LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
TEORI BEDA DENGAN PRAKTEK



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Dini dan Anto melihat bahwa Dava dan Amora berkomunikasi seperti biasa masing-masing berinteraksi dengan wajar. Tak seperti pernah terjadi perang dunia diantara mereka. Tapi mata yang peka akan bisa melihat ada sedikit jurang.



Lebih tepatnya Amora masih menjaga jarak, Dava juga mengerti Amora belum memberi kepastian bagaimana hubungan mereka selanjutnya.



Walau Amora tidak menolak tetapi belum memberi kepastian kapan mereka akan mulai membicarakan pernikahan mereka lagi.



Untuk hal ini Dava tidak berani menekan atau menanyakan pada Amora,  dia masih takut kalau Amora  kembali menolaknya. Dava tak berani bicara soal itu.



Lebih baik diam. Pelan-pelan tapi pasti, daripada grabag grubug tapi ditendang.



"Abang besok mau pulang ke Jakarta atau ke Jogja?" tanya Dini.



"Ke Jogja Mom," balas Dava. Mereka sedang makan malam di kuliner yang direkomendasikan driver travel.



"Loh bukannya akan ada urusan dengan pembubaran panitia?" Tanya Anto penasaran.



"Enggak, belum sekarang Dadd. Jadwalnya kemarin pulang ke Jogja kok, ke Jakarta tiga minggu lagi berkaitan pembubaran panitia tahun ini sekaligus pembentukan panitia tahun berikutnya."



"Owh gitu ya. Langsung membentuk panitia tahun berikut?"



"Bener, biar persiapan oleh panitia lokal bisa maksimal. Biasanya lokasi kan juga langsung ditentukan di kota mana."



"Ya udah bareng kita aja." Ajak Dini.



"Iya Mom, kita bareng aja," jawab Dava tanpa ragu.



"Ya sudah sini datamu sesuai identitas, biar daddy kirim ke papa Steve untuk pesan tiket kepulangan kita besok," pinta Anto.



"Enggak usah, biar aku aja yang ngurus aku yang minta data Daddy dan adik-adik," kata Dava. Anto pun memberikan data keluarganya,  dia tahu pasti Dava tak mau dibayarin malah lebih baik membayari lima orang itu.


\*\*\*



"Berangkat kuliah Abang anterin lagi ya Yank," pinta  Dava saat mereka sedang di pesawat menuju Jogja.



"Enggak usahlah," jawab Amora.



"Kamu enggak suka ya?" Dava tak ingin membuat kekasih kecilnya marah.




"Bagaimana mau konsen kalau kamunya menghindar kayak gitu. Boleh ya antar kamu lagi," rengek Dava.



"Aku jadi repot pulangnya Bang. Bukan nolak, mendingan nggak usah," Dava mengerti kalau alasannya seperti itu. Dia jadi merepotkan orang kalau tetap ngotot harus mengantar Amora tiap pagi.



"Ya udah deh tapi Abang boleh kan sesekali janjian makan siang?" Pinta Dava dengan memelas.



"Boleh kenapa nggak?" Amora tak menolak mereka janjian untuk makan siang. Kepaksa janjian bertemu di lokasi karena masing-masing bawa kendaraan.



Dava mengambil jemari Amora dan mencium lembut tangan tunangannya.



"Siap-siap aja disidak,"  bisik Amora. 



"Maksud kamu?"



"Ya kali aja di kantor tahunya sebenarnya lagi melukin cewek."



"Jangan pernah ngomong gitu ya, nggak baik," kata Dava.



"Omongan itu doa loh," Dava menasihati Amora pelan.



"Berarti Abang punya niat kan?" Desak Amora kesal.



"Ya ampuun Yank, enggak punya niat  buruk seperti itu. Tapi kan kadang ada insiden yang bisa membuat seperti itu. Sama aja insiden cafe kemarin. Nah bisa bahaya kan kalau kamu lihat kejadian yang sering mengganggu pikiranmu? Kita kan nggak tahu jadi lebih baik jangan pernah bicara seperti itu."



Amora sadar dia terlalu terbawa cerita novel yang dia baca seorang istri yang memergoki suaminya selingkuh di kantor. Amora  menyandarkan kepalanya di belikat Dava,  dia pun tidur sejenak.



Dava memeluk dan mengecup kening gadis kecil itu.



Memang selama ini Dava hanya berani mengecup kening dan jemari Amora saja. Untuk hal lebih dia takut Amora menjauhinya karena anak kecil itu kaget menerima perlakuan lebihnya. Tentu saja Dava tak berani ambil resiko seperti itu.



'*Aaah aku lupa tanya soal si Simon yang bilang lagi pedekate*,'  kata Dava dalam hatinya.



'*Apa Amor merespon ya*?" 



'*Kalau merespon nggak mungkin kan Simon bilang susah naklukin dia? Dan sepertinya Arya juga nggak suka kalau Simon mendekati Amor*.'


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR