LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
KEJUTAN DARI DAVA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Makasih ya Mom, sudah diizinkan berangkat," Moya menerima surat izin berangkat yang sudah ditanda tangani oleh Dini selaku orang tuanya.



"Kalau berangkat sama rombongan pasti dikasih lah," kebetulan Arya juga masuk dalam kontingen jadi Anto dan Dini tak keberatan.



Moya berangkat sebagai pelatih lomba karate tingkat nasional kelompok umur sehingga Moya tak bisa terjun sebagai peserta.



"Mas beneran bisa tanggung jawab kan?" 



"Bisa nggak jangan anggap aku anak kecil seperti Aqiel? Aku udah gede!" Sanggah Arya ketika Moya menanyakan apa dia bisa tanggung jawab.



"Walau anak kecil namanya karateka harus siap lah. Terlebih Mas bukan anak kecil kan?" kata Dini memberi semangat pada anak keduanya.



"Iya lagian sih Mbak suka gitu, anggapnya aku anak kecil terus," keluh Arya.



"Tapi kamu di sana itu terpisah sama Mbak loh. Kita beda camp!"



"Aku tahu. Udahlah nggak usah anggap anak kecil terus."



"Mbak cuma ngasih tahu kamu Dek,"  jawab Moya. Dia berlaku seperti itu karena sangat mencintai ketiga adiknya.



"Ya wis pokoknya semuanya prepare disiapin semuanya lengkap Dek. Jangan ada yang tercecer."



"Iya dan semua barang sudah aku kasih nama kok jadi nggak akan tertukar," jawab Arya.



"Sampai CD aja aku kasih nama. Aku nggak mau sampai ada yang pakai punya aku," jelas Arya.



"Kan nggak usah nyuci baju Dek. Taruh aja semua langsung di tas baju kotor. Jadi enggak berceceran." saran Moya.



"Iya sih tapi kan takutnya ada yang buka ransel aku lalu diambil," jawab Arya.



Saat ini sudah empat bulan Dava dan Moya berpisah padahal seharusnya saat ini mereka mendekati hari H pernikahan.




Saat ini ada pria yang mendekati tapi Moya tidak mau. 



Moya tak ingin berpaling dari Dava. Walau dia sudah bilang tak akan menikah dengan lelaki itu, tapi hatinya belum bisa menerima siapa pun.



Terlebih Simon   beda keyakinan.



Moya tahu dulu ayahnya pindah keyakinan. Tapi itu kan karena awalnya terpaksa, bukan karena kemauan hati ayahnya.



Saat itu Harry harus pindah agama karena Dini hamil dan mereka harus menikah. Jadi niat awalnya bukan dari hati walau akhirnya memang Harry tekun dalam beribadah.



Moya ingin bila seseorang mualaf, bukan karena dirinya. Tapi karena keinginan hati kecilnya sendiri.


\*\*\*



Pada saat pelepasan kontingen Jogja Moya melihat selintas bayangan Dava, tapi dia nggak yakin dan dilihat di nama kontingen nggak ada nama Dava. Jadi Maya nggak yakin kalau Dava ikut mewakili Jogja.


\*\*\*



"Baik Mari kita dengarkan sambutan ketua panitia dari lomba karate se-indonesia yang akan diberikan oleh ketua panitia yaitu SENSEI Dava Airlangga Prabandaru!" MC memberitahu kalau saat ini akan ada sambutan ketua panitia tingkat nasional.



Moya dan Arya kaget di tempatnya masing-masing.



'*Wow, ketua panitianya Bang Dava*,' seru Arya penuh kekaguman pada calon abang iparnya itu. Tentu saja anak kecil itu bangga calon kakak iparnya adalah ketua panitia karate nasional.



'*Kok aku nggak lihat ya nama dia sebagai ketua panitia*?' desis Moya dalam hatinya.



'*Aku juga memang nggak lihat surat menyurat penugasan sih waktu itu jadi aku nggak lihat siapa yang susunan panitia nasionalnya*.'



'*Sudahlah biarin aja, ternyata memang dia super tinggi tingkatannya*,' Moya jelas tahu karena Sensei itu hanya diberikan kepada Dan IV ke atas.


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND



Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN