
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Keluargamu memang hebat. Bunda kagum sejak dulu. Sejak mengetahui bagaimana dengan ikhlasnya eyangmu dan mommymu memberi maaf terhadap ayahmu."
"Suatu hal yang memang tidak dimiliki oleh setiap orang. Hanya orang tertentu yang bisa melakukan hal itu pada orang yang telah memperkosa dirinya atau anaknya," ucap Hermien tanpa berniat memojokkan atau mendiskredit Harry yang pernah bersalah pada Dini dulu.
"Itu memang selalu diajarkan oleh mommy dan eyang. Kalau bukan karena didikan mereka, kebohongan Abang kemarin mungkin belum termaafkan olehku. Karena aku paling tidak suka seorang pembohong." Dava langsung memeluk istrinya. Dia sangat bangga karena istrinya bisa berkata seperti itu tanpa rasa marah atau dendam.
"Terima kasih atas kebesaran hatimu ya Yank. Terima kasih atas cintamu," tanpa malu Dava mengecup pipi istrinya di depan Uwak dan bundanya.
\*\*\*
Minggu pertama Amora mulai menjadi nyonya rumah. Semua tamu yang menginap di rumah Dava sudah pulang. Dava sudah memajang foto saat mereka memegang buku nikah sehingga tanpa diberitahu bibik yang bekerja tahu kalau Moya adalah nyonya rumah resmi.
Tak ada kesulitan. Mereka mengatur waktu dan siapa yang beberes atau menyiapkan makan tanpa harus saling tunjuk.
Di kampus teman-teman Moya mulai tahu bahwa dia bukan seorang gadis lagi. Dia sudah punya suami yang kebetulan dosen pula di kampus mereka. Sehingga tak ada rumor lagi bila sebelum menggelar resepsi Moya sudah hamil.
Setidaknya berkat kedatangan para dosen juga para teman-temannya akhirnya tersiarlah kabar itu.
Nanti kalau dia hamil sebelum resepsi dia tidak malu karena dituduh hamil duluan. Prestasi membanggakan yang Amora capai juga mendapat penghargaan atau apresiasi dari kampus sehingga dia makin terkenal bukan karena berita buruk melainkan karena prestasinya.
"Abang, kita mulai kapan melakukan kegiatan di dojo milik kita itu?" Tanya Moya.
"Ya kamu aturlah siapa yang akan kamu rekrut sebagai pelatih. Cari waktu yang tidak sama dengan waktu latihan di dojo lama sehingga bisa tetap banyak pelatih yang ikut gabung di tempat kita," Dava memberi pendapat sesuai yang dia pikirkan.
"Jangan samakan jadwal latihan di dojo kita dengan waktu mereka karena nanti kita akan dibilang sabotase."
"Kesannya seperti itu."
"Ya Bang aku juga berpikir seperti itu. Kita tetap akan merekrut orang yang tidak berbenturan jadwalnya," kata Moya.
Mereka pun mulai bertanya-tanya siapa yang mau menjadi pelatih di Dojo milik mereka. Mereka akan mengutamakan orang yang sudah mereka kenal lebih dulu.
Untuk Pet Shop Amora mulai merekrut karyawan yang bisa bekerja untuknya.
Amora tidak menarik pegawai yang full time. Hanya dua orang pegawai full time yaitu pengawas atau supervisor. Pengawas pagi dan pengawas siang.
Selebihnya semua adalah mahasiswa nyambi. Bisa 2 jam, 3 jam atau sesuai waktu kosong mereka. semuanya itu diterima oleh Amora.
Itu ciri khas dari pet shop miliknya karena memang dia mau memberdayakan mahasiswa yang cari uang buat menambah uang saku.
Dengan promosi tak langsung dari mulut ke mulut bahwa Pet Shop Amora mempekerjakan para mahasiswa yang butuh dana untuk kuliah, maka pet shop semakin banjir konsumen karena konsumen merasa pemilik pet shop sangat menghargai mahasiswa yang butuh dana sehingga makin banyak yang suka terhadap konsep mempekerjakan pegawai yang Amora lakukan.
Konsumen malah sering memberi tip untuk para pegawai. Tip pegawai itu diletakkan di satu kotak khusus di dalam Pet Shop dengan tulisan TIP PEGAWAI serupa kotak amal.
Kotak tip pegawai nanti akan dibuka bersama akhir bulan dan dibagi rata semuanya. Tidak ada satu orang pun yang mendapat lebih atau kurang. Itu semua diluar gaji dari Amora. Itu prinsip yang Amora lakukan.
Dokter hewan yang direkrut oleh Amora itu ada empat orang dengan jadwal kerja yang berbeda itu pun bukan dokter hewan yang sudah punya jam kerja bagus tapi dokter hewan yang masih baru lulus atau bahkan masih baru kuliah tingkat akhir.
Jadi pet shop dipenuhi oleh anak muda yang ingin berkembang. Semua pemula.
Langkah Amora sebagai pengusaha muda memang penuh idealis.
Saat perusahaan besar atau pengusaha lama mencari tenaga berpengalaman sekian tahun dan tidak mau yang fresh graduate. Amora malah merekrut anak mahasiswa dan anak di semester akhir atau fresh graduate tanpa pengalaman.
Pola pikir dari Amora merupakan sebuah terobosan baru di sebuah usaha.
Dini dan Anto tentu saja senang dengan gebrakan yang Moya lakukan. Mereka tak menyangka prinsip Amora tak sama dengan prinsip pelaku bisnis sekelas Dava.
Dava sengaja membiarkan istrinya mengatur semua bisnisnya tanpa dia intervensi. Kalau Amora tanya sesuatu baru dia akan membantu menjelaskan tapi kalau tidak diminta dia tidak akan memberi pendapat apa pun.
Dava membiarkan Amora bergerak sesuka hatinya dan Dava berprinsip kalau memang Amora harus jatuh agar tahu sandungan apa yang ada.
Dava mengerti prinsip yang Amora terapkan. Prinsip yang sangat baik sesuai dengan pola pikir anak muda. Kalau nggak ada yang menerima mahasiswa yang butuh pekerjaan, siapa lagi kalau bukan pengusaha muda seperti Amora?
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE