LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
KITA YANG AKAN JADI PELAPOR!



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Daddy mau bicara sama mommy dan Mbak sehabis kita makan," Anto memberitahu istri serta putri sulungnya.



"Ok," sahut Amora. 



Dini lalu fokus bercerita dengan ketiga jagoannya. Waktu sarapan dan makan malam memang waktu mereka bercerita.



"Tadi siang daddy janjian bertemu dengan Steve dan Leo. Ini berkas yang Steve rangkum dari team buser yang dia miliki," Anto menyerahkan berkas  hasil penyelidikannya Steve.



"Lalu kenapa?" tanya Dini.



"Perhatikan siapa nama pemilik yayasan yang izin resminya bergerak sebagai penyalur tenaga kerja ke luar negeri tapi sebenarnya penjual perempuan untuk dijadikan penjaja \*\*\*\* komersial."



"Enggak mungkin," ucap Dini kaget.



"Itu yang berkali-kali Leo katakan. Tidak mungkin, tidak mungkin dan tidak mungkin. Tapi fakta ini bicara semua."



"Percakapan semua team pekerjanya, semua transaksinya dengan jelas membuktikan kalau sosok itu bukan tak tahu kalau yang dia salurkan memang tenaga kerja ilegal."



"Jelas-jelas para pegawai menyebut, *bapak bilang*, atau *petunjuk bapak*, atau *bapak setuju bila*, dan seterusnya."



"Karena itu Leo bilang : kamu serius berani maju melawan sosok itu? Daddy bilang berani lah! Apa yang Daddy takuti?"



"Pertama yang harus kita ingat yang kita tuju adalah Olivia! Bukan ketua yayasan  tersebut."



"Yang kedua kita membela suatu kebenaran. Kita nggak bersalah dan enggak mengada-ada. Jadi nggak perlu takut."



"Ke tiga kalau nama Ustad itu terseret karena kasus penculikan itu bukan karena kita. Kita hanya berfokus pada penculik anak yang disuruh oleh Olivia."



"Untuk penculikan yang dijual oleh Yayasan tersebut bukan kasus kita. Jadi beda karena penculikanmu diorder oleh  Olivia."



"Penculikan yang lain itu memang programnya yayasan kita nggak berurusan dengan program yayasan. Kita hanya berurusan dengan Olivia."



"Nah itu yang pokoknya. Jadi udah jelas ya, yang kita lawan Olivia! Tidak ada urusan dengan yayasan."



"Besok yang maju sebagai pelapor adalah Daddy. Yang akan mendaftarkan pengaduan penculikan itu Daddy dan pengacara Daddy."



"Kalau Mommy mau kita maju berdua. Tapi kalau nggak, ya Daddy  maju sendiri."



"Kenapa nggak Dava?" Dini bertanya karena ingin kepastian saja.



"Ini anakku, jadi aku yang mau maju," jelas Anto lagi.




"Oke deal! Kita berdua sebagai pelapor."



"Tinggal mbak Moya."



"Kalau kasus ini sudah terekspos kamu akan jadi kejaran wartawan. Apa kamu siap?"



"*Why not*? Aku siap!" jawab Amora.



"Kalau kamu dikejar jangan ceritakan detail, karena itu nanti konsumsi pengadilan."



"Oke aku cuma akan jawab : tanya pengacara saya saja! Gitu kan?" 



"Betul itu,  betul," kata Anto.



"Kita nggak usah terangin apa-apa. Kalau mau jelas tanya pengacara saya saja.  Bereskan?"



"Tapi ketenangan kamu terganggu," Anto memberi bayangan pahit terlebih dahulu pada putrinya.



"Enggak apa apa," Amora akan menerima resiko yang dia akan hadapi besok.



"Berarti  besok pagi kita lapor ke polisi karena pengacara kita ready jam sembilan."



"Oke, sekarang Mommy atur jadwal dulu di kampus," Dini langsung mendial nomor staf nya di kampus.



Akhirnya mereka semua  berjanji siap lapor polisi  besok pagi.



"Abang enggak dikasih tahu Dadd?" Tanya Amora.



"Kamu bicarakan aja sama dia. Kalian kan tiap malam bicara. Kasih tau hasil penyelidikan papa Steve dan langkah yang akan kita ambil."



"Kasih tahu Daddy yang akan jadi pelapor. Kalau abang mau datang menemani silakan."



"Oke nanti aku bilang kalau dia telepon."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1679412507876.jpg)