LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
KEJUTAN VS KEJUTAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Makan dulu Bang, Kak," kata pembantu rumah tangga.



Satu persatu penghuni rumah pulang tapi tidak dengan Amora menjelang sore yang datang duluan adalah Dini.


\*\*\* 



Anto  mengantar Amora ke rumahnya Rina, setelah minta izin kalau putrinya mau numpang menginap.



Rina tak bertanya apa pun, langsung mengizinkan.



Sementara yang tinggal hanya satu putrinya dan dua orang pembantu rumah tangga.



 "Nanti biar pak Abdul antar baju dan buku kuliahmu ya?"   



"Kamu kasih tau aja buku kuliahnya, biar disiapkan."



"Enggak usah. Aku bisa ambil sendiri. Besok subuh sebelum berangkat kuliah. Sekalian aku mau taruh mobil. Pakai mobil bisa diikutin."



"Aku akan berkali-kali ganti ojek agar tukang ojeknya pun enggak bisa ditanyain ambil aku dari mana," sahut Amora.



"Jadi nggak usah dibawain baju, besok aku aja yang ambil pagi-pagi habis salat subuh asal rumah aman," kata Amora .



"Ya udah." Kata Anto. Kalau Moya sudah punya mau tak bisa dilawan.



"Malam ini aku pinjam punya Mbak Ajeng."



"Ya wis," kata Anto dia tenang begitu Amora sudah cooling down.



"Daddy pulang dulu ya," pamit Anto. Ajeng belum pulang kerja.



"Iya Daddy jangan lupa," Moya mengingatkan Anto.



"Iya Daddy nggak akan bela siapa pun Daddy akan dengar aja,"  Anto pun pulang dari rumah kakak kandungnya itu.


\*\*"



"Assalam'ualaikum Bun," kata Aldo menyambut Dini yang baru tiba.



"Lho Do. Kapan datang?" tanya Dini pura-pura kaget.



"Tadi sama Bang Dava."



"Sudah makan?"



"Sudah tadi disiapin  makan sama Bibi."



"Assalamualaikum Mom," kata Dava 



"Waalaikumsalam loh kamu kapan datang dari Jakarta?" Tanya Dini.



"Kemarin malam, sama Aldo barengan dari Jakarta." Jawab Dava.



"Moya nggak bilang kamu udah ke Jogja," Dini seakan tak tahu ada yang tak beres antara putrinya dan Dava.



Dava Diam. "Tadinya mau bikin kejutan ke Amor Mom,  ternyata malah aku yang terkejut,"  kata Dava.



"Maksudmu?"




"Mommy masuk dulu ya," Dini pamit pada Aldo dan Dava.


\*\*\*



"Masih lama?"



"Udah dekat rumah. Kenapa?"



"Ada Dava dan Aldo. Daddy yang hadapi aja, Mommy malas takut terbawa emosi."



"Ya, ni hampir sampai koq," Anto memang sudah dekat rumah.


\*\*\*



Airnya Anto tiba di rumahya.



"Wah, ada tamu jauh," kata Anto pada Aldo.



"Iya Om," Aldo memberi salim pada Anto.



"Sebentar ya ganti baju dulu. Halo Bang kapan sampai?"



"Kemarin Dadd," sahut Dava jujur.



"Moya nggak bilang apa-apa biasanya dia selalu bilang loh." Kata Anto.



"Aku tadinya mau bikin kejutan tapi malah aku yang terkejut," kata Dava.



"Kenapa?" Eh tunggu dulu Daddy ganti baju dulu aja, biar ceritanya enggak dipotong-potong." Anto pamit ganti baju dulu.



Anto keluar sudah fresh Dini mengeluarkan kopi dan cemilan untuk sore itu yaitu  ubi rebus.



"Iya gimana maksudmu soal kejutan tadi?" Tanya Anto.



"Aku pengen bikin mahar spesial aku bilang lah sama Aldo buat mewujudkan mahar itu. Aku pengen siapin mahar ini untuk melengkapi mahar-mahar yang lain yang  sudah ready. Aku pengen sesuatu yang spesial buat Amor."



"Aldo setuju dia janjian sama temennya di Jogja. Karena ini adalah kejutan  aku nggak bilang Mom,  Dadd  bahwa aku tuh pulang kemarin."



"Aku sampai kemarin malam sama  Aldo  karena ada janni dengan teman Aldo siang ini. Aldo langsung nginep di rumah aku.  Kalau Aldo nginepnya disini  kan ketahuan jadi Aldo nginep di rumah aku."



"Nah tadi siang kita mau ketemu orang yang berhubungan dengan mahar itu. Aldo yang kenal jadi kan memang aku lebih enak sama Aldo,  kebetulan Aldo memang mau nemenin."



"Pas lagi di mobil menuju lokasi temat ketemuan, Amor telepon. Dia tanya Abang ada di mana? Aku bilang aku di kantor Dadd, Dia ngamuk dia bilang batalin pernikahan karena saya tidak mau berhubungan dengan pembohong."



"Abang langsung ke sini tapi sampai sekarang dia belum pulang," Cerita yang Aldo katakan sama persis dengan versi Amora.



"Kamu nggak telepon dia?"  kata Dini.



"Teleponnya mati kalau saya bisa hubungi dia pasti saya hubungi."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1680109846783.jpg)