LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
TAMU DI RUANG DEKAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Bu Dini ada tamu," ucap sekretaris Dini di ruang Dekan. Sekarang dia menjabat dekan.



"Tamu dari mana ya? Apa ada di jadwal pertemuan saya?"



"Katanya keperluan personal Bu. Belum ada janji. Jadi bagaimana Bu?"



"Saya kebetulan sudah selesai jam mengajar. Katakan saja karena tidak ada janji sebelumnya dan ini masalah personal saya hanya beri waktu 30 menit saja. Katakan biasanya tanpa janji tak akan diterima," kata Dini.



"Maaf dengan siapa?" Dini merasa tak kenal dengan anak muda yang datang ke ruang kerjanya menjelang dia pulang.



"Saya Herminanto Bu," jawab lelaki itu sopan.



"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dini.



"Saya hanya ingin meng clearkan sesuatu.", Herminanto atau yang biasa dipanggil Nanto mengeluarkan satu lembar foto dari amplop coklat setengah folio yang dia bawa.



"Ini foto adik saya Bu. Adik kandung saya satu-satunya. Dia baru kena musibah."



Nanto mengeluarkan lagi sebuah foto


"Suami dan anaknya kecelakaan meninggal bersama. Sekarang adik saya agak stres."



"Tunggu nggak usah berputar-putar, waktu saya tidak banyak," kata Dini. Dia merasa eggak ada hubungan dengan orang itu.



"Kemarin saya dan adik saya bertemu dengan Dava di sebuah cafe. Saat itu Ibu dan bundanya Dava melihat adik saya dan mungkin terjadi salah paham yang fatal."



"Ibu dan Bundanya Dava melihat adik saya berkelakuan seakan Dava kekasihnya."



"Dia berpikir lelaki yang dekat dengannya adalah suaminya. Dia tak bermaksud mengakui Dava sebagai kekasihnya karena itu pertama kali Dava bertemu adik saya."



"Saya hanya ingin meluruskan agar hal ini tidak semakin berlarut. Saya tidak mau Dava terbawa dengan kasus ini. Ini adalah kebenaran yang hakiki," Nanto memperlihatkan foto pemakaman ipar serta keponakannya.



Dini mengerti maksudnya. "Walau kemarin saya melihat sendiri, saya juga tidak cerita ke anak saya atau siapa pun. Kecuali ke suami saya sebagai pengurang beban di dad4 karena saya tak mau memendam sendiri."



"Saya dan suami juga tak bercerita pada atau siapa pun karena kami belum tahu sesungguhnya. Untung kami tidak menyebarkan berita itu. Kalau sudah kami sebarkan, kami bisa malu sendiri."




"Saya mohon Ibu bisa memaafkan Dava agar dia segera pulih dari keterpurukannya."



"Maksud kamu apa?"



"Dava sekarang benar-benar terpuruk dan tidak mau temui siapa pun. Walau saya yakin dia tak akan mengakhiri hidupnya."



"Di mana dia?"



"Saya tidak berani mengatakannya. Dia telah menolong adik saya agar tidak celaka di dunia ini. Maka sekarang saya akan menolong dia dengan menyembunyikan keberadaĆ nnya sesuai permintaannya."



Dini kaget dengan kenyataan itu. Tapi dia masih belum bisa percaya sepenuhnya karena belum tahu dari Hermien, jadi dia masih diam saja.



"Lalu kalau saya mau mencari Dava saya dapat info dari mana, kalau anda tidak memberitahu saya. Apa Ibunya sudah tahu tentang kebenaran kejadian dengan adik anda itu?" tanya Dini.



"Niatnya nanti malam saya akan terbang ke Jakarta dan besok subuh saya akan ke rumahnya untuk menjelaskan pada ibu dan ayahnya."



"Dava sudah bilang mereka ada pagi sebelum jam 06.00 masih ada di rumah. Kadang ayahnya suka berangkat jam 06.00 atau 06.30."



"Seperti itu Bu info yang saya dapat. Saya harus menjelaskan pada orang tuanya sebelum semuanya semakin parah."



"Kalau kamu tidak mau memberitahu di mana Dava pada saya, kasih tahu pada ibunya karena kalau sampai seperti ini kasihan biar gimana pun seorang ibu itu terluka bila putranya sakit."



"Kamu bisa lihat kan adikmu itu terguncang karena anaknya meninggal. Maka kalau ibunya kehilangan Dava pasti dia merasakan hal yang sama dengan adik anda."



"Beritahulah pada dia di mana posisi Dava saat ini." Saran Dini pada Herminanto.



"Saya akan berpikir apakah akan memberitahu di mana posisi Dava atau tidak. Tapi saya tidak menjamin bahwa saya akan memberitahu."



"Dava sudah demikian rupa membela keselamatan adik saya. Dia berpikir keselamatan adik saya daripada dia mengejar ibunya. Itu tidak akan pernah saya bisa bayar dengan apa pun. Sekarang saya bayar dengan menyembunyikan dia saja."



"Baik saya masih ada jam ngajar, jadi saya mohon pamit," ujar Dini. Padahal dia sudah selesai sih. Tinggal pulang saja.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND



Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN