LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
CINTA BUTUH KESETIAAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Akhirnya waktu yang ditunggu tiba mereka semua beriringan ke pemakaman.



Seperti biasa di pemakaman pun ada kebaktian.



Amora berdiri di belakang bersama Aldo dan Dava. Amora maju ke depan saat akan menaburkan bunga bersama ayahnya. Sedang  Dava dan Aldo tetap berdiri jauh di belakang. Keduanya hanya memperhatikan saja.



Sejak di rumah duka terlihat wajah Amora sangat kehilangan. Dia cucu perempuan satu-satunya juga bagi opa. Entah nanti bila om Leo punya anak perempuan. Opa sangat dekat dengan dirinya.



"*Opa akan menemani saat kamu wisuda nanti*," begitu ucapan opa saat mendengar cucunya melaporkan dia diterima di kedokteran hewan UGM sesuai cita-citanya sejak kecil.



"*Opa selalu mencintai oma, apa pun kesalahan yang dia lakukan termasuk merusak rumah tangga ayah dan bundamu*!" Demikian kata-kata opa suatu kali saat mereka ziarah di makam oma menjelang natal saat itu Amora baru masuk kelas 10.



"*Kenapa Opa? Kenapa sebegitu besar cinta Opa ke oma*?" Tanya Amora kecil.



"*Selama dia tidak selingkuh, kesalahan itu masih bisa Opa maafkan. Tapi bila sudah selingkuh, walau belum melakukan apa pun, itu yang bisa Opa toleransi*!" Amora bisa menilai kalau cinta memang butuh kesetiaan. 



"Kamu mau di rumah ayahmu sampai jam berapa?" Tanya Aldo saat selesai pemakaman.



"Sampai malam Kak," Amora tentu tak mungkin langsung pulang seperti mommy Kiran dan bude Sashi.



"Oke, Kakak pulang ya, nanti Kakak jemput jam 08.00 malam." Aldo pikir ngapain kan di rumah keluarga Harry dari siang sampai malam nanti. Lebih baik dia pulang dulu.



"Iya Kak, Terima kasih," Amora bergayut di lengan Aldo.



"Sekarang kamu ikut mobil ayahmu," Aldo tentu tak mungkin pulang bersama Amora karena jadi muter dulu.



"Terima kasih Om telah datang ke pemakaman opa," Amora mengucapkan terima kasih pada Dava.



"Lihat Do!  Dia panggil Abang dengan panggilan Om terus," Dava mengadukan kelakuan Amora pada Aldo.



"Aku udah bilang aku lebih enak manggil Om," kata Amora.



"Ya jangan Om juga lah," kata Aldo membela Dava.



"Oke kalau nggak mau dipanggil Om, aku panggil Opa," Amora tersenyum jahil sambil meninggalkan kedua bujangan itu.



Aldo hanya bisa nyengir melihat kenakalan Amora.


\*\*\*



"Kak, jangan datang jam delapan. Jam tujuh om Leo bikin kebaktian penghiburan. Jam sembilan aja ya," Amora segera menghubungi Aldo saat di mobil pulang dari pemakaman, Harry mengatakan malam ini akan ada kebaktian.



Dava mendengar itu. Dia memang berada di mobil Aldo sejak pagi. Dava tak membawa mobil sport miliknya agar bisa satu mobil dengan Amora.


\*\*\*



Malamnya Aldo datang bersama Farid. Dia datang jam setengah sembilan, agar begitu selesai kebaktian bisa langsung membawa pulang adik sepupunya.



"Kita makan dulu," ajak Aldo. Dia membawa kedua adiknya makan di warung pasta kaki lima yang sangat tepat dengan jiwa anak muda.



"Tempatnya asyik Kak," Farid memuji pilihan kakaknya.



"Ha ha ha, besok-besok aku kesini lihat kamu pas kamu lagi bawa pacarmu deh," goda Aldo.




"Mulai besok aku ke kampus dengan motor butut di rumah yang biasa buat belanja ke warung kalau mommy kekurangan bahan dapur."



"Kenapa? Koq sadar kalau para perempuan itu hanya mengejar wajah dan hartamu?" Ledek Aldo.



"Tak sengaja aku dengar pacarku ngobrol dengan teman-temannya. Dia bilang hanya butuh status jadi pacarku karena aku famous dan tajir."



"Tapi buat making love dia cari yang bisa imbangi dia. Bahkan aku dengar bila dia kebobolan akan jebak aku agar bisa ada yang jadi ayah bayinya kelak!" 



"Padahal kan pacar kakak yang sekarang sangat diam dan soleha?" Amora tahu banyak gadis menggunakan hijab tapi hanya untuk kamuflase.



"Itu yang membuat aku sadar jangan lihat dari casing saja," jelas Farid.



"Itu bukannya bang Dava ya?" Farid melihat tetangganya bersama para lelaki ada di meja cukup jauh dari meja mereka.



Amora tentu tak melihat karena berada di punggungnya.



"Iya benar," sahut Aldo setelah menengok. Aldo membuat foto dengan kamera depan, tampak wajahnya diujung frame lalu Dava dan kelompoknya sebagai background.



Dava tentu kaget mendapat kiriman foto itu,  dia menoleh ke kiri dan melihat meja tetangganya.



"Gue nyamperin tetangga gue dulu," pamit Dava pada genks nya.



"Wah lagi nge date sama princess dari Jogja nih," goda Dava.



"He he, sadar ya kami ada disini," jawab Farid.



"Kakakmu mengirim foto punggungku dan ada wajah dia gimana Abang enggak tahu keberadaan kalian?"



"Princess dari siang enggak ada yang awasin makan. Maka sebelum sampai rumah aku bawa makan dulu. Daripada sampai rumah mommy teriak lagi seperti semalam," jelas Aldo.



"Iya, lagian kami udah lama enggak ngobrol bertiga. Besok si centil udah balik ke Jogja." Kalimat Farid ini langsung terhenti karena lengannya dipukul oleh Amora.



"Sakit Ya, kamu bukan gadis biasa, pukulan karateka jangan kamu gunakan buat Kakak," protes Farid, sementara Aldo hanya terbahak.



"Kakak ngeselin, ngatain aku centil," protes Amora.



'*Dia seorang karateka? Wow! Bisa jadi sparring partnerku nih*,' Dava mencatat info itu dalam memorinya.



"Abang balik ke meja Abang lagi ya. Lagi diskusi ama teman-teman," pamit Dava.



"Itu genks pengusaha pelit ya Bang," goda Farid yang memang super cerewet seperti mommy Kiran.



"Maksudmu?" Dava  bingung dengan kalimat Farid.



"Sekelas pengusaha koq makan di kaki lima," jelas Farid.



"Ha ha ha, kami butuh kenyamanan. Bukan soal harga. Lagi pula makanan disini pas banget di lidah. Yang di resto besar aja enggak se enak disini," Dava menepuk bahu Farid lalu dia balik badan. 



'*Kalau aku sendirian, aku pasti akan gabung dengan mereka. Puas-puasin memandang wajah polosnya*,' batin Dava. Dia memang sudah ada janji dengan empat kawannya. Itu sebabnya dia tak bisa menemani Aldo menjemput Amora.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.