LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
TUKERAN HAMPERS



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sore jam 05.00 tiba-tiba Dava datang ke rumah eyang putri.



"Loh Abang ngapain?" tanya Amora kaget.



"Enggak boleh ya ikut buka puasa disini?" Goda Dava.



"Aneh aja nggak janjian tiba-tiba nongol,"  kata Amora.



"Hei Bang," sapa Anto, Dava langsung menyalami calon mertuanya 



"Sehat Dadd?"



"Alhamdulillah sehat," jawab Anto.



"Lho udah datang ada apa?"  tanya Dini.



"Cape Mom?" sapa Dava.



"Enggak cape. Malahan seneng banget karena semuanya udah selesai udah rampung masak semuanya buat lebaran,"  kata Dini.



"Tadi berdua masaknya sama Moya,  kalau belanjanya berdua sama eyang," kata Dini.



"Kamu buka puasa terakhir disini kan?"



"Iya Mom, memang sengaja mau buka puasa di sini," kata Dava tanpa malu. Ngapain malu coba sama calon mertua.



Akhirnya mereka buka puasa terakhir bersama.



"Alhamdulillah puasanya lancar selesai sehat semua. Abang mau takbiran di mana?" tanya Arya.



"Enggak Abang ini mau pulang kok," Dava memang tak ingin lama di rumah eyang.



"Kita takbir keliling yuk Bang?" Ajak Arya.



"Enggak lah bahaya takbir di masjid sini aja deket-deket," kata Dava.



"Iya sih biasanya gitu sama Daddy. Daddy kan anak sini jadi hafal," ujar Arya.



"Ya udah, makanya nggak usah keliling-keliling. Abang juga nggak lama kok ini mau pulang," ucap Dava.



"Lah koq pulang Bang?" kata Dini.



"Gampang, besok kan ke sini lagi." Ucap Dava.



"Yank, Abang balik ya," pamit Dava.



"Loh kenapa?" tanya Amora.



"Abang cuma mau kasih hampers ini buat kamu. Kamu bikin buat semua orang tapi nggak ada hampers buatmu," ujar Dava.



Dava memberikan paper bag untuk Amora.



"Aku juga punya kok buat Abang," tukas Amora.



"Loh kamu bikin buat Abang?" Dava terkejut '*anak kecil*' malah ngasih hadiah untuknya.



"Ya iyalah," kata Amora.



Amora mengambilkan bingkisan di kamarnya lalu mereka pun bertukar bingkisan.




"Sama, kamu juga. Terima kasih udah mau berubah buat Abang," memang sejak mereka berhubungan, Amora berupaya untuk menjadi lebih dewasa.



Walau selama ini dia sudah dewasa karena menjadi anak paling tua tapi kan lebih banyak ngambeknya kalau bersama Daddy dan mommyny. Bersama Dava dia mengurangi semua sifat-sifat itu.



"Kenapa pamit?" kata Dini  disaat Amora mengantar Dava yang mau izin pulang.



"Mau takbiran dekat rumah aja seperti biasa Mom," sahut Dava.



"Mommy titip sesuatu boleh?"  kata Dini.



"Kamu langsung pulang atau mau mampir dulu kemana gitu?"



"Iya langsung pulang. Kenapa Mom?"



"Ini titip buat mommy Kiran ya," kata Dini.



"Kalau aku habisin di jalan gimana Mom?" kata Dava.



"Ya nggak apa-apa lah paling kamu sakit perut karena ini isinya sianida,"  Dini membalas candaan Dava dengan santai.



Mereka pun tertawa ngakak.



"Mommy paling bisa deh"



"Karena kamu datang aja jadi kebetulan mommy kirim. Kalau nggak juga mereka makan di sini besok."



"Ya Mom, nggak apa apa," kata Dava. Kemarin hampers buat mommy Kiran dan mama Sashi juga Dava yang antar.



"Dan ini yang untuk bunda ya," Dini menitipkan satu tas berbeda untuk Hermiena.



"Loh kok bunda dapat?" Protes Dava.



"Ya iyalah, sesama ibu negara.  Ini khusus antara ibu negara," kata Dini.



"Hati-hati ya Bang" pesan Amora pada Dava. 



"Iya Insya Allah," katanya.


\*\*\*



"Makasih loh Din, kirimanmu sudah sampai," Hermiena langsung menghubungi Dini ketika Dava tiba di rumah memberikan makanan yang Dini kirimkan.



Yang Dini  bawa sebenarnya makanan sederhana sih tapi karena memang spesial ya jadi berharga.



Dini membawakan gudeg manggar buat Hermiena.



Gudeg manggar itu beda dengan gudeg biasa. Kalau gudeg biasa dibuat dari nangka muda, maka gudeg manggar itu dibuat dari bunga kelapa muda atau manggar.



Rasanya memang  beda. Karena manggar itu nggak selalu ada seperti nangka, maka gudeg ini tidak umum dan harganya juga beda.



"Oh ya semoga suka ya. Aku memang cuma bawa sedikit ya buat bawa-bawa aja nggak beli dalam jumlah banyak. Karena kan gudeg manggar nggak umum."



"Iya aku penasaran memang untung kamu bawain," kata Hermina memang ketika ngobrol di grup Hermina penasaran dengan kata-kata temannya gudeg mangga itulah makanya terus dia bertanya pada Dini, dan Dini  bawain sekarang



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1679830963831.jpg)