
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ya Kapan pengumumannya?" Hermiena menanyakan Moya kapan gadis itu akan memberi jawaban pada semua orang termasuk Dava.
Karena sampai semalam Dava menjawab dia belum diberi jawaban oleh tunangannya itu.
"Demi Allah Bun, Abang juga belum di beritahu Amor kapan dia akan kasih kepastian pernikahan kami," demikian jawaban Dava.
"Bunda tahu Abang enggak akan berbohong sama Bunda." Dava memastikan dia memang belum tahu.
"Maksud Bunda, kalau kita tahu misal minggu depan, bulan depan, atau bahkan tiga tahun lagi, yang penting kan ada kepastian," desak Hermiena.
"Abang ngerti. Tapi kendalanya kan Abang emang belum dikasih tahu sama.Amor mau gimana lagi?"
"Apa sih Bun?" kata Moya sambil memeluk pundaknya bundanya.
"Bunda kayak anak TK aja nunggu pengumuman. Apa kita lagi nunggu pengumuman kelulusan?" Goda Amora.
"Jangan bikin Bunda senewen deh. Bagaimana jawaban nya?" Hermien terus mengejar Amora.
"Bunda lucu nih. Kalau minta kunci jawaban tuh ke pak dosen aja, jangan ke Moya," Amora melempar joke agar tak tegang.
"Sayank, Bunda nunggu jawaban lamaran," akhirnya Dava meminta Amora menyudahi candaannya.
"Oh jawaban lamaran," Amora tersenyum.
"Abang kumpulin semuanya, biar aku bikin pengumuman." Ucap Amora.
"Nggak usah mau dikumpulin nanti kan juga ngumpul sendiri kalau kamunya bicara," kata Dava.
"Ya udah aku bicara di depan Bunda sama eyang sama mommy Kiran aja," kata Amora lalu dia mendekat ke Hermiena.
"Ih Mommy koq nggak diajak," kata Dini.
"Tungguin Mommy."
"Loh tungguin Papa," kata Steve.
"Pa aku mau komplain dulu," bisik Moya, tapi tak terlalu pelan jadi masih cukup bisa didengar yang lainnya.
"Mau komplain apa?" Tanya Steve.
"Koq bisa, itu resep yang biasa koq," jawab Steve.
"Karena cuma sedikit," jelas Moya.
"Ih Mama bikinnya banyak banget Ya,"
"Pokoknya aku dapatnya sedikit. Besok kita bikin ayam masak nanas ya Pa?"
"Boleh," balas Steve. Memang Moya selalu bertanya resep masakan Indonesia Timur ada Steve karena Dini suka malas mengajarinya. Mungkin dengan masak masakan Indonesia Timur membuat Dini ingat penderitaannya menjadi menantu Sandra.
"Atau ayam woku juga mau Pa," ucap Moya.
"Ya besok kita bikin," ucap Steve. Selama di Jakarta Steve tinggal di rumah Opanya.
"Daddy, Mommy, Papa Mama, Tante Om, Ayah dan Abang."
"Aku udah ambil keputusan!"
"Kemarin juga aku sudah tanya sama eyang kakung dan eyang putri waktu malam Idul Fitri."
"Selama ini aku nggak mau bilang kak Eyang lewat telepon. Enggak enak jadi aku sengaja ngomong itu pas malam Idul Fitri kemarin."
"Satu minggu sebelum puasa mungkin yang di sini ada beberapa yang tidak hadir saat aku dipaksa Bunda menerima lamaran Om om itu. Entah waktu itu yang maksa Bunda atau si om nya." Dava tentu aja tersenyum Amora mengatakan dia om om.
"Dengan pikiran panjang, berkali kali aku juga ngobrol sama Mommy, aku juga sering curhat sama Bunda yang keduanya memang pengalaman banget dibidang pernikahan usia muda."
"Aku enggak ingin mengulangi kegagalan siapa pun."
"Aku tahu kedewasaan itu tak tergantung usia."
"Aku juga sudah diskusi terus sama abang maka dengan berat hati aku umumin …" semua diam karena Amora sengaja menjeda kalimatnya.
"Dengan berat hati aku ulangi lagi bahwa aku …," Amora melihat mata Dava. Mencari kepastian dimata itu
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.
