LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
PAKAI LOGIKA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Esoknya Dava mengadakan konferensi persnya di kantornya di Godean Jogja. Sengaja dia bikin di situ karena dia memiliki aula yang cukup luas buat menerima beberapa orang wartawan.



Dava sadar dirinya bukan artis jadi nggak perlu mengundang banyak wartawan. Tapi setidaknya nanti dari info wartawan yang ada akan jadi acuan bagi media lainnya.



Dava hanya mengundang beberapa wartawan lokal dan ada wartawan di Jakarta ada dua tabloid Jakarta yang dia undang. Dava juga mengundang satu infotainment dari stasiun televisi.



Jam 10.00 pagi Dava dan Hermiena sudah berada di lokasi. Mereka memang akan membuka konferensi pers pas jam 11.00 pagi.



"Siap ya Bun jangan salah ucap,"  Dava memberi semangat bundanya. Buat bunda ini akan jadi momen pertama di depan wartawan.



Buat Dava berhubungan dengan wartawan bukan hal baru. Sebagai pengusaha muda yang berprestasi, dia sering di wawancara.



Dan sebagai tunangan Olivia dia pernah harus menjawab pertanyaan wartawan ketika mereka tampil bersama di sebuah acara lelang amal.



"Namanya kita sama-sama amatir paling nggak kita tahu bahwa yang kita katakan itu benar" kata Dava lagi.



"Siap. Bunda enggak akan lupa *rule* nya koq," kata Hermiena.



"Iya Bun yang penting jangan bilang dia dalang penculikan.  Pokoknya jangan bilang apa pun tentang penculikan itu."



"Siap."


\*\*\*



"Selamat pagi menjelang siang, tapi lebih tepat ke selamat siang,"  kata pengacara Dava.



Rupanya  Dava datang membawa pengacaranya.



"Saya Noerhidayat sarjana hukum dari  biro hukum Hidayat law & firm associate. Saya adalah pengacara resmi dari Pak Dava dan ini ibu kandungnya Pak Dava, yaitu ibu Hermiena."



"Kami hadir untuk  meluruskan berita simpang siur tentang Olivia yang sedang menjadi buah bibir sejak kemarin."



"Benar, benar  pak Dava pernah jadi tunangan Olivia. Catat dan rekam ya kata-kata saya jangan dipotong!" kata Noerhidayat   



"Pak Dava pernah bertunangan dengan Nona Olivia satu tahun lalu lebih tepatnya 14 bulan lalu."



"Sebenarnya klien saya tidak suka dan tidak pernah cinta dengan nona Olivia. Dia menerima ditunangkan karena tak ingin mengecewakan ibundanya."



"Pertunangan itu terjadi karena ibunda pak Dava dengan orang tua Olivia adalah sahabat ketika kuliah di Australia."



"Jadi pertunangan itu karena orang tuanya sahabatan,  bukan dasar cinta harap diingat itu ya."



"Pak  Dava memang tidak pernah mencintai nona Olivia. Beliau akan pergi bersama hanya karena sekedar undangan tidak pernah ada date tidak pernah ada kencan."




"Ibunda Pak Dava tidak mau menerima alasan apa pun. itulah alasan pak Dava mengulur waktu agar mencari bukti."



"Belum selesai Pak Dava mencari bukti tiba-tiba ada orang mengirim surat pada bu Hermiena, ibunda pak Dava."



"Ketika itu pak Dava sedang di Jogja seperti sekarang. Ibundanya di Jakarta, setelah menerima surat itu langsung meminta  pak Dava pulang ke Jakarta."



"Dua hari kemudian Pak Dava dan ibundanya mendatangi orang tua Olivia yaitu Pak Davis dan ibu Diane. Mereka bilang, saya dulu ngelamar baik-baik maka saya memutuskan hubungan juga baik-baik."



"Orang tua Olivia tidak menerima kenapa pertunangan anaknya dibatalkan. Lalu ibunda Pak Dava memberikan bukti foto-foto yang dia terima." 



"Pemutusan hubungan pertunangan itu sudah terjadi enam bulan lalu. Tolong dicatat sekali lagi kata-kata saya.  Pak Dava dan Olivia sudah putus tunangan 6 bulan lalu! Mereka bertunangan hanya 8 bulan. Tak ada kencan atau nge date. Mereka pergi bersama bila ada undangan atau party makanya anda sering lihat mereka berdua di sebuah acara infotainment."



"Saya rasa itu dari saya sebagai pengacara pak Dava. Silakan saya kasih waktu 3 orang penanya saja."



Pertanyaan pertama datang dari seorang wartawati tabloid Jakarta.



"Pak Dava sedang mencari info tentang kebusukan atau keburukan Olivia, lalu tiba-tiba ada orang mengirim foto kepada ibunda anda. Apakah itu bukan foto dari anda atau hasil penyelidikan anda?" 



"Terima kasih pertanyaan bagusnya. Mohon maaf kita pakai logika ya. Kalau saya yang dapetin hasil itu ngapain saya kirim ke Ibu pakai kurir? Ibarat -maaf-,  tinggal saya colokin aja ke mata ibu saya kan? ini lho Bu, ini lho Mam, ini lho Bun pilihanmu kayak gini. Beres kan nggak perlu saya kirim. Lebih enak nyolokinnya."



"Iya juga ya," gumam beberapa orang yang hadir saat itu.



"Bagaimana reaksi Olivia saat tahu hubungan pertunangannya dibatalkan?"  tanya wartawan lainnya.



"Dia sedang berada di luar negeri saya nggak tahu dia ada di mana dan nggak akan peduli dia ada di mana," Hermiena yang menjawab.



"Saya hubungi kedua orang tuanya untuk bertemu. Karena saat saya meminta mereka bertunangan juga ke kedua orang tuanya."



"Orang tuanya minta kepada saya, agar saya tidak menyebarkan foto-foto itu. Mereka juga minta saya jangan dulu mengumumkan pembatalan pertunangan hingga waktu yang tepat."



"Karena tak ada pengumuman pembatalan pertunangan itulah, sekarang kalian bertanya bagaimana perasaan pak Dava sebagai tunangannya Olivia melihat kenyataan perilaku Olivia yang penjual kepuasan itu." 



"Saya tambahkan ya,"  kata Dava.



"Saat ibu saya memutuskan hubungan pertunangan saya memberitahu Olivia via chat atau via pesan karena saat itu mungkin dia sedang sibuk atau apa ponselnya nggak aktif. Saya kirim pesan bahwa saya sedang berada bersama kedua orang tuanya memutuskan hubungan pertunangan. Saya membuat foto saya berada di rumahnya sebagai bukti bahwa kami memang datang baik-baik."



"Tanggapannya Olivia bagaimana Pak?"



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1679296043644.jpg)