LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
PESAN RUTIN DARI JAUH



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Dava sudah cerita kok sama saya," kata Rustam saat Nanto ke rumah Dava pagi-pagi sekali.



"Pak ini kejadian sesungguhnya,  Bapak bisa cek di surat kabar dan media lainnya kecelakaan adik ipar saya dan anaknya." 



Sama seperti kemarin siang, Nanto memperlihatkan foto-foto penunjang. Amplop kemarin dia tinggal untuk Dini. Disini dia bawa amplop lainnya.



"Sekarang Adik saya stress Bapak bisa cek ke rumah sakit dimana dia di rawat, kemarin saya sengaja bawa jalan-jalan. Jadi tidak ada unsur adik saya mengambil Dava dari tunangannya saya malah salut Dava memikirkan bagaimana adik saya itu bila dia tinggal mengejar Ibu."



"Maaf Bu bukan saya senang Dava durhaka terhadap Ibu tapi dia memikirkan nasib orang lain yang tidak bisa berpikir. Sedang Dava yakin ibu bisa menerima bila dijelaskan alasannya melakukan itu."



"Adik saya itu sama aja anak bayi yang di tinggal hutan belantara sendirian bila dia tinggal di situ. Dia bisa dimangsa harimau ganas."



"Saya bangga Dava berpikir sejauh itu." 



"Tapi sayang tak ada yang sependapat dengan dia sebelum mendengarkan penjelasan darinya. Sehingga sekarang Dava  sangat terpuruk dan sudah satu minggu tidak ada di Indonesia tanpa siapa pun tahu."



"Maksud kamu Dava tidak ada di Indonesia itu apa?"



"Yang bener?" Rustam dan Hermien bereaksi bersamaan.



"Tidak Bu, Pak. Dia tidak ada disini," Rustam langsung menghubungi ponsel Dava.



"Dimana anak saya?"



"Tidak Pak, saya tidak akan memberitahu dimana dia berada sampai  dia mau bertemu."



"Dia hanya ingin bertemu satu orang dalam hidupnya sebelum dia memutuskan langkah apa yang dia tempuh.



"Kalau dia tidak mau bertemu dengan siapa pun, berikan nomor telepon kamu agar mempermudah saya mencari info terkini tentangnya. Karena nomor handphonenya juga barusan tidak aktif."




"Nanti kalau ada perubahan yang mengarah pada kebaikan,  misalnya dia mau bertemu dengan siapa pun, saya akan antar. Tapi kalau untuk hal lain,  Dava belum memberi izin dan saya tidak akan pernah mengkhianatinya.



"Lalu bagaimana dengan pekerjaannya kalau dia pergi seperti itu?" Tanya Hermien.



"Saya tidak mengerti Bu tapi kalau yang saya tahu Sepertinya dia sudah meninggalkan banyak materi dengan Zoom meeting atau dengan apa saya juga nggak tahu. Begitu pun dengan pekerjaan kantornya."



"Baiklah," kata Hermien.


\*\*\*



Dua bulan Dava menepi. Tak mau ditemui atau dihubungi siapa pun. Satu minggu sekali dia akan membuka ponselnya hanya untuk membaca semua pesan yang masuk tanpa pernah dia respon.



Dan pada saat membuka ponsel itulah dia akan mengirim pesan pada Amora.



'*Abang selalu mencintaimu dan tak akan pernah berpaling. Abang harap hatimu juga masih tetap milikku*.'



'*Hanya doa yang rutin Abang kirim untukmu bila rindu menyesakkan dada seperti saat ini*.'



'*Hukuman terberat dalam hidup Abang adalah ketika harus jauh darimu. Beribu cara Abang lakukan agar bisa melupakanmu. Tapi berjuta kata rindu menghujam dadda*.'



'*Seharusnya hari ini kita fitting baju pengantin kita. Semoga penundaan ini bukan pembatalan. Karena cinta Abang hanya untukmu*.'



'*Cinta ini hanya untuk my Amor*.'



Begitu pesan-pesan yang juga hanya dibaca Amora tanpa di respon gadis kecil itu.



Amora tak pernah tahu Dava sedang menepi dan tak ada di Indonesia sampai di pesan terakhir Amora baru tahu ketika Dava mengirim share lock.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND



Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN