LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
FAKTA BARU : MEMANG CHEF



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kamu seriusan?" tanya Dice pada Shinta.



"Seriuslah. Aku sama ibu tadi ketemu kok. Mereka lagi belanja buat manggang apa gitu, katanya mau bikin buka puasa bersama di rumah dengan keluarga besarnya."



"Ibu malah dikenalin ke pak Dava," lanjut Shinta lagi.



"Wah kita nggak tahu ya kalau dia tunangan pak Dava? Jadi nggak enak ya kita udah bilang patah hati karena Pak Dava udah punya tunangan," ujar Dice.



"Kamu kali yang ngomong bukan aku," kata Shinta.



"Iyaaaaaa, kan jadi nggak enak lho kita, gimana dong ke Moya?" Dice serba salah mengingat kelakuannya bilang kalau dia patah hati. Untung enggak menghujat tunangan pak Dava.



"Moya waktu itu diem aja berarti kan dia tahu lah kita bukan seriusan," Shinta berupaya menenangkan Dice.



"Iya sih Moya orangnya enggak ribut kok," Dice cukup tenang karena Moya tak marah ketika itu.



"Aduh tapi aku jadi malu,"  kata Dice. Tak percaya mengatakan hal seperti itu di depan Moya.



"Enggak apa apa lah, besok kita bilang ke Moya," hibur Shinta.



"Iya besok hari Senin kita bilang kita nggak bermaksud mengambil pak Dava."



"Dan kita enggak usah  publish ke orang-orang. Kasihan ternyata Amora lo yang diculik. Dia nggak pernah ya buka cerita hal itu."



"Makanya kita harus bisa seperti dia. Enggak usah ember ke siapa pun," saran Shinta.



"Oke siap," janji Dice.


\*\*\*



"Seriusan ini Abang yang siapin?" Dini berujar bingung saat inspeksi dapurnya Dava. Hari ini keluarga Anto paling dulu tiba di rumah Dava.



"Iya Mom, Abang yang masak. Nanti baru kita bakar, saat siap makan aja biar masih panas," Moya mengatakan mereka tak masak yang ribet. Hanya ayam panggang bumbu kemiri dan ayam panggang bumbu kecap dan sop bakso saja yang siap dieksekusi.



Semua sudah matang, lalu piring-piring tempat lumpia juga sudah disiapkan tapi ternyata Dini membawa sudah dalam bentuk siap hidang tak perlu dipindah.



Begitu pun gelas-gelas untuk es buah dan mangkok untuk kolak atau untuk puding sudah ready semua.



Tak lama datang Risye yang membawa puding dan kurma. Disusul oleh Sari yang membawa es buah serta jus buah naga.



"Ya Allah, Amor, ini banyak banget. Siapa yang bakal makan kalau enggak habis nanti?" Dava khawatir bila banyak makanan tersisa lalu terbuang mubazir.



"Tenang aja. Nanti para ibu negara yang atur. Tak akan ada makanan terbuang. Nanti akan dibawa pulang oleh para ibu negara koq," Amora menenangkan kekasihnya yang ketakutan bila banyak makanan tersisa di rumahnya.




"Iyalah kami ini real Big Boss," kata Dini.



"Sebentar lagi tambah satu nih Ibu negaranya, yang di Jakarta juga ibu negara tuh."



"Nah itu, kita tambahin aja tuh sama Hermien," saran Risye.



Hermien kaget saat melihat dirinya ditambahkan di group chat IBU NEGARA.



'*Ngapain nih*?' tanya  Hermien.



"Hai Mien, group ini ada sejak saat Moya masih umur enam atau tujuh tahun. Jadi bukan group baru," sapa Riesye yang langsung melakukan video call ketika tahu Hermien mengirim chat.



"Eh kalian lagi ngumpul?" Hermien melihat suasana rame.



"Abang bikin wacana dadakan Bun, pengen bukber karena tiap hari dia buka puasa sendiri," Amora ikut nimbrung di depan kamera Risye.



"Bunda nggak dikasih tahu," protes Hermien.



"Marahin Abang Bun," seloroh Amora.



"Eh Bun, Abang bikin ayam panggang loh khusus buat bukber kali ini," pamer Amora.



"Dia paling jago masak. Dia kan chef," ungkap Hermien.



 "Kamu nggak tahu dia tuh sejak SMA sering juara masak,"  lanjut Hermien.



"Aku nggak tahu seriusan," Amora baru tahu satu lagi bakat atau kepandaian calon suaminya.



Dava hanya senyum-senyum saja mendengar bundanya membahas keahliannya.



'*Pantas untuk memilih alat masak sangat teliti*,' batin Amora. Rupanya karena Dava tahu fungsinya dengan pasti.



"Pantesan kalau untuk merekomendasiin tempat makan Abang tuh paling hebat. Ternyata dia memang mensurvei semua rumah makan kali ya," kata Sari.



"Cuma kebetulan aja." Sahut Dava yang sedang ngobrol santai dengan para kepala negara.



Dava senang rumahnya rame.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1679654712559.jpg)