LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
ANCAMAN ALDO



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Langsung ganti disini aja, jadi kamu enggak repot cari toilet di rumah sakit," Dava memberi saran pada Amora.



"Iya juga ya, sebentar aku selesaiin milih dulu baru aku ganti," jawab Amora. Untuk siang ini Amora memilih T shirt biru dongker dengan celana stretch hitam. Dia juga beli satu T shirt hitam untuk Aldo karena tadi kakaknya pakai kaos putih.



"Label harga yang akan kamu pakai di copot dulu, nanti kalau bayar bingung, bila masih nempel di badanmu" saran Dava. Lalu pegawai butik mencopot label harga baju yang hendak Amora langsung gunakan.



Saat Amora sedang ganti baju, Dava membayar semua belanjaan Amora termasuk dua t shirt hitam yang Dava beli untuk dirinya. T shirt yang Dava beli kembar dengan milik Amora hanya beda warna saja.



"Loh, koq udah dibungkus?" Tanya Amora saat melihat semua pilihannya sudah masuk tas butik.



"Sudah dibayar oleh kekasihnya Mbak," pramuniaga memberi penjelasan pada Amora.



Amora melihat Dava membawa satu tas butik kecil.



'*Kekasih*?' pikir Amora.



"Terima kasih. Koq malah merepotkan," Amora tak mau ribut soal pembayaran. Nanti dia tanya ke kak Aldo bagaimana mengganti uang milik om Dava.



Setelah belanja Amora kembali ke rumah sakit.



"Bagaimana opa?" tanya Amora.



"Sedang didandani," jawab Harry. Memang menurut agama nasrani jenazah di didandani dengan baju terbaik sebelum masuk peti. Maka saat ini opa sedang didandani dengan pakaian yang terbaik.



Biasanya kalau jenazah laki-laki tidak terlalu lama, karena make up wajahnya tidak terlalu membutuhkan waktu lama untuk dandan.



"Sebentar lagi juga opa dibawa pulang," kata Aldo yang telah ganti kaos yang dibawakan oleh Dini. Aldo tadi ganti bareng Dava.



Sekarang Amora baru sadar Dava menggunakan kaos yang sama dengannya hanya berwarna hitam.



"Terima kasih banget ya udah bantuin Princess ku,"  kata Aldo tulus pada Dava. Aldo memang sangat mengapresiasi semua yang sayang pada princess keluarganya itu.



"Sama-sama, kayak kita ke siapa aja," kata Dava lagi.



Tak lama peti jenazah opa dibawa keluar untuk dibawa pulang ke rumah duka.



Amora naik mobil Aldo mengikuti iring-iringan itu.



Sejak jenazah datang tamu tak henti datang silih berganti. Baik dari mantan rekan kerja opa. Dari rekan kerja kantor ayahnya. Dari teman kerja mantan kantor om Leo. Dari kalangan artis dan rumah produksi dimana dulu tante Risye bekerja. Dari kampus tempat bekerja oma dulu. Karangan bunga penuh menutup jalan.



Amora banyak kenal dengan saudara dari ayahnya itu dan dia selalu berdiri dekat Harry.



"Wah Amora sudah gadis ya sekarang," sapa beberapa tetua yang mengenal Amora saat bayi hingga balita.




"Kita mulai kebaktian yuk," ajak Leo.



Amora duduk di sudut ruang. Harry kayaknya tak bisa menemani karena menerima tamu terus menerus sedang Leo sibuk beribadah. Amora akhirnya memilih duduk bersama Aldo dan Dava. Amora tak menyangka tetangga Aldo terus ikut ke rumah duka. Dia kira setelah mengantar dari butik, Dava langsung pulang.



"Malam ini kamu mau di sini sampai jam berapa?" Tanya Aldo.



"Kamu nggak usah ikut begadang. Enggak ada gunanya dan kamu hari ini belum makan. Tadi siang Kakak bilang kamu suruh makan, kamu nggak makan. Sejak tadi kamu hanya makan snack sedikit."



"Kakak enggak mau disalahin mommy dan daddy mu kalau kamu sakit. Kakak  yang akan kena marah, juga dari mommy Kiran dan daddy Amir," Aldo langsung memarahi Amora yang sejak tadi tak memperhatikan asupan makan pada lambungnya.



"Sekarang kita pamit pulang dulu ya. Kakak akan larang kamu kesini bila kamu enggak jaga badan. Kakak akan lapor pada mommy Dini dan mommy Kirana kalau Kakak yang ngelarang kamu untuk tidak boleh datang ke pemakaman opa," ancam Aldo.



Amora tahu ancaman Aldo itu tak pernah main-main. Sejak kecil kalau Aldo yang menasihati, Amora pasti akan menurut.



Coba cek di novel CINTA KECILNYA MAZ saat pertama Aldo minta maaf pada Amora yang masih balita. Sejak itu Aldo selalu menjaga Amora dengan sepenuh hati.



"Sudah sana cepet pamit," Aldo menyuruh adiknya pamit pada ayahnya.



"Maaf Om Harry, saya bawa pulang dulu Amora nya. Sejak siang tadi dia nggak makan. Nanti dia drop saya yang disalahkan oleh mommy dan daddnya," Aldo pamit pada om nya.



"Terima kasih banget atas perhatian kamu ke adikmu ini. Om juga kurang memperhatikan dia sejak tadi," Harry sadar sejak tadi dia tak fokus pada putri tunggalnya itu.



"Om jaga kesehatan juga," kata Aldo.


\*\*\*



"Mommy, Princess belum makan dari siang tuh. Kasih makan dulu sebelum tidur. Jangan sampai dia masuk kamar,"  begitu Aldo langsung berkata pada maminya saat mereka masuk rumah.



"Ya ampun Moya! Kamu tuh gimana sih? Waduh Mommy bisa dimarahin mommy Dini," pekik Kiran panik. Perempuan itu bisa tahu murkanya Dini dan Anto kalau anaknya *kapiran* seperti ini.


\*\*\*



"Mau ke rumah duka jam berapa?" Tanya Dava yang pergi itu sudah berada di teras rumah Amir.



"Akan berangkat dari rumah duka jam 12, tapi Moya akan aku antar sebentar lagi."



"Sehabis sarapan kita berangkat dari sini. Abang makan dulu yok bareng aku." ajak Aldo pada Dava.



Rupanya Dava pun akan menemani Aldo hari ini. Jadi mereka siap mau berangkat.



Kiran dan Amir serta Sashi dan Teguh akan datang menjelang kebaktian tutup peti saja lalu ikut ke pemakaman.



Amora datang sejak pagi karena dia kan cucu kandung opa. Beda dengan Sashi dan Kiran yang tak ada hubungan kekerabatan langsung.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.