LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
AKU MAU BICARA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Abang nggak jemput kamu?" tanya Dini saat mereka sarapan pagi ini.



"Enggak Mom,  Aku yang nggak mau." Sahut Amora.



"Kenapa?" tanya Anto.



"Aku repot kalau pulang harus nungguin dia atau pulang harus cari ojek online atau taksi."



"Jadi aku bilang sama Abang nggak usah diantar biar enggak sama-sama nyusahin."



"Tapi seharusnya biarin aja dia datang ke sini pagi-pagi buat sarapan," kata Anto.



"Kenapa Dadd?"



"Ya kasihan lah dia sarapan di rumah sendirian. Kalau dia sarapan, kalau cuma minum kopi doang kan kasihan?" kata Anto lagi.



"Kayaknya pengalaman pribadi tuh," goda Moya.



"Bener. Kalau daddymu lebih parah kok." Jelas Dini.



"Kenapa Mom?"



"Kalau boleh tiap hari Jumat sore dia sudah sampai Jogja dan kembali ke Jakarta hari Senin pagi. Kamu bayangin berapa dana yang dia buang  tiap minggu buat ketemu sama kamu."



"Kok aku?"



"Memang kamu kok bukan Mommy. Daddy itu bisa panas dingin kalau kangen kamu. Tapi dia biasa aja kalau kangen Mommy." Jelas Dini. 



Akhirnya mereka tertawa.



"Solusinya gimana Mom dulu itu?"  Anto melengkapi cerita masa lalu itu.



"Kita sepakat satu bulan di Jakarta, satu bulan di Jogja. Jadi bulan ini Daddy ke Jogja, bulan depan Mommy dan Moya ke Jakarta."



"Itu teorinya seperti itu. Tapi kenyataannya tiba-tiba udah nongol di depan rumah atau di depan sekolah. Lebih-lebih kalau mau pergi dinas ke mana gitu."


\*\*\*



"Alhamdulillah," kata Hermien.



"Iya, waktu di Sumatera kemarin mereka kayaknya sudah mulai mengarah ke arah perbaikan hubungan. Cuma sampai pagi ini kepastian dari Moya kapan mereka akan kembali mengatur jadwal pernikahan belum ada." Ucap Dini.



"Sudah kita sabar aja," kata Hermien.



"Iya sih. Ngikutin aja maunya Moya daripada dia seperti kemarin."




"Ya udah aku mau masuk ngajar ya." Dini pamit pada Hermien.



"Oke selamat bekerja,"  jawab Hermien.  



Hermien senang mendengar kabar hubungan Dava dan Moya. Sejak di Sumatera Dini selalu laporan tentang Dava dan Moya.


\*\*\*



"Kok tumben?" Tanya  Dava melihat kehadiran gadis kecil pujaan hatinya berada di depan matanya siang ini.



"Ya pengen aja,"  jawab Amora. Saat ini jam 11.00 dia sudah sampai kantor Dava.



"Belum jam istirahat koq sudah sampai sini Yank?"



"Kalau sudah jam istirahat tiba-tiba Abang udah duluan ke kampusku. Kalau nggak Abang udah tanya aku boleh ke tempatmu nggak? Kan mendingan aku duluan ke sini," kata Amora santai. Dia letakkan box makan siang yang dia beli untuk makan siang mereka hari ini.



"Emang enggak ada kuliah?" 



"Tadi ada, tapi terus cuma satu jam praktek. Ya udah aku ke sini aja."



"Aku mau bicara Bang," Dava kaget mendengar pernyataan Moya barusan.



"Oh oke mau makan dulu atau ngobrol dulu?" Tanya Dava.



"Abang udah laper belum?" Moya takut mereka bicara tapi Dava sudah kelaperan.



"Belum sih. Masih kuat koq buat ngobrol."



Dava langsung menekan tombol intercom. Dava berpesan pada sekretaris jangan ganggu saya.



"Mau ngomong apa?" tanya Dava dia sudah pindah ke sofa tidak duduk di kursi kerjanya lagi.



"Masalah hubungan kita," Ujar Moya.



Dava langsung ketakutan. '*Apa yang mau dia katakan? Kenapa sih anak kecil ini bikin aku deg-degan aja. Tapi aku yakin kok dia nggak bakal mutusin hubungan kami. Enggak akan!  Tapi kalau dia mutusin gimana*?'



'*Aku pasrah aja lah*.' kata Dava dalam hatinya.  



"Maksud kamu gimana Yank?" kata Dava.



"Masalah pernikahan kita yang sudah tertunda," Dava diam tak berani menjawab, padahal Amora menunggu reaksi Dava.



"Abang nunggu kok kapan kamu siap, Abang nurut," kata Dava akhirnya, karena dia merasa Amora menunggu reaksinya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE