
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Amoraaaaaaa," Dini menjerit histeris memanggil Amora saat melihat putrinya keluar dari pintu kedatangan.
Team penyambut Amora hari itu adalah Dini dan Anto pastinya.
Lalu ada Sari, Hermiena, dan Risye.
"Sudah Mom," Anto membujuk Dini yang terus menangis memeluk putrinya.
Anto dan Dini belum puas memeluk Amora, tapi mereka harus membiarkan Amora menyalami yang lain.
Ternyata hari itu juga ada Harry yang datang untuk melihat kedatangan putri tunggalnya.
"Ayah!" itu adalah kejutan buat Dini dan Amora. Keduanya tak menyangka Harry memperlihatkan perasaannya. Biasanya dia sulit memperlihatkan apa yang ada dalam hati dan pikirannya. Mungkin dia belajar dari semua kejadian sebelumnya. Dia berupaya berubah memperlihatkan betapa sayangnya dia pada Amora.
Dava pun menyalami Harry yang sudah dia kenal waktu meninggalnya opa.
"Jadi ini pacarnya anak Ayah?" Tanya Harry pada Amora.
"Insya Allah iya Yah," Amora tanpa ragu menjawab dan semua mendengar jelas.
Dini tersenyum rupanya ada hikmah dibalik kejadian penculikan putrinya.
Amora berkenalan dengan Hermiena calon ibu mertuanya. Hermiena mendekap erat gadis kecil yang telah mencuri hati anak tunggalnya.
Sesudah dari Hermiena baru Amora memeluk dan mencium mama Yai dan tante Risye.
"Kalau mau dengar cerita lengkap tidak versi sendiri-sendiri kita harus ngumpul makan bareng," kata Leo.
"Jangan bikin Amora cerita ke mommynya sendiri, cerita ke daddynya sendiri, cerita ke mama Yai sendiri. Jadi harus barengan biar anak gua nggak capek," Kata Leo.
"Oke. Ayo kita makan malam," jawab Anto. Dia tentu penasaran bagaimana putrinya bisa diculik.
"Kita mau makan di sini atau kita mau makan di mana? Atau kita mau di rumah?" tanya Leo seperti biasa dia yang ambil keputusan.
"Bagaimana kalau kita makan ikan bakar?" kata Dava.
"Atau Mommy sudah masak di rumah atau Bunda sudah nyiapin sesuatu?" tanya Dava lagi.
"Enggak sih boro-boro ke dapur," kata Dini jujur.
Akhirnya semua menggoda Dini.
"Mulai deh, itu mulut-mulut nggak bisa direm," protes Dini.
"Kenyataan kan?" kata Sari.
"Kayak kamu nggak aja," jawab Dini.
Rupanya Anto sudah membawakan mobil Amora. A da juga mobil Steve dan Mobil Leo yang dibawa oleh istrinya masing-masing.
"Kalian mau pakai mobil kalian sendiri?" tanya Anto pada Amora.
Amora memandang Dava. Lelaki yang dipandangnya tersenyum dan mengangguk seakan mempersilakan Amora menentukan pilihan.
Semua melihat perilaku mereka berdua. Bagaimana Amora memandang Dava untuk minta izin. Dan bagaimana Dava mengizinkan Amora mengambil keputusan dia mau ikut mobil siapa.
"Aku satu mobil sama Abang," Amora dengan tegas memilih menggunakan mobil miliknya yang hanya bisa untuk dua orang saja.
"Mau makan di mana agar nggak nyasar. Semua harus tahu agar enggak cari-carian," ucap Steve.
"Harusnya kalau masalah makan ini Leo yang rekomendasiin," Anto melempar usul pada semuanya.
"Kalau ngomongin Cafe, boleh ngomong ama gue atau sama Risye. Tapi kalau buat makan besar atau resto gua nggak punya rekomendasi."
"Kalau gitu Papa Steve," lempar Anto.
"Kalau tanya bengkel ke aku, akan aku jawab Mas," kata Steve membuat semua tertawa.
Akhirnya Dava mengusulkan sebuah rumah makan ayam, ikan dan bebek bakar yang recomended. Dan semua setuju.
Dava mengirim share lock rumah makan yang akan mereka tuju.
Sebuah rumah makan lesehan yang terkenal di Jogja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.
