LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
DOORPRIZE



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Perhatian semuanya, kedua mempelai mempersilakan semua hadirin menikmati hidangannya. Tapi sebelum itu mempelai akan mengocok doorprize." MC memberi pengumuman.



"Saat anda tadi mengisi buku tamu, anda mempunyai satu nomor undian. Walau anda tidak memegang nomor, tapi nama anda tertera di buku tamu."



"Mempelai akan mengundi nomor dan penjaga buku tamu di depan nanti akan membaca nomor siapa yang keluar."



"Jadi anda yang tidak menulis buku tamu ya salah sendiri, anda tak punya nomor undian." kata MC.



"Mari kita ikuti, kita lihat ya pengantinnya akan mengocok siapa yang dapat doorprize."



"Memang pengantin ini unik tidak memberi souvenir bagi yang hadir saat akad nikah tapi mengganti dengan hadiah kejutan berupa souvenir."



"Hadiah yang akan di undi adalah tiket pulang pergi Jogja~Bali bagi anda dan pasangan," kata MC selanjutnya.



" Woooo," semua langsung heboh. Ada yang menyesal karena malas menulis buku tamu. Sahabat Moya berharap mereka yang dapat.



Para tamu pun berharap mendapatkan doorprize itu.



"Kalau yang tidak dari Jogja tiket akan ditukar oleh mempelai tenang aja nggak perlu takut," kata MC lagi.



"Itu sudah ketentuan dari Pak Dava dan Bu Moya. Oh ya sekarang dipanggil ibu lah ya mau nggak mau kebawa tua nih Bu," seloroh MC membuat hadirin tertawa.



Dava dan Moya mengocok toples kecil berisi nomor undian.



"Kami akan mengeluarkan satu ya mohon siap-siap penjaga buku tamu untuk membacakan nomor siapa yang keluar."



Penjaga buku tamu sudah disiapkan mic oleh MC.



Dava mengeluarkan satu gulung kertas yang di jatuhkan ke telapak tangan istrinya.




Satu gulungan kecil jatuh ke tangan Moya.



"Baik kita buka ya nomor urut tamu 7 nih belakangnya 7," kata Moya.



"Wow siap-siap nih ya,  siapa ya?"  Semua tamu tidak ada yang tahu karena mereka tidak pegang nomor undian mereka juga tidak tahu tadi nomor berapa yang mereka isi.



"Angkanya 197," kata Moya. Lalu penjaga buku tamu melihat nomor 197.



"Silahkan dibaca Mbak," kata MC-nya dari panggung memerintah mbak penjaga buku tamu membaca nama siapa yang tertulis di nomor 197.



"Nomor 197 adalah Profesor Soekamti," penjaga buku tamu membaca nama yang tertera disana.



Semua langsung bertepuk tangan Profesor Soekamti adalah Dekan Fakultas kedokteran hewan dari UGM.



"Selamat ya Profesor hadiahnya adalah tiket Jogja ~ Bali pulang pergi not included hotel ya. Kami tidak menanggung biaya hotel kata Dava dan hadiah bisa diuangkan ditukar ke Biro perjalanannya langsung kalau memang tidak ingin digunakan terbang kata Dava lagi.



"Kepada Ibu Soekamti mohon maju untuk menerima tanda bukti pemberian hadiah. Nanti bisa ditukar di biro perjalanan kapan ibu akan berangkat dengan pasangan karena ini untuk pasangan ya Bu. Ibu tidak pergi sendiri tapi bisa dengan anak atau suami atau bapak dan sebagainya.  Bisa diberikan kepada orang lain bila ibu tak ingin menggunakannya."



Semua yang hadir di situ termasuk orang tua pengantin kaget dengan kejutan dari mempelai ternyata mereka tidak menyiapkan souvenir pada saat akad nikah ini tapi menggantinya dengan suatu hal yang tidak umum.



Ibu dekan maju menerima kupon untuk dia tukar ke.biro perjalanan yang telah Dava pesan tiketnya.



"Terima kasih ya Moya. Sekali lagi selamat atas pernikahannya." Bu dekan memberi ucapan lagi.



"Oh ya, kami dari fakultas akan memberi ucapan terima kasih secara resmi karena kamu membawa nama baik civitas akademika terutama fakultas kita atas prestasi di kejurnas karena yang baru lalu."



"Baik Bu. Semoga jadwalnya tidak bentrok dengan pembubaran panitia, karena saya akan menemani suami ke Jakarta saat pembubaran panitia kejurnas nanti," sahut Moya. Dava memang sudah meminta Moya mendampinginya saat pembubaran panitia nanti.



Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN