
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Tanggapan Olivia nggak terima, tapi saya bilang kamu tanya alasan mengapa saya mutusin hubungan ke orang tuanya. Itu saya nggak jelasin ke dia. Enggak ada gunanya kan?"
"Saya bilang suruh tanya ke orang tuanya. Saya nggak tahu dia tanya atau tidak ke orang tuanya. Yang pasti kami sudah bicara seperti itu," kata Dava.
"Kami melacak keberadaan orang tua Olivia, kami tidak menemukannya bahkan di rumah Enin atau nenek dan kakeknya. Dimana keberadaan orang tua Olivia?" seorang wartawan bertanya tanpa mengikuti giliran.
"Kalau masalah itu kami tidak tahu." kata Dava diplomatis.
"Itu bukan wewenang kami, mereka berada di mana. Kami juga nggak bisa menghubungi. Waktu kasus ini merebak Ibu saya mendapat pertanyaan dari beberapa temannya, lalu ibu saya berusaha menghubungi Davis dan Diane ingin menanyakan harus bilang apa karena kami dikejar oleh kalian. Padahal kami sudah memutuskan hubungan dengan mereka 6 bulan lalu."
"Tapi kami juga tidak bisa hubungi Diane atau Davis. Mungkin mereka kembali ke Australia atau mereka ada di Singapura atau di mana, kami tidak tahu. Atau mungkin juga ada di sini atau di Cirebon kan kita nggak tahu. Sekali lagi kami tidak tahu keberadaan orang tua Olivia," kata Dava.
"Saya rasa cukup ya ," Noerhidayat berniat menutup pertemuan itu.
"Pak Dava apa nggak berniat punya pengganti? Berarti masih ada lowongan jadi pendamping Bapak nih," celetuk seorang wartawati.
"Siapa bilang nggak niat? Saya udah punya calon yang saya sangat cintai sepenuh hati dan mendapat restu orang tua kedua belah pihak koq," jawab Dava. Pertanyaan ini sudah Dava prediksi sebelumnya.
"Wah orang mana Pak?" Cecar wartawan lainnya.
"Orang Jogja."
"Boleh kami tahu siapa? Ada fotonya Pak?"
Olivia melihat tayangan itu, dia tak bisa komplain apa pun terlebih saat ini posisinya harus diam sembunyi mengingat banyak istri atau anak-anak dari pelanggannya yang mencari dirinya.
Olivia juga marah karena 90% dari kontrak yang sudah dia lakukan langsung diputus karena reputasinya sangat buruk. Masih bagus dia tidak harus mengembalikan kerugian karena bukan dia yang memutus kontrak.
Tapi sekarang kompornya sudah tidak menyala. Olivia harus jungkir balik mencari kontrak kecil dari produk tak terkenal untuk bertahan hidup. Sekarang dia hanya hidup dari tabungannya saja. Mau minta uang dari para lelaki yang biasa menggunakan jasanya juga tak bisa. Mereka sedang dalam waskat anak dan istrinya.
Olivia juga sudah mematikan ponselnya. Dia tidak berani membuka ponsel karena banyak orang mencari, banyak caci maki di sana. Olivia pakai kartu baru untuk membuka semua media sosialnya. Media sosialnya sudah dia matikan komentar sehingga tidak ada lagi caci maki di postingannya. Tidak lagi ada yang bisa mengirim pesan atau foto pada akunnya karena privasinya sudah dia ubah.
Tapi setidaknya Olivia cukup senang karena dia berhasil melenyapkan Amora. Olivia tidak tahu begitu dia mentransfer pelunasan order penculikan, Amora berhasil kabur dan penculik tidak tahu.
Olivia tahu sekarang Amora menjadi teman kencannya Dava.
Olivia tahu sejak pagi Dava menjemput Amora dan mengantar kuliah, nanti siang Dava akan kembali menjemput Amora untuk langsung pulang atau makan dulu atau ke toko buku.
Olivia tahu semua itu karena dia mengikuti Dava lebih dari satu bulan sejak dia sepi order pemotretan.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.
