LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
DUA CINTA YANG BERBEDA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Mom. Nanti malam aku mulai pindah ke rumahnya Abang ya. Malam ini masih ada bunda jadi aku masih ngerasain ada bunda di rumah untuk satu malam. Paling nggak dua malam." Amora berbisik pada Dini.



"Oh iya," walau Dini tak rela putri kecilnya akan meninggalkan dirinya, dengan berat hati dia juga tak boleh egois karena anaknya akan pindah ke rumah Dava.



Dini ingat dulu walau menikah terpaksa dengan Harry, dia juga tak ingin hidup dengan fasilitas lengkap di rumah maminya. Dia memilih hidup dengan apa yang Harry sanggup berikan di rumah petak.



Saat ini mereka memang belum sampai di rumah, itu sebabnya Amora berbisik karena mereka masih berada dalam bus.



"Malam ini aku bawa baju satu koper aja sih buat sementara. Nanti kalau udah pulang semua,  baru aku beres-beres rumahnya Abang." Jelas Amora.



"Itu bukan rumah Abang itu itu rumah kita," ralat Dava.



"Iya maksudku gitu lah. Abang sendiri ngomong kan susah mau ngomong apa. Bingung cari padanan kata yang tepat." Ejek Moya.



"Mulai kan kamu ngejek Abang," protes pak dosen.



"Lah Abang yang ngajarin aku tadi," kata Moya, Dava tersenyum malu.



"Ingat kan pembahasan tak ada dosen dan tak ada mahasiswi?"



"Udah ah. Kamu senengnya njahilin Abang," protes Dava. Kalau sedang bersama Moya hilang sudah sikap tegas karateka sekaligus pemimpin sebuah perusahaan yang juga seorang dosen. Di depan Moya kewibawaan Dava langsung luntur!


\*\*\*



"Abang nanti bantuin ya?" Rengek Moya pada suaminya.



"Bantuin apalagi? Orang cuma bawa baju berapa biji aja minta bantuin," ledek Dava



"Ya udah kalau nggak mau bantuin nggak apa-apa,"  jawab Amora kesal.




"Abang sih gitu!" Sungut Moya.



"Ya lagian cuma baju sekoper aja minta dibantuin.. iKan aneh kamu tuh." Dava memberikan pendapatnya.



"Ya ngapain punya suami kalau nggak mau bantu?"



"Oh jadi tugas suami cuma buat ngebantuin kamu?" tanya Dava gak paham



"Ya udah."



"Terus buat apa dong?" Moya tak menjawab dengan kata-kata. Dia hanya mendaratkan cubitan sangat keras dipaha Dava.


\*\*\*



Amora benar hanya membawa sedikit baju, alat mandi dan alat make upnya. 



Dengan berat hati Moya pamit.pada para eyang dan ayahnya yang masih menginap di rumah Dini. Sekarang dia sudah punya suami. Jadi memang harus mengikuti kemana Dava berada.  



Dini tak mau menangis, dia ingat dulu maminya dan mbak Sashi mengantar dia pindah ke rumah petak dengan tegar. Msa dia melepas Moya ke rumah besar Dava harus bersedih?



Pernikahan dia tanpa persiapan apa pun. Baik mental mau pun materi. Sangat jauh berbeda dengan persiapan yang Moya miliki. Gadis kecilnya mendapat suami yang mapan dalam materi dan  mentalnya juga baik. Bukan seorang yang memperkosa agar bisa memiliki dirinya seperti Harry dulu. 



"Belajar yang benar ya. Ayah tahu kamu akan menjadi istri yang baik. Ibu yang bertanggung jawab untuk anak-anakmu kelak," bisik Harry saat putri tunggalnya pamit.



"Aku mohon maaf kalau enggak sempat antar Ayah ke stasiun ya Yah. Takutnya di rumah juga enggak bisa keluar. Selamat jalan dan terima kasih sudah jadi Ayah terbaik yang aku punya," Moya memeluk Harry erat-erat.



Cinta Harry tak biasa diucapkan dan jarang diperlihatkan. Moya tahu itu sejak dia SMP. Beda dengan Anto yang sangat ekspresif. 



Anto selalu mengatakan mencintainya juga memperlihatkan dalam setiap tindakannya. Moya tahu kedua lelaki itu mencintainya dengan sangat besar dengan cara yang berbeda.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY