LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
LESSON ONE



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Alhamdulillah selesai sudah acara kita hari ini," bisik  Hermien sambil memeluk Dini.



"Semoga nanti resepsinya lancar." Balas Dini.



"Aaamiiiin," Hanya mereka berdua yang tahu bagaimana beban yang menghimpit d4da mereka berdua saat pernikahan Dava dan Amora hampir gagal.



Sekarang masih ada keluarga inti di rumah Dini. Makanan masih cukup banyak. 



"Di rumahmu nanti banyak orang," tanya Dini.



"Lumayan sih yang nginep di rumah Dava tuh ada beberapa kakakku yang lainnya memang aku suruh nginep di hotel dekat-dekat sini." Balas Hermien.



"Makanan dari katering masih cukup banyak. Kamu bawa aja atau nanti keluarga yang di hotel juga bisa kalau mau bawa makanan biar enggak makan di luar."



"Ini pun nanti ada yang dibawa ke rumah mbak Rina dan ke rumah Sari dan Leo karena kan Vionne nginep di sana. Yang di rumahku hanya Harry sama orang tua."



"Iyalah daripada makanan  mubazir mending dibagikan aja," ujar Hermien.



"Alhamdulillah, aku cuma takut kurang karena kan kalau kurang kita repot. Kalau kayak gini nggak apa apa.  Enggak akan mungkin mubazir.  Kita bisa bagikan ke mana pun kok," kata Dini.



"Ya alhamdulillah. Acaranya berkah lancar. Aku juga nggak nyangka mereka bikin doorprize yang sangat ajaib buat aku."



"Iya, yang aku pikir mereka mau pakai souvenir seperti biasa. Rupanya souvenirnya pada saat resepsi aja.  Mungkin waktu dua minggu nggak cukup kali mereka bikin souvenir."


\*\*\*



"Mom, Bun, Aku boleh ganti baju nggak?" Tanya Amora pada kedua ibunya.



"Boleh kan sudah selesai acaranya. Kamu boleh kok ganti baju," kata Hermien.



"Aku ganti baju dulu ya Mom, Bund," mendapat izin dari Hermien, Amora bergegas masuk kamar ya.



Amora takut ganti baju takutnya dicariin atau disalahkan karena masih ada beberapa tamu tapi tamu yang sekarang kan tinggal keluarga besar aja.


\*\*\*



"Kamu kalau mau ganti baju juga ganti aja Bang," kata Hermien.



"Loh memang Amor sudah ganti baju?"



"Barusan dia izin sama Mommy dia mau ganti baju,"  kata Dini.



"Oh ya udah aku ganti baju ah. Kamar Amor dimana Mom?" Tanya Dava karena dia belum pernah tahu kamarnya Amora.



"Oh kamu belum tahu ya.  Sorry itu yang sana yang di pintunya ada riasan bunga. Itu kamar  pengantin.



Dava mengetuk ointu kamar Amora



"Sebentar."



"Eh Abang," Amora kaget suaminya masuk ke kamarnya.



"Kata mommy tadi pakaian ganti aku juga sudah ditaruh di sini, aku juga mau ganti baju," jelas Dava.



"Aku malah nggak tahu Bang di mana  kopernya. Masuk aja dulu. Nanti kita cari," Amora nggak melihat koper ada di ruang yang sudah sangat rapi dengan riasan kamar pengantin.



"Mungkin ada di lemari aku.  Sebentar Bang," lalu Amora melihat dalam lemari ternyata memang koper Dava ada di sana tapi Amora bingung apa sudah dibongkar atau belum.



"Memang ini kopernya?"



"Iya," 




"Enggak, ngapain bawa koper ke sini dikunci?"



"Coba Abang lihat sudah dibongkar atau belum."



"Kamu buka juga nggak apa-apa kan koper aku."



"Kenapa memangnya?"



"Eeh,"  kata Amora serba salah dia pun membuka koper Dava dan mengambilkan baju untuk ganti suaminya.



"Jangan yang santai gitu Yank, masih ada keluarga aku sudah bawa kok kemeja tangan pendek."



"Jangan pakai kaos lah nggak sopan.  Masih banyak orang tua,  kecuali kalau hari biasa. Ini kan hari pernikahan kita,"  ucap  Dava.



"Kalau gitu pakai yang ini aja Bang, kita kembaran," Amora mengambil sebuah kemeja batik dari lemarinya.



"Kapan kamu beli?"



"Waktu itu aku pernah beli sekalian pas beli buku."



"Ya udah kita pakai itu."



"Itu kamar mandinya Bang," kata Amora.  Dava pun mengambil kemeja yang disiapkan Amora lalu dia masuk ke kamar mandi.



Dava tak hanya ganti baju tapi dia juga mandi.  Rasanya sangat lengket badannya.



 Karena dia tadi belum membuka kopernya Dava bum mengeluarkan alat mandinya. Jadi dia  memakai sabun dan samponya Amora.



"Yank, maaf ya."



"Kenapa?"



"Aku pakai sabun dan shampomu. Tadi lupa nggak bawa ke kamar mandi."



"Oh kirain kenapa, ya pakai aja. Kenapa emangnya,"  jawab Amora.



Amora bersiap untuk mandi dia juga sudah bawa baju ganti tak sengaja mereka bersentuhan di dekat pintu kamar mandi. 



Dava memeluk tubuh Amora. Dava merasakan tubuh Amora agak bergetar karena selama ini memang mereka belum pernah saling berpelukan walau sering bersandar atau saling menempel tapi belum pernah berpelukan secara sadar seperti ini.



"May i?" Tanya Dava.



Amora hanya diam. Dava mengecup kening Amora seperti tadi waktu saat selesai akad nikah. Lalu  turun ke matanya dan akhirnya Dava mengecup bibir istrinya pelan. 



Tak ada respon apa pun dari bibir yang tertutup rapat dan bergetar itu. 



Dava mengulum sebentar bibir itu. Amora tentu masih sangat kaku dia tak mengerti tentang arti berciuman. Dava sadar istrinya belum pernah sekali pun melakukan itu karena bibirnya masih sangat bergetar ketakutan.



"Rileks aja Yank, nggak apa apa kok." Bisik Dava lembut.



"Rileks ya," kata Dava dia kembali mendaratkan bibirnya.



"Balas Yank," perintah pak dosen pada mahasiswi yang masih lugu itu.



Amora masih bingung. "Kamu sering ngemut permen kan?" 



"Lakukan seperti itu," kata Dava. Dengan ragu Amora mencoba melakukan apa yang dosennya perintahkan.



Itu adalah lesson one yang pak dosen ajarkan.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN