LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
KEJUTAN DARI MOYA & DAVA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Hati-hati ya Bang." Moya mengantar suaminya dampai teras ketika lelaki itu akan diantar driver ke bandara



"Iya Insya Allah Abang hati-hati kok. Kalian jangan rewel ya," Dava mengusap perut istrinya lembut.



"Abang koq masih bilang kalian sih? Kan kemarin udah cek baby cuma satu."



"Siapa bilang satu?  Kamu aja yang nggak teliti itu. Abang lihat ada dua titik kok."



"Seriusan?" Moya tak percaya apa yang Dava ucapkan.



"Iya Abang lihat sendiri dokternya aja senyum-senyum saat kita desak. Abang pastikan ada dua mereka tuh."



"Abang jangan bikin aku ge er deh."



"Aku yakin dua. Pulang dari Jakarta kita cek ke rumah sakit lain buat lihat aja, sesudahnya ya balik ke dokter pertama." Dava memberi solusi terbaik untuk istrinya.


\*\*\*



Enggak terasa sekarang kehamilan Moya sudah masuk bulan ketujuh. Hari ini semua keluarga berkumpul di kediamannya Dava, karena Moya mengadakan acara 7 bulanan di rumahnya.



MITONI atau nujuh bulan tidak di buat di rumah Dini. Walau dipaksa Moya maunya nuju bulanin di rumahnya sendiri, bukan di rumah kedua orang tuanya.



Hermien mulai transisi antara Jogja Jakarta. Walau Rustam masih dua tahun lagi pensiun, Hermien sudah ancang-ancang untuk untuk pindah ke Jogja.



Terlebih bila cucunya sudah lahir dia pasti ingin dekat dengan cucunya.


\*\*\*



Alhamdulillah pengajian semalam sudah selesai. Pagi ini dilanjut acara mitoni atau 7 bulanan.



Moya senang dengan acara adat seperti ini. Buat dia ini adalah pengalaman yang sangat hebat dari mulai sungkeman, siraman lalu pecah telur sampai pada jualan cendol dan rujak tujuh bulan.



"Rujaknya pedas," kata beberapa orang.



"Katanya kalau rujaknya pedas anaknya nanti laki-laki." Kata yang lain.



"Hubungannya apa antara pedas dan jenis kelamin laki-laki,?" tanya Moya.



"Ya itu sih hanya kepercayaan orang sejak jaman nenek moyang," kata yang hadir.



Moya hanya tersenyum karena baik Moya mau pun Dava sudah tahu dari hasil USG jenis kelamin bayi mereka.



Tadi waktu ambil kelapa Dava dapat yang Kamandanu sehingga menunjukkan bahwa bayinya adalah laki-laki tapi Moya dan Dava hanya tersenyum saja.


\*\*\*



Sekarang yang tinggal di rumah hanya keluarga inti saja.



"Ayah nginep sini kan?" tanya Moya pada Harry.



Harry baru datang semalam lalu dia langsung menginap di rumahnya Leo. Harry tak sempat datang ke acara pengajian karena tiba di Jogja sudah jam delapan malam. Baru hari ini dia datang ke rumahnya Dava.



"Ya, Ayah akan menginap di sini."



"Beneran Ayah lama seperti yang Ayah bilang kemarin kan?" tanya Dava.



"Ya Ayah lumayan dapat libur satu minggu." Harry memang nggak pernah libur, jadi sekarang dia dapat libur satu minggu.



Harry memang ingin sekali merasakan berlibur di rumah, berkumpul bersama anak dan menantunya.


\*\*\*



Satu persatu semua tamu pulang yang tinggal di situ hanya Rustam dan Hermien serta Harry.



"Mom, bisa balik?"



"Ada apa?" Tanya Dini bingung karena Dava menghubungi sebelum dia tiba di rumah.



"Kami meluncur ke rumah sakit. Moya sudah merasakan kontraksi sejak acara jualan cendol tadi tapi dia tahan.  Sekarang rupanya sudah nggak kuat Mom."



"Kami menuju Rumah Sakit SEJAHTERA BERSAMA."



Dava menghubungi Dini.



"Loh baru tujuh bulan kan?"



"Kamu enggak ingat, Arya juga lahir persis usai acara nujuh bulanin? Daddy kan juga cuma tujuh bulan."



