
Sonya dan Mami baru saja keluar dari bandara, berjalan menuju taxi, lalu taxi meluncur dengan kecepatan rata-rata menuju pusat Kota Bandung.
Sonya tidak kembali ke rumahnya, untuk sementara waktu Ia akan tinggal di rumah Mami dan Papinya.
Kemungkinan rumah akan di jual karena merupakan harta gono gini, kendaraan yang biasa di gunakan Rino juga merupakan harta gono gini. Hanya mobil yang di gunakan Sonya bukan harta gono gini, karena mobil tersebut di miliki Sonya sebelum menikah dengan Rino.
*
Perceraiaan antara Rino dan Sonya telah di wakili oleh pihak Pengacara masing-masing.
*
Sudah hampir 1 bulan Sonya tidak bekerja, sedangkan cuti yang di ajukannya 3 bulan lamanya.
Meski sedang cuti Ia kerap membantu Bu Melinda menyelesaikan laporan keuangan.
*
Minggu ini Sonya akan pergi ke Jepang, Ia akan memeriksakan kesehatannya disana. Terutama masalah rahim dan kandungannya.
**
Kak Del, Frans dan Fellia datang mengunjungi Sonya karena mereka tahu Sonya akan pergi ke Jepang.
Sonya masih menikmati secangkir teh melati dan bolu kukus pandan buatan Mami.
Dari balik kaca Ia melihat Kak Del dan Frans mengandeng tangan Fellia " Keluarga bahagia sangat cocok sekali, " ucap Sonya dalam hati.
" Assalamualaikum, " ucap Kak Del , Frans dan Fellia.
" Waalaikumsalam Keluarga bahagia, " ucap Sonya sambil menutup mulutnya.
" Iya dong jika kan kompak, " ucap Kak Del
" Ngomong-ngomong kapan nih peresmiannya, " Sonya mengedip-ngedipkan matanya.
" Peresmian apose Son? " mata Kak Del mendelik tajam.
" Ya hubungah Kalian lah! " ucap Sonya dengan suara melengking.
" Otak loe lagi somplak ya Son, ucap Kak Del.
" Aamiin, Insya Allah, " ucap Frans. Jawaban yang tak di sangka-sangka dan tak di duga-duga.
Sonya langsung jingkrak-jingkrak, menciumi pipi Fellia sambil berkata.
" Fellia mau gak kalo Tante Del jadi Bundanya Fellia, " ucap Sonya sambil menatap wajah Fellia.
" Mau dong Tante Sonya, " kedua nya saling berpelukan.
Delima tampak syook, Ia pun tak berani menatap wajah Frans, rasanya jadi aneh, malu bercampur deg-deg'an.
" Udah jangan kaku gitu biasa aja "
Frans yang melihat perubahan pada Delima, dengan cepat meraih tangan Delima mengajak nya berjalan mengikuti Sonya dan Fellia menuju ruang Keluarga.
Tak lama, Mba Dina membawakan jus alpukat dan roti bakar " mari silahkan, " ucap Mba Dina.
" Makasih Mba, " ucap Mereka bersamaan.
Tengah asik ngobrol, tiba-tiba Frans meminta Sonya menjadi saksi, Frans menyatakan akan melamar Delima.
Frans memberi waktu Delima untuk berpikir sebelum memutuskan. Frans menyukai Delima karena sikap nya yang apa adanya, meski terkadang suka ceplas-ceplos.
Delima sebenarnya juga menyukai Frans, selain wajahnya tampan, tinggi, kulitnya bersih dan sosok Laki-laki penyayang.
" Alhamdulillah, Aku ikut bahagia jika kalian berdua bahagia, " ucap Sonya.
" Aamiin, " Frans dan Kak Del menjawab bersamaan.
" Cie... cie yang baru di lamar kompak niye, " goda Sonya.
Frans dan Kak Del akhirnya tertawa bersama, karena merasa lucu dengan tingkah Mereka sendiri.
" Jadi kapan nih nikahnya? " ucap Sonya.
" Tiga ke bulan lagi lah, jangan lama-lama, setidaknya Kami akan pacaran dulu ala-ala remaja, " ucap Frans.
" Hehehehe, " Mereka bertiga tertawa berjamaah.
Duh senengnya, yang mau menikah. tuh kan dari Temen jadi demen, eaa eaaa.... Kak Del gak jadi lumutan deh 😀