
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Dengan berat hati aku ulangi lagi bahwa aku …,"
"Akan segera melepas masa lajangku!" semua langsung syukur.
"Alhamdulillah," Dava langsung menangkupkan kedua tangannya diwajah.
"Soal waktunya semua aku pasrahkan hal itu sama Bunda dan mommy atau sama ibu negara lain."
"Aku nggak mau ikut campur kapan kalian minta dilaksanakan aku manut."
"Andai suruh hari ini atau besok pun aku enggak protes!"
"Cuma yang aku minta setelah aku menikah jangan pernah tanya : Kok belum hamil kok belum hamil ? Jangan! Karena aku sama Abang sudah bicara panjang lebar."
" Aku tidak akan segera hamil. Kami tidak pernah pacaran kami belum saling mengenal karena itu satu tahun pernikahan kami akan kami jadikan pengenalan tabiat dan sifat kami. Di situlah kami akan pacaran."
" Aku tidak akan hamil dulu juga karena rahimku juga belum cukup umur. Aku ingin hamil bila rahimku siap untuk reproduksi."
Harry tak menyangka putri tunggalnya sudah akan menikah. Saat seusia Amora Dini sudah diperkosa!
"Pengumuman dari akucukup segini , yang lainnya rembuk sendiri aku nggak ikutan. biaya semuanya ditanggung Abang aku nggak mau Daddg sama ayah kasih uang Apa pun buat akad atau pernikahan aku."
"Resepsi semuanya harus suami aku yang tanggung," Dava tersenyum melihat bahwa calon istrinya lebih bijak dari mantan tunangannya dulu.
Daffa melamun mundur ke belakang beberapa saat dulu.
Dengan Olivia dia tidak pernah diskusi apa pun karena memang pembicaraan dua arah tidak ada. Paling hanya ada seseorang tanya dan yang lainnya jawab tapi tidak ngobrol untuk berdialog.
Dengan Amora yang anak kecil Dava selalu berdiskusi. Dava ingat kemarin Amora memberi pertanyaan : "*Abang kalau aku terima cepet nikah, boleh nggak aku minta sesuatu*?"
"*Kalau Abang bisa akan Abang kabulkan*." Dava tak mau gegabah walau yang dihadapi anak kecil.
"*Ini baru andai ya Bang. Kalau misalnya kita cepet nikah, Aku mintanya cuma satu kita pacaran dulu yuk*."
" *Lah gimana sih kamu udah nikah koq malah ngajak pacaran*?"
"*Aku nggak ingin kita ribut jika sudah ada anak. Jadi aku minta aku boleh pakai kontrasepsi satu tahun dan aku juga akan umumkan ke semua orang kalau aku menumda kehamilan*."
"*Aku yakin Abang sudah siap, tapi aku belum*."
"*Iya oke Abang setuju..Terus kapan kita nikah*?" Desak Dava.
"*Oh kalau itu Abang nggak boleh tau itu. ya kan aku bilang kalau kita nikah cepat*."
"*Abang tunggu sampai kapan kepastiannya? Kamu terima Abang kan*?" Sang dosen itu bertekuk lutut pada anak kecil.
"*Lah, Kita udah tunangan, kalau enggak aku terima ya aku enggak terima saat* *lamaran dong*,"
"*Kali aja kamu berpaling makanya memghindar terus*."
"*Abang aneh deh nggak lah. Pokoknya sampai di hari halal bihalal itu*.,"
"*Dan aku juga maunya aku selesai kuliah. Aku boleh ambil S2 sama seperti Bunda yang tetap kuliah walau aku sudah umur 4 tahun*!"
"Enggak akan ada larang buat kamu kuliah dan berkarir. Paling nanti kalau pas hamil kamu kurangin aja kegiatan."
Dava kaget ketika lengannya ditepuk calon istrinya. Rupanya sejak tadi dia melamun.
"Mumpung semua kumpul Mami minta sih mendingan kalian bicara deh"
"Jadi nggak simpang siur. Sekarang di sini ada Harry ada Anto dan semuanya. Walau pun sekarang bisa pakai video call tetap aja beda kalau kita bicara secara langsung."
"Ini hari baik, kalian bicara aja di sini nanti sehabis semua pulang diskusiin dulu," kata Eyang.
"Mami maunya tuntas hari ini kapan pelaksanaannya."
Anto dan Harry yang merasa ditodong bingung juga pasti semua adalah keputusan ibu negara tapi kan mereka harus bicara soal kewajiban seorang ayah.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.
