
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sejak kemarin siang rumah Dini dan Anto sudah rame.
Yang menginap di rumah ini hanya eyang dari Anto dan eyang dari Dini. Kedua kakak Dini dan keluarganya di tempatkan di rumah Rina dan Sari.
Harry juga menginap di rumah Anto walau Leo bilang dia bersedia ketempatan tamu. Akhirnya hanya Vionne dan Ferry serta anak asuh mereka yang tidur di rumah Leo.
Tenda besar mewah sudah terpasang. Walau bukan pesta dengan undangan, tapi akad nikah Moya bukan '*dadakan*'. Waktu dua minggu hanya untuk pesan tanda dan cattering tentu bukan hal sulit bagi siapa pun.
\*\*\*
Jam 07.00 rombongan mempelai laki-laki tiba. Dava dengan kemeja berwarna broken white bordir dan celana hitam sangat gagah didampingi kedua orang tuanya memasuki halaman rumah Dini.
Banyak kerabat menyertai kedatangan Dava.
Anto dan Dini menerima rombongan besan di depan pintu.
Anto dan Dini mengenakan seragam cream muda dan Hermien serta Rustam mengenakan pakaian sama model dengan besannya hanya warna cream nya lebih tua karena dari pihak lelaki.
Ketiga adik Moya juga mengenakan baju yang sama dengan Anto dan Harry.
Sedang Moya mengenakan kebaya berwarna broken white dengan bodir yang sama dengan kemeja Dava. Dipadu dengan kain batik berdasar hitam, sesuai dengan celana hitam yang Dava kenakan.
Jam 08.00 pagi Amora dan Dava sudah siap dengan rangkaian untuk akad nikah mereka.
Pasangan calon pengantin sebelum akad akan sungkeman lebih dulu bukan sesudah akad nikah.
Jadi mereka minta restu sebelum mereka menjadi suami istri.
Yang pertama disungkemi adalah Dini yaitu ibu dari mempelai perempuan.
Amora akan sungkem lalu diikuti Dava dibelakangnya. Sejakmendatangi Dini, Amora dan Dava sudah melakukan dengan '*laku ndodok*' yaitu berjalan dengan kedua tumit tapi lutut ditekuk, bukan jalan dengan berdiri.
Laku ndodok terus dilakukan keduanya saat pindah ke kursi selanjutnya hingga selesai.
Dini tak percaya kalau putri kecilnya yang memang awal kehadirannya tidak diharapkan tapi selalu dia jaga sejak tahu dia hamil.
\*\*\*
"Mommy berharap kamu selalu bisa bersikap dewasa. Pernikahan itu bukan main-main. Mommy pernah gagal dan Mommy enggak ingin kamu mengalami nasib yang sama. Kegagalan itu pelajaran bukan untuk ditangisi tapi untuk dihadapi."
"Kamu sudah memilih jalan untuk memulai hidup yang penuh tantangan jangan pernah menyerah apa pun kondisinya."
"Ya Mom, Mbak akan belajar dan tak akan pernah menyerah. Mbak juga akan berubah menjadi lebih sabar dan lebih berpikir panjang sebelum mengambil keputusan," Amora berjanji pada dirinya sendiri.
\*\*\*
"Mommy berikan tanggung jawab penuh kepadamu untuk menjadi pemimpinnya untuk menjadi pendampingnya dan pastinya untuk menjadi imamnya. Bukan untuk kamu sakiti."
"Mommy tidak rela bila anak Mommy kamu lukai. Kembalikan pada Mommy baik-baik seperti saat kamu memintanya baik-baik," nasihat Dini ketika Dava sungkem minta restunya.
"Insya Allah Mom. Semua nasihat Mommy akan Abang lakukan," Dava meyanggupi permintaan calon ibu mertuanya.
\*\*\*
"Walau di sebelah Daddy ada ayah kandungmu, tapi Daddy tak ingin kamu melupakan ada cinta Daddy dalam hidupmu sebelum cinta suamimu nanti."
"Cintai dan hormati suamimu seperti Mommy-mu mencintai dan menghormati Daddy. Jadilah makmum yang baik, sabar dan jangan pernah menyerah. Cinta Daddy akan selalu ada untukmu." Anto berpesan pada putri kecil yang membuat dia semakin berupaya keras menaklukan kebekuan hati Dini saat terluka oleh trauma rumah tangga yang disebabkan perlakuan Harry.
"Daddy tahu, cinta pertamaku adalah milik Daddy. Tak akan pernah ada nama lain yang bisa menggantikannya. Diakui atau tidak memang bukan nama ayah yang aku kenal lebih dulu. Daddy adalah cinta terbaik yang aku miliki."
"Doakan aku dan Abang bisa terus mencinta seperti Mommy dan Daddy yang selalu hidup dalam kehangatan cinta."
"Insya Allah, akan selalu ada doa Daddy untukmu."
\*\*\*
"Daddy tahu kamu mengetahui bahwa Moya itu bukan anak kandung Daddy. Tapi keberadaan Moya sangat penting karena dia detak jantungnya Daddy."
"Jadi jangan pernah kamu sakiti dia. Daddy tahu kamu sensei, tapi Daddy akan hadapi kamu bila kamu menyakiti dia. Daddy nggak takut dengan kekuatanmu." kata Anto pada Dava.
"Insya Allah aku nggak akan pernah menyakiti hati perempuan yang aku cintai Dadd, walau hanya dengan memberi kata kasar apa lagi dengan perlakuan buruk." Jawab Dava.
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU