
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Maaf lahir batin ya semua," Dava pun bersalaman pada semua yang hadir hari itu.
Seperti lainnya dia datang pak saat makan siang di rumah keluarga Eyang. Semua sudah kenal dengan Dava karena kan waktu pas meninggalnya Opanya Amora mereka semua kenalan dengan tetangganya Kiran itu.
Saat sudah selesai bermaafan dan makan siang, maka Dava mulai bicara pada Anto.
"Dadd, habis makan siang aku boleh pinjem Amora nggak?" kata Dava .
"Kenapa?" Anto tahu Dava ingin membawa putrinya ke keluarga besarnya.
"Kalau pagi tadi semua ngumpul di keluarga bunda biasanya habis dzuhur kami ngumpul di keluarga Ayah aku mau bawa Amor, mau aku kenalin ke keluarga."
"Kalau memang Moya mau ya silakan. Toh di sini acaranya sudah terkumpul semua sudah selesai," kata Anto.
"Terima kasih ya Dadd. Terima kasih ya Mom," kata Dava.
"Ya udah aku bersiap dulu," kata Amora.
"Abang mau langsung ganti atau gimana Bang?"
"Abang mau langsung ganti di sini aja. Masa ganti di rumah. Biar bunda sekalian lihat," kata Dava.
"Aku ambilin bajunya ya," Amora langsung ke kamar tidurnya. Dava dan Amora pakai baju couple.
Amora pakai tunik dan Dava pakai baju koko dengan warna dan bordir yang seragam.
"Cie cie," kata Dini menggoda putrinya yang menggunakan baju sarimbit dengan Dava.
Dava sudah keluar dari kamar mandi dari tadi di kamar mandi belakang. Amora baru keluar dari kamar.
Anto tersenyum. Seperti saat dia dan ini dulu.
"Kita pamit dulu ya sama bude Sashi dan mommy Kiran yok Bang," Amora mengajak Dava pamit dulu.
\*\*\*
"Assalamualaikum Bun," saa Dava dan Amora yang masuk bergandengan tangan.
" Waalaikumsalam. Waduh cantiknya menantu aku," ujar Hermiena.
"Maaf lahir batin ya Bun," Amora mencium tangan calon mertuanya.
"Sama-sama ya. Bunda juga sering banyak salah, Bunda Banyak ngomel," kata Hermiena.
"Kalau nggak tukang ngomel tuh kayaknya bukan Bunda deh Bun," goda Amora dia memang tahu Bundanya orang paling heboh lebih heboh dari Dini.
"Bener tuh," kata Rustàm.
"Maaf lahir batin ya Yah," ucap Amora.
"Ih nggak modal amat," kata Dava.
"Ayo udah berangkat. Kamu nggak satu mobil sama Bunda aja Bang?"
"Enggak Bun. nanti kan aku mau langsung pulang atau ke mana jadi repot harus barengin Bunda. Yang penting kita berangkat bareng," jelas Dava.
"Oke."
Mereka pun berangkat ke rumah keluarga Rustam bersama-sama tapi dengan mobil berbeda.
"Ini calon menantu aku," kata Hermiena heboh saat ada yang bertanya siapa yang bersama Dava.
"Lagian kalian aneh liatin aja mereka bajunya couple kayak gitu."
"Ya kali aja mungut di mana gitu," goda kerabat Rustam.
"Nggak mereka udah tunangan kok," Hermiena menjelaskan status Dava dan Moya.
"Kapan nikahannya?"
"Keputusannya empat hari lagi saat halal bihalal dia mau umumkan kapan pernikahan mereka." Hermiena juga tak sabar menunggau hari itu.
"Ya ampun Abang Dava dapat anak kecil begitu," kata yang lain. Moya hanya senyum-senyum saja dikatain anak kecil oleh sepupu atau adik atau keponakannya Dava.
Keponakannya Dava ada yang lebih tua dari Dava. Dan keponakannya ada yang seumuran sama Dava.
"Nah gini dong di bawa jadi kan nggak salah. Kali aja di jalan ketemu langsung gue taksir kan bahaya," begitu goda kerabatnya Dava.
"Coba aja kalau berani," kata yang lain.
"Enggak tahu sabuknya Bang Dava."
"Yah kan nggak ada Bang Dava."
"Apa kamu pikir kalau nggak ada Bang Dava dia lemah? Jangan salah dia malah sudah melatih. Abang mah cuma latihan doang. Dia pelatih yang bener," kata Dava.
"Serius?" Tanya kerabat yang lain.
"Iya level, memang masih di bawah Abang, tapi dia rajin melatih kalau Abang kan nggak sempet."
"Kirain teh perempuan ayu dan lembut."
"Dia kan memang lemah lembut tapi kalau diperlukan ya dia bisa perkasa."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.
