
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Dava dan Mora bersiap salat subuh bersama di ruang salat keluarga. Dava sudah keluar kamar lebih dulu. Sedang Moya membereskan bekas peperangan dan latihan proses yang diajarkan dosennya.
Moya juga mengeringkan rambut lebih dahulu agar tak terlalu mencolok.
Seperti biasa Dava dan Moya pakai baju couple. Mereka juga membawa kacamata hitam, sling bag dan mengenakan sneaker untuk alas kaki dalam perjalanan kali ini.
Moya mulai mengerjakan kewajibannya sebagai seorang istri. Dia menyiapkan kopi panas sebelum Dava sarapan.
Satu persatu keluarga Anto Dini dan Hermien datang bersiap piknik ke Borobudur.
Sejak tadi tiga buah bus pariwisata sudah datang.
"Sarapan dulu yuk, seadanya," ajak Anto.
Dini memang hanya membuat nasi uduk Betawi dengan lauk tempe goreng, perkedel dan ayam goreng serta sambal kacang untuk makan nasi uduk tersebut.
Tak lupa ada juga kerupuk sebagai pelengkap.
"Kamu lagi bikin apa Yank?" tanya Dava.
"Aku mau bawa roti tangkep buat makan kita di mobil." Balas Amora sambil terus mengoles roti.
"Kenapa bawa bekal" tanya Dava.
"Capek," bisik Amora. Dava mengacak rambut istrinya.
"Kenapa nggak beli aja?"
"Kan kita naiknya bus nggak mungkin kan kita minta beli roti atau apa yang kita mau. Yang ada di rumah aja bawa," lanjut Amora.
"Masih keburu nggak kalau Yank kalau kita bawa juice? Kayaknya enak minum juice di jalan."
"Sempat, kayaknya yang lain juga masih pada sarapan. Ayok Abang bantuin aku biar cepat," Jawab Amora.
"Nanti aku buatin tergantung buah yang ada di kulkas ya."
"Bang, itu kotak tempat botol isi ulang. Ambilkan yang banyak. Lalu yang buat kita siapkan dua botol tuppy aja, Abang ambil botol tuppy ungu dua itu punyaku." Amora sibuk membuka buah naga dia tambah sedikit gula.
"Kayaknya papa udah bawain tiga dus air mineral deh, tadi Papa suruh untuk dimasukin ke setiap bus," kata Dava. Yang dimaksudkan papa tentu Steve. Steve kalau oleh anak kandungnya dipanggilnya papie tapi dipanggil keponakannya adalah papa.
"Iyakah? Aku malah enggak lihat, aku kan keluar kamar langsung ke ruang makan." Jawab Amora.
Amora membuat banyak juice. Buah naga yang ada di kulkas dia buat semuanya. Lalu dia memasukkan ke dalam botol kecil yang tersedia di rumahnya.
"Abang pisahin deh ini dua botol besar Tupperware ini punya kita berdua. Sisanya ini aku masukin di botol-botol isi ulang kecil-kecil ini buat siapa aja yang mau."
"Nanti kalau botolnya mereka buang ya nggak apa-apa. Yang penting punya kita beda karena pakai botol tuppy." Amora memasukkan 11 botol juice yang ada setelah dia isi dua tuppy besar yang dia buat."
"Lumayan dapat 11 botol selain yang punya kita, nanti aku bagikan siapa aja yang mau terutama Arya Abbie dan Aqiel."
"Kalau gitu yang tiga itu pisahin aja di sini di tas ini biar nanti Abang yang kasih kan ke mereka. Yang lainnya baru kamu kasihkan siapa yang mau," jawab Dava.
"Oh ya udah pisahin aja ini," Amora memberikan tiga botol juice untuk tiga orang adiknya.
"Aku mau dong Mbak," pinta Adhisty. Anak sulung Steve dan Sari.
"Ambil Dek, sekalian juga buat adik-adikmu," kata Dava.
"Asyik aku ambil empat ya Mbak," Dhisty senang bisa dapat empat botol juice dari mbak dan abangnya.
"Itu sisa empat yang tiga kasihin anaknya om Leo aja," kata Dava.
"Terus yang satu kasih buat anaknya tante Vionne. Pas kan tuh empat."
"Oh iya ya. Ya udah aku berikan aja buat mereka." Moya langsung memasukkan tiga botol juice untuk anaknya Leo yang memang tiga orang dan satu Moya taruh di kresek yang lebih kecil untuk anaknya Vionne.
"Tante Ini juice untuk adik-adik," kata Amora. Dia titipkan juga juice untuk anak-anak Leo pada Vionne.
"Terima kasih ya," jawab Vionne. Vionne memang mengangkat anak adiknya Ferry karena Ferry tak bisa punya anak.
"Abang nanti kalau sepanjang jalan aku meremm nggak apa-apa ya?" Bisik Amora sebelum dia naik ke bus.
"Iya Abang ngerti," jawab Dava.
"Mungkin Abang juga ikutan tidur."
"Abang jangan tidurlah, nggak enak."
"Ya nggak apa-apa lah namanya di bus ngapain juga."
Mereka naik bus dan duduk di bangku tengah bersama dengan rombongan lainnya bersatu padu.
Akhirnya tiga bus pariwisata itu berangkat ke Borobudur.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR