LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
UDAH PINTER DARI DULU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Alhamdulillah."



"Wah senangnya."



"Enggak sabar nunggu hari itu,"  dan banyak komen lain saat berita akad nikah Amora akan diselenggarakan dua minggu lagi.



Semua tentu bahagia dan tidak mempertanyakan soal resepsi dulu kepada Amora. Tapi kalau ke Dini dan Anto pasti mereka tanya. Anto dan Dini bilang resepsinya nanti sesuai dengan jadwal liburan, tanggalnya belum pasti.



"Ayah aku mau ngomong."



"Kenapa Kak?" Harry lebih suka manggil Moya kakak daripada mbak. 



"Aku minta ayah nikahin aku dua minggu lagi," Amora merasa Harry sudah tak aneh dia akan menikah muda karena saat lebaran lalu kan sudah dibahas dia akan menikah.



"Lho kapan? Kamu nggak apa apa kan?"



"Enggak, aku masih virgin kalau itu yang Ayah maksud," jawab Amora lugas. Harry tertohok dengan omongan Amora.



"Aku hanya ingin kami legal, dalam dua minggu lagi kami ingin menikah sesuai rencana lebaran lalu."



"Oke kasih tahu tanggalnya dan jam berapa." Jawab Harry. Dia hafal karakter keras Amora menurun darinya. Dini sangat lembut.



"Ayah udah dibeliin tiket sama Abang. Tinggal berangkat sama Kak Aldo. Nanti kak Aldo akan hubungi Ayah buat janjian biar enggak lewat aku. Kalau janjian sendiri kan lebih jelas."



"Harusnya enggak usah ngerepotin, Ayah bisa berangkat sendiri," Harry jadi tak enak karena merepotkan Aldo.



"Udah enggak apa apa Yah. Kan ama kak Aldo bukan orang baru, Ayah udah kenal kak Aldo dari aku belum lahir." 



"Abang enggak mau Ayah berangkat sendirian. Takut ada apa-apa. Biasanya kan kalau orang tua pengantin atau pengantinnya pasti ada halangan."



"Jadi Ayah berangkat sama Kak Aldo."



"Oke."



"Tiketnya nanti urusannya dengan Kak Aldo. Katanya datanya Ayah udah punya."



"Oke kalau gitu Ayah siap berangkat."



"Terima kasih Yah. I love you Yah."



"Iya sama-sama, love you too," kata Harry. Dia tak menyangka putrinya bisa bicara tegas seperti itu.



Hary senang akan menjadi wali nikah putri kandungnya.


\*\*\*



"Urusan Ayah dan Kak Aldo sudah aku kasih tahu tinggal kak Aldonya yang bersiap berangkat sama ayah dan janjian sama Ayah."



"Ini nomornya ayah kasih kakak Aldo," kata Moya sambil mengirim nomor.ponsel Harry pada Dava agar di forward ke Aldo.




"Ya nggak apa-apa galak. Aku masih benci sama Kak Aldo."



"Jangan kayak gitu lah. Aldo itu kan sudah baik mau nolongin aku. Terus masalah besok gimana?" 



"Maunya aku besok nggak bawa mobil.  Aku tunggu Abang di kampus jam makan siang bisa?"



"Oke Yank, besok siang kita langsung ketemuan buat makan siang dan ngurusin semuanya, pakaian, cincin, serah-serahan."



"Catering gimana Yank?"



"Catering urusan mommy, kita nggak usah ikut. Juga undangan misal tetangga dan pak RT agar enggak jadi omongan. Tenda dan lain-lain semua urusan team ibu negara."



"Mungkin kita buat souvenir yang datang deh Yank."



"Emang mau kasih apa buat yang datang?" kata Amora.



"Nah itulah kan yang datang cuma keluarga kita aja walau juga ada beberapa tamu lingkungan. Gimana kalau kita kasih yang spesial?"



"Entahlah. Makanya besok kita pikirin." 



"Oke jadi malam ini kita mikir besok kita bicarakan." Ujr Dava.



"Maaf Abang,  gimana kalau kita kasih yang special aja? Kita kasih door prize!"



"Jadi enggak semua dapat, melainkan hanya satu orang saja. Kita kasih tiket pasangan 2 tiket liburan ke Bali. Tapi hanya tiket pulang pergi. Tanpa biaya akomodasi disana."



"Abang setuju kita enggak kasih souvenir."



"Iya, kita ganti dengan tiket pulang pergi Jogja ~ Bali." Jawab Amora.



"Kalau yang menang enggak tinggal di Jogja gimana Yank?"



"Ya tinggal kita tukar dengan tiket Jakarta ~ Bali. Tiket Jogja ~ Balinya buat kita deh."



"Pintar kamu ya Yank." Puji Dava.



"Ya pinter lah, istri nya dosen masa bodoh. malu-maluin aja."



"Wah pinter ya sekarang udah bisa ngomong gitu."



"Bisalah dari dulu juga bisa kok. Abang yang tidak menyadari calon istrinya orang pintar."



"Ya wis Abang ngalah. Ya udah kamu bobo. Kita ketemu besok siang ya. I love you Yank," kata Dava.



"Love you too Bang."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE