LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
WACANA BIKIN BUKBER



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Lho Yank, ngapain ke sini?" tanya Dava.  Dia kaget mendapat kejutan bahwa Amora datang ke kantornya.



"Abang nggak suka aku datang." Amora ketus menjawab pertanyaan Dava.



"Bukan begitu, Abang senang banget. Cuma kalau Abang pas nggak di kantor gimana?" Dava menjelaskan alasan mengapa dia terkejut Amora datang ke kantornya.



"Kalau Abang lagi enggak dikantor ya berarti aku yang  terkejut. Enggak apa-apa lah,"  jawab Amora masih kesal.



"Tapi kan nggak enak nih puasa siang-siang kamu ke sini," ujar Dava.



"Memangnya kalau nggak puasa kita mau ngapain?" kata Amora dengan polosnya.



"Bukan mau ngapain Yank. Tapi kan kalau enggak puasa kita bisa makan siang bareng atau paling nggak minum es bareng," kata Dava.



"Enggak usah mikir yang aneh-aneh."



"Kamu kenapa?" tanya Dava.  Dia menepuk-nepuk kursi di sebelahnya menandakan menyuruh Amora duduk di situ.



"Aku lagi benci sama Abang," kata Amora dengan wajah manyunnya.



"Enggak apa-apa Abang seneng kok," Dava tak terpengaruh dibenci Amora.



"Koq senang?"



"Ya kan *benci* itu artinya *bener-bener cinta*," ungkap Dava.



"Norak!" cetus Amora.



"Ya nggak apa apa lah norak, yang penting dibenci orang," kata Dava lagi.



"Abang aku serius," keluh Amora.



"Ya serius bilang ada apa. Biar Abang tahu."



"Masa dua temen aku bilang dia patah hati sama Abang. Gara-gara Abang bikin konferensi pers kemarin bahwa perempuan yang diculik itu adalah calon istri Abang."



"Mereka jadi patah hati karena mereka nggak punya harapan mau jadi istri Abang."



"Urusannya sama Abang apa?" tanya Dava ringan.



"Enggak enak lah Bang mereka teman aku. Yang bikin mereka patah hati itu aku," kata Amora.



"Mereka kan nggak tahu. Ini kan Olivia sudah ada kepastian hukum. Persoalan  kita sudah selesai kan? Gimana kalau kita sekarang mulai membuka diri?" tanya Dava.



"Maksud Abang?" Amora ingin diperjelas.



"Abang mulai jemput kamu atau antar kamu lagi.  Kalau ada yang lihat mereka akan mulai tahu.  Kita nggak perlu bikin pengumuman, biar aja mereka lihat siapa yang Abang suka antar jemput."



"Terus kalau mereka ngejauhin aku gimana?"



"Kamu salah apa sehingga mereka jauhin?"



"Enggak salah," jelas Amora sambil menggeleng.



"Ya udah kalau kamu nggak salah dan mereka jauhin berarti mereka bukan teman kamu. Itu aja poinnya. Buang mereka, cari yang baru yang lebih bisa menerima kamu apa adanya." Dava memberi saran ada tunangannya itu.




"Kita bikin acara buka bersama yok Yank." 



"Maksud Abang gimana?"



"Kita yang bikin acara buka puasa, mama, papa daddy, mommy sama Om Leo lah yang jadi tamu."



"Oke aku setuju tapi mau dibikin di mana? Kalau di rumahku pasti mommy yang jadi tuan rumah," Amora bingung ngusir mommy nya, sedang dia ngundang Sari. Pasti ketahuan kan?



"Dirumah Abang aja gimana?" Dava mengajak semua bukber atau buka puasa bersama di rumahnya.



"Rumah Abang dimana?" tanya Amora.



"Oh iya kamu belum pernah ke rumah ya." Dava lupa belum pernah mengajak tunangannya ke rumah miliknya.



"Ya belum lah, mungkin ada perempuan lain yang sudah pernah Abang bawa ke sana," Amora langsung jutek membayangkan Dava pernah membawa Olivia ke rumahnya.



"Ya ampun nggak pernah juga kali Yank." Dava berupaya meyakinkan Amora kalau belum pernah ada satu pun perempuan yang dia bawa. Ibunya kan datang bukan dia bawa.



"Kok pakai nanya?"



"Kirain kamu udah pernah Abang bawa ke rumah, ternyata belum."



" Ya udah gimana? Kalau setuju kita buat bukbernya lusa. Atau kamu ada usulan hari lain?" Dava mempersilakan Amora menentukan waktu untuk bukber yang akan mereka selenggarakan.



"Jadi kita belanja besok katanya lalu lusanya kita masak," ujar Dava.



"Kalau kamu nggak bisa handle semuanya,  kita pesan matang aja. Paling kita bikin bukaan atau takjilnya. Yang penting kita yang ketempatan jadi tuang rumah."



"Oh ya udah kalau gitu." Amora setuju mereka akan jadi tuan rumah bukber.



"Oke kalau begitu. Cuma kan aku harus ngecek peralatan di rumah Abang. Cukup nggak buat ngadain buka puasa bersama," Amora tak ingin lusa mereka baru kalang kabut cari perabotan.



"Kalau perabotan Insya Allah cukup karena bunda kan sering ngajak beberapa temannya buat makan di rumah. Kalau cuma untuk keluargamu dan keluarga papa serta Om Leo cukup lah . Apa ada lagi kerabat di sini?"



"Nggak. Enggak ada lagi. Kan semuanya di Jakarta dan Tegal," jawab Amora.



"Ya udah aku yang bilang apa kamu yang bilang ke mereka?" 



"Abang lah, Abang kan sebagai tuan rumah."



"Kamu kan nyonya rumah?"



"Baru AKAN jadi nyonya rumah,  belum jadi nyonya rumah kok," sanggah Amora.



"Ya udah nanti aku yang bikin undangan," jawab Dava.



"Sekarang aja bikinnya," pinta Amora.



Akhirnya mereka merangkai kalimat untuk dikirim pada Steve dan Anto dan Leo.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1679642695349.jpg)