
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kenapa tadi nggak mau naik mobil Daddy?" Dava bertanya saat mereka sedang pasang seat belt.
"Abang nggak suka aku naik mobil sama Abang?"
"Jangan balik nanya, Abang tanya, enggak naik mobil Daddy pertimbangannya apa?"
"Banyak sih alasannya, yang pasti kan aku males cerita sama mommy dan daddy. Entar cerita lagi pas di forum semuanya. Malas kan harus dua kali cerita."
"Eh tapi mama Yai sama tante Risye mulutnya bisa di rem nggak tuh?" Dava belum kenal karakter dua perempuan itu.
"Kenapa? Bisa kok. Mereka bukan ibu-ibu tukang ngerumpi yang mulut ember," sahut Amora.
"Takutnya masalah dalangnya itu kan enggak boleh di ekspose sebelum kita dapat bukti semuanya."
"Oh nggak. Mereka pasti bisa kok tenang aja," Amora memastikan kedua tantenya tak akan membocorkan semua itu.
"Tapi kalau besok Abang omongin bahwa calon Abang adalah kamu gimana?" Dava antisiasi pertanyaan wartawan dan dia kepojok lalu menjawab telah ada gantinya.
"Umumin aja," kata Amora santai.
"Kamu enggak malu?" Desak Dava lagi.
"Enggak apa apa, Abang kan yang malu karena punya calon istri anak kecil? Abang akan dikatain pedofil!"
"Enak aja Abang di katain Pedofil," protes Dava.
\*\*\*
Akhirnya mereka sampai di rumah makan yang Dava rekomendasikan. Tak ada konsensus Siapa yang akan bayar makan malam kali ini. Diam-diam Dava duluan ke kasir.
"Kalau nanti ditanyain bilang semua sudah dibayar. Ini deposit, saya kasih uang cash dan ini kartu saya nanti buat gesek. Saya takut anda tak percaya bila hanya ditinggali kartu saja."
Sebelum pesanan selesai dibuat Dava sudah lebih dulu berbicara dengan kasir.
"Saya nggak enak karena banyak orang nanti ribut rebutan bayar," katanya pada kasir.
"Baik Pak, saya mengerti," Kasir menerima uang cash sepuluh lembar uang merah sebagai deposit dari Dava dan juga menerima kartunya.
"Orang kaya beneran mah beda. Semua mau rebutan bayar. Kalau orang kaya abal-abal pasti pada pura-pura sibuk agar enggak kena mbayarin," sang kasir bicara sendiri sambil menyimpan deposit dan kartu milik Dava.
Dava lalu meluncur ke toilet memang dia tadi pura-pura izinnya ke toilet.
\*\*\*
"Oke ya jangan ada yang minta ulang dan jangan ada yang interupsi. Aku males ngulanginnya," kata Amora.
Amora duduk diapit dua kekasih hatinya saat ini. Anto dan Dava. Di sebelah Anto ada Harry, ayah kandung Amora.
"Jadi ceritanya," Amora memulai cerita.
"Aku nggak tahu kalau aku itu udah diikutin selama dua hari. Hal ini aku tahu belakangan ya. Tapi kan runut sesuai waktu kejadian."
"Jadi dua hari itu aku udah diamatin sama calon penculik aku nih. Dua hari mereka ngamatin nggak bisa nyulik karena aku tiap hari di drop Abang. Hal ini aku dengar dari pembicaraan para penculik."
"Awal-awal kan Abang selalu jemput. Terus terakhir-terakhir aku bilang aku pulang sendiri aja nggak usah dijemput. Rupanya mereka pikir aku masih antar jemput. Jadi ketika setiap pagi mereka lihat aku dianterin Abang, mereka langsung pergi nggak ngikutin aku karena mereka pikir pulang akan kembali di jemput."
"Mereka bilang dua hari mereka off enggak ngamatin aku karena mereka ngejar target pengiriman. Padahal aku udah dua hari naik motor sejak Abang ke Jakarta."
"Kemarin itu pagi-pagi mereka lihat aku datang naik motor. Jadi mereka nungguin aku sampai mau pulang kuliah."
"Seperti biasa aku taruh tas di motor terus aku masukin kunci baru aku pakai helm."
"Waktu aku belum pakai helmku, aku dibius. Jadi kunci masih di motor, tas aku juga udah di motor. Yang ada di kantong itu cuma ponselku."
"Ponsel kan silent karena habis dari ruang kuliah. Waktu itu juga udah lowbat."
"Nah udah kan aku udah dibius. Di tengah perjalanan aku sadar tapi aku pura-pura belum sadar. Aku dengerin semua pembicaraan penculik."
"Di mobil van itu selain aku ada dua orang perempuan yang diculik sebelum aku. Terus sesudah aku ada satu lagi. Jadi Kami berempat yang di van."
"Di van itu penculik ngomong bahwa aku, korban yang dipesan oleh seseorang!"
"Jadi semua perempuan yang diculik itu random. Enggak tergantung wajah. Enggak ngeliat pendidikan, enggak lihat dia masih gadis atau ibu anak lima atau apa pun!"
"Pokoknya begitu ada kesempatan dia sendirian, bisa diculik aman, mereka main culik aja."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.
