
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Satu minggu sebelum puasa Hermiena, suaminya dan beberapa sepupu yang lebih tua dan kakak-kakaknya Hermina, Kakak-kakaknya Rustamadjie Prabandanu datang ke Jogja ke rumah Prasetyanto.
Di rumah Prasetyanto tentu sudah ada mamanya Anto dan mbak Rina dari Tegal dan anak anaknya serta sang suami tercinta.
Ada kedua kakak Dini dan suaminya serta anak anak mereka.
Ada Harry, Ferry dan Vione. Ada Leo dan Risye serta Steve dan Sari.
"Enggak nyangka, gara-gara duduk sebelahan di pesawat jadi lamaran ya Bang," goda Aldo.
"Ha ha ha, mungkin itu yang disebut jodoh. Enggak kayak ayah dan bundaku serta mommy and daddynya Moya yang pedekatenya dari kelas satu SMP," ulas Dava. Membuat Dini dan Anto tersenyum. Sedang Hermien dan Rustam bilang jangan buka rahasia!
Eyang kakung dan eyang putrinya Amora sejak kemarin juga sudah datang jadi hari ini saat acara lamaran semua hadir.
"Wah calon menantu mu songong Nto. Masak udah berani ngebully camer?" Leo sengaja memanas-mamasi Anto.
"Iya bener tuh," Amir ikut nyeletuk. Selama ini Amir memang dekat dekat Dava.
"Perlu digantung di pohon belimbing depan rumah eyang tuh," ujar Aldo.
Harry hanya tertawa. Tak disangka putrinya sudah dilamar orang.
Dulu dia dan Dini tanpa ada lamaran. Tahu Dini hamil, besoknya langsung setor data dan pas foto ke papi mertuanya. Lalu lima hari kemudian nikah di penghulu.
Anto jadi ingat proses lamarannya yang serius dan penuh dengan puisi. Lamaran terindah dalam hidupnya.
Anto ingat bagaimana Amora tak tahan ingin berlari dalam pelukannya setelah sejak dia datang tak boleh menghampirinya.
Sekarang balita kecil itu dilamar orang.
Steve ingat proses lamarannya pada Sari yang sebelumnya diliputi drama jungkir balik dulu karena gangguan mantan tunangannya.
'*Ini baru hantaran lamaran, gimana hantaran pernikahan kelak*?' Amora tak bisa membayangkan hebohnya hantaran bundanya. Ya sekarang Hermiena sudah menjadi bundanya yang super heboh.
\*\*\*
"Sama seperti tadi, saya tak punya wewenang apa pun. Semua keputusan ada ditangan Moya," sejak kecil memang Anto mendukung panggilan Moya untuk Amora, sehingga membuat Amora menyukai sosok lelaki ini. Lihat di kisah awal CINTA KECILNYA MAZ

Anto tak mau menjawab kapan acara pernikahan akan digelar. Tadi saat ditanya lamaran Dava diterima atau tidak, Anto juga memberi hak mutlak penuh pada Moya untuk menjawab. Menerima atau menolak itu hak penuh Amora.
Harry tahu, di resepsi atau saat acara seperti ini memang Anto yang bertindak sebagai orang tua Moya. Dia akan berperan saat akad nikah. Saat itu Anto tak berhak menikahkan putrinya.
Sskarang jawaban dari Amora ditunggu oleh semua orang yang hadir.
"Eyang kakung dan eyang putri, Pakde, Bude dan Om, Tante. Papa dan Mama aku tercinta. Maaf. Aku belum bisa ngejawab sekarang."
"Aku harus diskusi dulu sama Abang. Konsep pernikahan dan rumah tangga yang akan kami jalani seperti apa. Kami harus samakan langkah dan samakan irama dulu. Jadi tunggu hasil diskusi kami."
"Setelah diskusi dengan Abang, kami berdua akan minta petunjuk pada kedua ayah kami, pada bunda dan pastinya pada mommy dan daddy."
"Setelah fix semua itu kami dapat maka baru kami akan putuskan kapan kami menikah."
"Bagaimana kalau jawabannya Moya berikan nanti saat kita halal bihalal?" kata Amora dengan senyum manisnya.
"Halal bihalal di rumah Bunda aja gantian kita yang ke Jakarta," Amora memegang tangan ayahnya dan Anto daddynya.
Dini ini bangga karena Amora tetap menghormati Anto ayah sambungnya juga menghormati Harry yang sudah sangat menyakiti ibunya. Karena sikap Dini selalu baik pada Harry maka Amora pun tidak apriori terhadap Harry.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.