"Oh iya," tanpa buang waktu Anto serta ketiga adiknya balik arah menuju ke rumah sakit tempat Moya akan dibawa.


\*\*\*



"Sudah masuk?" tanya Dini pada Hermien.




"Ya ampun Moya dia dari tadi jualan itu sudah sakit katanya. Dia nahan agar acara bisa sukses."



"Iya dia tahan-tahan. Dia juga nggak bilang ke Dava karena dia ingin acaranya selesai. Dia ingin sekali merasakan ritual 7 bulanan atau mitoni itu," kata Hermien.



"Moya memang suka dengan acara adat," kata Anto.



Anto memang hafal bagaimana karakter putrinya, walau itu bukan putri biologisnya. Tapi Anto hafal sifatnya luar dalam.



"Ya sudah kita berdoa aja semoga Moya dan anaknya sehat." Rustam mengajak semua berdoa buat Moya dan anaknya.



Tak lama terdengar tangis bayi. 



"Itu kayaknya udah ada bayi nangis Mom," kata Arya.



"Aku juga dengar. Ya Mom sudah lahir adikku," Aqiel sangat antusias karena dia akan jadi kakak, bukan anak bungsu lagi.



"Itu bukan adikmu itu keponakanmu," jelas Arya.



"Jadi aku dipanggil Uncle?" Mata Aqiel makin berbinar tak percaya dia akan menjadi uncle.



"Ya kamu sudah jadi Uncle, Little Uncle," ucap Arya.



"Enggak aku big Uncle," tepis Aqiel tak mau dia dianggap kecil oleh keponakannya yang baru lahir.



"Terserah kalian pokoknya kalian itu Uncle bukan kakak,"  kata Anto.



"Uncle Aqiel," kata Aqiel dengan bangganya. Dia sekarang sudah punya keponakan.



Kemudian terdengar tangis bayi lagi.



"Kok nangis lagi? Kenapa ya?"  tanya Hermien.



"Bukannya itu tangis bayi baru ya. Jadi mereka punya dua," tanya Dini.



"Kayaknya mereka menyembunyikan sesuatu. Aku lihat kamar bayinya itu mereka siapin biru dengan merah," Harry yang baru tadi pagi datang sudah memperhatikan kamar bayi cucunya.



"Masa sih?"



"Iya aku tadi lihat ruangan bayinya itu ada biru dan pink."



"Mungkin karena mereka enggak mau tahu jenis kelamin bayinya lewat USG."



"Kalau mereka sudah tahu, bayinya laki-laki pasti mereka nyiapin biru, kalau mereka tahu bayinya perempuan pasti hanya siapin pink."



"Dikamar bayinya Dava dan Moya mereka siapin dua-duanya. Kalau mereka masih ragu atau belum tahu pasti ambil warna netral entah putih hijau kuning nggak mungkin dia akan siapin biru dan pink," kata Harry lagi.



Tak lama Dava keluar dengan wajah lelah tapi bahagia.



"Bagaimana Bang?" tanya Hermien.



"Alhamdulillah mereka semua sehat," jawab Dava dengan plong.



"Mereka maksudmu Moya dan anakmu?" Tanya Rustam.



"Tidak Mom, Bun anak kami dua," Dava menjawab kebingungan semua yang hadir.



"Kenapa kamu enggak bilang?" kata Anto.



"Sudah lama, sejak dua bulan usia kandungan kami tahu itu.  Tapi kami memang ingin buat kejutan," kata Dava.



"Jenis kelaminnya laki dan perempuan kan?" kata Harry menebak jenis kelamin cucunya.



"Kok Ayah bisa nebak dengan tepat?"



"Ayah melihat di kamarnya,  kalian siapin dua warna."



"Iya mereka beda kelamin mereka laki-laki dan perempuan."



"Alhamdulillah," kata Rustam.



Lahir sudah keturunan Dava dan Moya yang bernama ADZKA ( memiliki arti bersih ) Pratama Prabandaru dan ANEISHA ( memiliki arti suci ) Maheswari Prabandaru.



Sampai sini ceritanya **TAMAT** ya.



Baca cerita lain tulisan yanktie berjudul WE ARE HAVING A BABY BOY ! 



😍 Terima kasih telah membaca cerita ini 😍



Jangan lupa mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!