LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
NYONYA PRABANDARU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Jadi ceritanya bagaimana? Kalian mau bikin resepsi  kapan?" tanya Rustam pada putra tunggalnya.



"Aku ikut keluarga besar aja nggak dibikin juga nggak rugi," kata Dava dengan santainya.



"Ya nggak kayak gitu Bang!" 



"Enggak kaya gitu bagaimana? Kami kan udah tenang udah akad nikah,  mau ngapain lagi?  Yang butuh resepsi siapa gitu loh?"



"Semua tadi udah pada tahu kok kami sudah resmi. Kami juga sudah nyiarin di infotainment sehingga akan banyak tahu orang bahwa kami sudah nikah sudah kan?"



"Seharusnya tidak perlu lagi resepsi, tapi kalau mau resepsi ayo!"



"Soal kapan pelaksanaannya ya kita ngikut aja maunya kapan,"  Dava bicara versi dia. Tentu buat apra orang tua akan berbeda. 



"Sekarang Ayah dan Daddy serta Ayah Harry diskusiin aja waktu yang tepatnya. Lalu lempar ke para ibu, suruh kasih tahu berapa dana yang dibutuhkan. Aku dan Amor akan manut aja koq. Ya kan Yank?"



"Yang repot jadwal kan yang pada punya anak kecil. Kami manut aja," jawab Amora.



"Mau dibikin di sini mau dibikin di Jakarta atau di Bali sekali pun kami enggak jadi masalah," jawab Dava lagi.



"Enggak bisa Bang kalau bikin di Jakarta. Relasi kami sudah jauh beda sama saat pernikahan kami dulu." Ucap Anto.



"Abang sih terserah Mommy aja. Mau di bikin dimana aja oke."



"Kalau Abang mau dibikin di Bali sayang undangannya Bang. Siapa yang bakal datang buang uang tiket dan hotel hanya sekedar menghadiri pernikahan kita?" Amora memberikan pendapatnya.



"Tuh bener. Anak kecil aja udah tahu." Cetus Rustam. 



"Aku bukan anak kecil Yah," Amora membalas karena tadi yang bicara adalah Rustam. 



"Oh iya Ayah lupa, sekarang sudah punya suami ya?" Goda Rustam.



"Iya dong. Aku nyonya Prabandaru kan Yah? Memang cuma bunda Hermien aja yang  jadi nyonya Prabandaru?"



Hermiena tersenyum saja.



"Cie, nyonya Moya Prabandaru nih ya," goda Dava.



"Iya dong,"  semua tertawa akhirnya mereka mulai mencari jadwal yang tepat untuk resepsi.



"Pokoknya aku sama Amor setuju aja kapan tanggal yang  ditetapkan. Kami pokoknya manut lah mau dibikin kapan aja."


\*\*\*



Satu persatu tamu yang menginap di hotel pulang kembali ke hotel masing-masing.



"Aku ikutan pulang ya Din,"  kata Hermien.



"Kamu bukan nginep sini aja." Protes Dini.



"Kakak-kakakku kan pada nginep di rumahnya Dava.  Jadi ya sebagai tuan rumah aku harus ada di rumah lah," kata Hermien berbisik pada besannya.




"Ya aku lupa nggak mungkin kan aku tuan rumah nggak ada di rumah.  Davanya di sini," kata Hermien.



"Ya udah deh. Besok gimana rencananya?"



"Aku ikut aja," kata Hermien.



"Sebagai nyonya rumah aku mau ngajak kalian semua jalan-jalan. Kita ke Prambanan aja."



"Oke nggak?"



"Nanti aku tanyain aja siapa yang mau ikut," balas Hermien.



"Harus cepat, karena aku mau nyewa bus wisata kecil satu atau dua. Kan isinya 15 orang."



"Gimana kalau ke Borobudur Din? Kayaknya Prambanan terlalu  deket deh."



"Borobudur boleh deh kalau pada mau ke Borobudur. Tapi berangkatnya harus lebih pagi dan pastikan jumlah orangnya aku nggak mau kita udah sewa bus pariwisata lalu kurang.  Aku maunya nggak usah bawa mobil pribadi,  jadi kita semua ngobrol dalam bus kan enak," kata Dini.



"Oke nanti aku tanya ke keluargaku. Soalnya aku membawa rombongan dari Jakarta nggak apa apa sih ke Borobudur lebih enak."



"Aku sewakan 1 bus aja Din," pinta Hermien. 



"Oke aku ambil 3 buat kita semua ya."



"Iya. Ambil 3," kata Hermien.


\*\*\*



"Dad besok jadi ya," kata Dini.



"Oke tadi Daddy sudah tambahin pesan satu lagi jadi kita pesan tiga.  Habis sarapan kita jalan aku sudah kasih tahu poskonya Mbak Rina juga poskonya Steve poskonya Leo mereka jam 06.00 harus ada di sini dan kita siapin sarapan," kata Anto.



"Besok jadi Dadd?" kata Arya.



"Iya, kita jalan habis sarapan," Dini yang menjawab pertanyaan anak keduanya.



"Tadinya aku males jalan jauh tapi karena semuanya ikut ya aku pasti ikut," kata Abbie.



"Kamu di rumah sendirian juga nggak apa apa kok."



"Semua pergi ya aku ikut. Nanti aku enggak ada yang siapin maem."



"Kamu ingetnya makanan doang kan," jawab Arya.



"Mas sih suka ngatain aku gitu," protes Abbhie.



"Ya udah sekarang semuanya cepat tidur besok pagi bersiap pakai bajunya yang nyaman karena kita mau ke Borobudur. Jangan lupa kalian bawa topi dan kacamata hitam kalian," kata Anto.



"Baik Dadd,"  lalu semuanya pun masuk kamar.



Saat masih di luar semuanya baik-baik aja Amora dan Dava bicara tanpa ada rasa deg-degan atau rasa sesuatu hal yang aneh buat mereka. Tapi apa yang terjadi bila nanti mereka dikamar berdua?


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED