LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
KANGEN BUNDA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Amora sadar keputusannya secara frontal dan tiba-tiba itu hanya berdasarkan emosi.



Tapi Amora tak mau di anulir, dia tak mau mundur, dia tak mau ditipu. 



"Tadi Abang dan kak Aldo ke rumah dari siang lho Mbak. Mbak koq enggak pulang sih?" Tanya Arya.



"Mbak lagi ada perlu. Lusa mungkin Mbak pulang." Amora senang, Dava gentle dan langsung menemui kedua orang tuanya. 



'*Aku yakin Abang dan kak Aldo pasti menjelaskan kejadian sebenarnya. Artinya Abang enggak berbuat hal buruk. Kalau dia berbuat buruk tentu enggak bakal berani hadapi mommy and daddy*.'



"Rupanya, Abang dan kak Aldo tu mau ketemu temannya kak Aldo buat mewujudkan mahar yang Abang akan berikan buatmu. Dia mau ini dibuat sebagai kejutan makan enggak cerita ke siapa pun."



 "Bahkan kak Aldo, enggak bilang ke mommy Kiran kalau dia ke Jogja biar enggak bocor kejutannya. Sayang mereka lupa kalau siang itu kamu sering ada di luar. Coba mereka pergi malam, kamu enggak akan lihat kan?" Amora mendengar penjelasan Dini soal kebohongan yang Dava buat.



Calon suaminya ingin memberi surprise yang membuat Amora terluka karena merasa dibohongi dan dianggap anak kecil.



'*Ternyata* ….'



'*Aku memang hanya anak kecil yang emosional! Aku bahkan tak memberi kesempatan abang berhadapan denganku untuk mengatakan semuanya. Aku memang belum dewasa*!' sesal Amora.



'*Aku harus kembali ke dunia nyata. Akan aku tunggu kedatangan abang menjelaskan semuanya. Aku tak akan menghindar lagi*.' Amora bertekad kembali pulang ke rumahnya setelah menginap dua hari  di rumah bude Rina.



"Mbak Ajeng, besok pulang kuliah aku langsung balik pulang ke rumah ya," pamit Amora.



"Iya Dek. Hadapi semuanya. Jangan dihindari karena itu tak akan menyelesaikan masalah." Ajeng memberi nasihat sepupunya itu.




Sayang hingga satu minggu di rumah,  Dava tak pernah lagi datang ke rumahnya Dava tak pernah menghubunginya, Dava tak pernah menghampirinya.



"Apa abang langsung senang ya karena aku batalin pernikahannya. Jadi dia bebas cari yang lain?" Amora memasukkan kunci mobilnya. Dia tak tahu Dava memandanginya dari jauh dengan tatapan rindu yang teramat dalam.


\*\*\*



"Dek, seleksi akan dimulai minggu depan. Kamu harus tekun berlatih dan focus," Amora memberi nasihat buat Arya. Karena yang akan dia usulkan ke orang tuanya baru Arya. Kedua adiknya yang lain belum Amora usulkan tanding tingkat nasional. Tapi kalau mereka terpilih itu adalah prestasi tersendiri.



Hari demi hari Amora semakin tenggelam dalam dunia pelariannya! Amora tak ingin terlihat sedih walau hatinya remuk redam merindu Dava.



Sering dia melihat ponselnya untuk melihat ada panggilan tak terjawab dari Dava tidak. Karena dia Dava tak suka berbalas pesan apalagi menerangkan sesuatu lewat pesan.



"Abang enggak hubungin kamu bukan karena dia benci kamu. Dia bilang waktu itu akan menunggu kamu cooling down baru akan datang ke kamu," Dini pernah berkata seperti itu ketika melihat Moya gelisah.



"Aku enggak apa apa Mom," jawab Amora. Dia akan  mengikuti alur saja.


\*\*\*



"Mommy kemana Dadd. Koq hari gini keluar rumah sendirian?" Amora melihat mommynya keluar rumah diantar sopir.



"Bunda Hermien minta ketemu di cafe Big Fams daerah Nogotirto," ucap Anto.



"Aku kangen bunda. Aku kesana boleh?"



'Diantar sopir ya, ini sudah malam, kamu enggak boleh keluar sendiri," Anto melarang putrinya keluar sendirian.



"Enggak perlu Dadd. Aku naik motor aja. Aman koq. Aku bukan anak kecil. Dan jangan bikin peristiwa penculikan ku jadi alasan melarangku beraktivitas normal," jawab Amora. Anto pun sadar, dia tak boleh terlalu mengekang Amora.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR