Tuuuh pada liaat, " Sonya menunjuk beberapa karyawan Wanita yang sedang mengantri.
Albert pun buru-buru meninggalkan toilet, tapi tetap dengan gayanya yang cool mempesona para kaum Wanita yang melihatnya.
" Mantaaap masih pagi dah buang bibit unggul Bang! " ucap salah satu Wanita yang berdiri mengantri tadi.
Sonya yang mendengar ucapan karyawan Wanita itu, hanya bisa menahan tawa. " Kenapa tidak dikondisikan saja tuh milik pribadinya, " dalam hati Sonya.
Saat Sonya masuk ke ruang kerja yang isinya hanya Dia dan Albert, Sonya merasa tidak nyaman karena sebentar-sebentar Albert menghampirinya bertanya ini dan itu yang menurut Sonya sangat tidak penting, sampai-sampai Sonya berdiri karena merasa tidak nyaman saat wajah Albert berada sangat dekat dengan wajahnya.